Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Warta Perkaretan

KARAKTERISASI SOSIAL EKONOMI PETANI KARET DAN ADOPSI TEKNOLOGI BUDIDAYA DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA Bukit, Ernita; Syarifa, Lina Fatayati
Warta Perkaretan Vol. 42 No. 2 (2023): Volume 42, Nomor 2, Tahun 2023
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v42i2.963

Abstract

Informasi dan kumpulan data tentang tanaman karet rakyat sangat diperlukan untuk merancang program-program yang berkaitan dengan peningkatan produksi dan produktivitas karet rakyat di Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan survei, yaitu mengumpulkan data karakterisasi sosial ekonomi dan teknis di tingkat petani. Penelitian dilakukan di Kab. Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara, dengan responden sebanyak 55 petani secara acak sederhana. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan informasi dan data yang berkaitan dengan karakteristik dan tingkat adopsi teknologi karet pada petani di kabupaten Serdang Bedagai.Hasil penelitian menunjukkan Petani di Kab. Serdang Bedagai masih minim kesempatan akses penyuluhan dan kursus budidaya karet. Umumnya luas lahan petani di Kab. Serdang Bedagai sangat kecil yaitu rata-rata 1,5 ha karena terbagi dengan lahan tanaman kelapa sawit. Sebagian besar petani di kabupaten tersebut merupakan petani yang menjadikan karet sebagai mata pencaharian, dengan pendapatan Rp 24,1 juta/tahun. Tingkat adopsi teknologi budidaya karet, di Kab. Serdang Bedagai cukup tinggi terhadap penggunaan bahan tanam klon dan jarak tanam. Namun, tingkat adopsi petani terhadap penggunaan pupuk dan pengendalian penyakit di kabupaten tersebut masih sangat rendah sebesar yaitu 0%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, petani belum memahami cara pengendalian penyakit jamur akar putih, penyakit daun dan penyakit tanaman karet lainnya. Selain itu, petani juga masih memasarkan bokarnya secara sendiri-sendiri, sehingga kualitas bokar sulit dikontrol. Oleh karena itu, disarankan petani karet di Kab. Serdang Bedagai mendapatkan pendampingan dan kegiatan pendukung lainnya, seperti: penyuluhan intensif tentang pengendalian penyakit pada budidaya karet dan pengolahan serta pemasaran bokar.
PERFORMA TANAMAN KARET MENGGUNAKAN BAHAN TANAM ASALAN Andriyanto, Mochlisin; Pasaribu, Syarifah Aini; Bukit, Ernita; Saputra, Jamin
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 1 (2025): Volume 44, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i1.985

Abstract

Indikator keberhasilan agribisnis karet salah satunya dipengaruhi oleh kualitas bahan tanam. Bahan tanam karet klonal merupakan hasil perbanyakan tanaman secara okulasi. Okulasi ditentukan oleh kualitas batang atas dan batang bawah. Sebagian besar areal pertanaman karet skala petani masih menggunakan bahan tanam asalan tidak sesuai anjuran. Kendala lain juga dipengaruhi oleh terbatasnya para penangkar benih karet yang bersertifikat. Penggunaan bahan tanam karet asalan tidak hanya dipengaruhi oleh penanaman langsung dari biji batang bawah, namun teknis budidaya yang tidak tepat menjadikan kualitas bahan tanam menjadi rendah. Dampak penggunaan bahan tanam karet asalan diketahui dari keragaan sumber mata entres, heterogenitas, tingginya penurunan populasi dan tidak tercapainya produktivitas sesuai potensi genetik. Upaya untuk mengatasi penggunaan bahan tanam karet asalan terlihat dari karateristik bahan tanam berkualitas yaitu sudut tunas sumber mata entres yang juvenil 30o dari jaringan dewasa 50o-60o, kulit mata tunas asal entres memiliki alur halus atau bergaris, warna tunas bewarna hijau hingga minggu ke 15 dan setelah minggu ke 16 menjadi hijau kehitaman, pecah mata tunas 14-16 hari, pertumbuhan tinggi tunas 20-25 cm per bulan, jumlah payung daun setelah 19 hari setelah tanaman yaitu 1-1,5 payung per tanaman, 6-7 petiole daun setiap karangan.