Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analysis of the Relationship between Residential Environmental Sanitation and the Risk of Dengue Fever (DHF) Incidence in the Moropelang Health Centre Working Area, Lamonga, East Java Lailatur Rahmah Maulidah; Imam Thohari; Fitri Rokhmalia; Hadi Suryono; Narwati; Ahmad Daudsyah Imami
Public Health Research Development Vol. 1 No. 2 (2024): Public Health Research Development
Publisher : Indonesian Association Environmental Health of West Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/phrd.v1i2.13

Abstract

Dengue fever (DHF) is a significant health problem in tropical regions, including the working area of Puskesmas Moropelang, Lamongan. Data shows that DHF cases continue to be found in the period 2020-2023. This study aims to analyse the relationship between residential environmental sanitation and the incidence of DHF in the region in 2024. This study used a quantitative approach with an analytical observational design based on the case-control method. The study population was 148, with a total sample size of 74 cases and 74 controls. Independent variables included environmental conditions, water reservoirs, and larval density, while the dependent variable was dengue incidence. Data were analysed using the Chi-Square test. The results showed a significant association between environmental conditions (p=0.013), water storage conditions (p=0.003), and the number of free larvae (p=0.004) with the incidence of DHF. Respondents with poor home environmental conditions had a 2.3 times higher risk of DHF, while the risk increased to 2.7 times in poor water reservoirs, and 2.6 times in environments with high larval density. This study concluded that residential environmental sanitation plays an important role in the prevention of DHF. Weekly mosquito nest eradication efforts, community education, and regular monitoring of larvae are recommended to reduce the incidence of DHF and improve environmental health.
Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Pucang Sewu Kota Surabaya Rizka Santi Pratiwi; Suprijandani; Narwati; Ernitasari; Wardoyo, Slamet
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v3i2.26

Abstract

Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular langsung yang sebagian besar menyerang paru-paru namun dapat menyerang organ tubuh tidak hanya paru-paru. Penyebaran kasus TB dapat dipengaruhi oleh beberapa variabel, diantaranya adalah kondisi fisik rumah seperti lantai, suhu, kelembaban, pencahayaan alami, kepadatan hunian dan ventilasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pucang Sewu Kota Surabaya tahun 2022. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik dengan menggunakan metode "case control". Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran kondisi fisik rumah dan juga observasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 27 kasus dan 27 kontrol, penelitian ini diperoleh melalui metode "simple random sampling". Analisis data menggunakan metode uji "Chi-Square" untuk mengetahui variabel independen dan variabel dependen. Berdasarkan analisis uji "Chi-Square" diperoleh hasil bahwa kondisi fisik rumah yang memiliki hubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Pucang Sewu adalah variabel suhu dan kelembaban dengan nilai signifikan (p<0,05). Variabel yang tidak memiliki hubungan adalah lantai, pencahayaan alami, kepadatan hunian, dan ventilasi dengan nilai signifikan (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kondisi fisik rumah dengan kejadian TB paru. Responden disarankan untuk peduli terhadap kondisi lingkungan rumah.