Paradia Kristanti Dewi
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Teori Peluru Ajaib Erwan Effendi; Paradia Kristanti Dewi; Frisca Nabila; Natasya Natasya
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14363

Abstract

Teori peluru ajaib adalah keyakinan bahwa pesan media pencetus dapat meyakinkan audiens dengan memasukkan ide secara langsung. Hal ini mengisyaratkan bahwa media, tanpa perantara apapun langsung menyuntikkan pesan-pesannya kepada khalayak yang pasif. Tujuan dari penulisan artikel ini ialah untuk mendeskripsikan makna dari teori peluru ajaib, bagaimana asal-asulnya dan contoh dari teori peluru ajaib. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research), yakni penelitian yang obyek kajiannya menggunakan data pustaka berupa buku-buku sebagai sumber datanya. Teori jarum suntik berpendapat bahwa khalayak sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menolak informasi setelah ditembakkan melalui media komunikasi. Teori ini di populerkan oleh Harold Lasswell (1927) dan ditamplkan pada tahun 1950-an setelah peristiwa penyiaran kaleidoskop stasiun radio siaran CBS di Amerika yang berjudul The Invansion from Mars (Effendy 1993 : 264-265).
Meneladani Kepemimpinan Khulafaurrasyidin dalam Meningkatkan Kemampuan Berorganisasai di Kalangan Masyarakat Padang Lawas Utara Muktarruddin Muktarruddin; Juni Hidayati Batubara; Sarmila Haerani; Paradia Kristanti Dewi; Arofah Sri Mulyani; Ilham Anggianto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang Meneladani Kepemimpinan Khulafaurrasyidin dalam meningkatkan kemampuan berorganisasi dikalangan masyarakat padang lawas utara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu dengan studikasus, karena dengan studi kasus peneliti dapat menyelidiki sebuah kasus atau fenomena dengan cermat dan mendapatkan informasi secara lengkap dan teliti mengenai suatu peristiwa. Pengumpulan data dengan memanfaatkan daftar pustaka untuk lebih mendukung objek penelitian. Hasil penelitian ini berisi tentang cara kepemimpinan berorganisasi di kalangan masyarakat Padang Lawas Utara. Yang mana suatu organisasi terkesan mirip dengan kepemimpinan khulafaurrasyidin dengan keteladananya, sedangkan organisasi yang satu kurang meneladani kepemimpinan khulafaurrasyidin dalam berorganisasi.
TikTok Social Media Literacy in Verifying the Dissemination of Hoax News among University Students Paradia Kristanti Dewi; Anang Anas Azhar
Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/syiar.v5i1.720

Abstract

The ability to exercise media literacy is essential for filtering digital information, preventing the spread of hoaxes, and protecting the public from disinformation in the era of social media. This study explores how Islamic Communication and Broadcasting Program students, Faculty of Da'wah and Communication, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (class of 2021) apply media literacy in filtering information from the TikTok platform. This research employs a qualitative descriptive method, with five students as subjects, utilising interviews, observation, and data analysis based on the framework of Huberman and Miles. The findings indicate that students demonstrate varying levels of media literacy when verifying information on TikTok. While some can critically evaluate and filter content, many still consume and accept information without verification. TikTok's algorithm prioritises viral content and accelerates the spread of hoaxes, especially when the content is visually engaging. The lack of digital literacy education, social influence, and limited training in information verification further exacerbate the issue. Students tend to verify information only when it is perceived as personally relevant. Therefore, enhancing media literacy is crucial to enable students to be more critical, selective, and responsible in accessing and disseminating information. Conclusion: The students' media literacy level is moderate, playing a role in evaluating, producing content, and verifying information on social media.