Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Open Access DRIVERset

SULUAH DALAM TRADISI MINANGKABAU: MENGHIDUPKAN KEMBALI NILAI LOKAL DALAM DUNIA GLOBAL Randa, Gusti; Meksi Andari Putri
Suluah: Journal of Insight Vol. 1 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : PT Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep suluah dalam budaya Minangkabau tidak hanya bermakna pelita atau alat penerang secara fisik, melainkan simbol filosofis yang mencerminkan nilai-nilai luhur seperti kepemimpinan yang arif, keteladanan, keadilan, serta keberanian moral. Dalam konteks masyarakat Minangkabau, suluah merupakan metafora bagi figur yang menjadi panutan dan penunjuk arah bagi komunitas, baik dalam pengambilan keputusan, pembinaan generasi muda, maupun dalam menjaga harmoni sosial. Namun, di era globalisasi yang sarat dengan disrupsi nilai dan homogenisasi budaya, peran suluah mengalami pergeseran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam makna simbolik dan fungsi sosial suluah, serta bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat direvitalisasi untuk menjawab tantangan dunia modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis reflektif-ermeneutik terhadap sumber adat, teks budaya, serta pengalaman empirik dalam masyarakat Minangkabau. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai suluah tetap relevan dan bahkan dapat dijadikan sebagai dasar pembentukan karakter, model kepemimpinan etis, penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal, dan tata kelola komunitas yang inklusif. Dengan menghidupkan kembali nilai suluah, masyarakat lokal dapat membangun daya tahan budaya yang kuat sekaligus berkontribusi pada dialog etika global yang lebih manusiawi.
SUNAT PEREMPUAN : ANTARA TRADISI, FIQH, DAN HAK ASASI MANUSIA Meksi Andari Putri; Gusti Randa
Suluah: Journal of Insight Vol. 1 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : PT Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik sunat perempuan merupakan fenomena yang masih berlangsung di berbagai komunitas Muslim, khususnya di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Praktik ini sering kali dipandang sebagai bagian dari ajaran agama Islam, meskipun secara normatif tidak ditemukan dalil qat‘i yang secara tegas mewajibkannya. Perbedaan pandangan ulama fiqh, lemahnya dasar hadis, serta berkembangnya wacana Hak Asasi Manusia (HAM) dan kesehatan perempuan menjadikan sunat perempuan sebagai isu yang kontroversial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis sunat perempuan dalam perspektif tradisi sosial, fiqh Islam klasik, dan HAM kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-yuridis dan maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sunat perempuan lebih banyak dipengaruhi oleh tradisi budaya daripada tuntutan normatif agama. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, praktik sunat perempuan yang menimbulkan mudarat tidak sejalan dengan prinsip perlindungan jiwa dan kehormatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan reinterpretasi hukum Islam yang lebih kontekstual dan berorientasi pada kemaslahatan perempuan.