Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identification of University Resources in an Effort to Design a Disaster Resilience Training Module Hery Sumasto; Binti Yunariah; Nurwening Tyas Wisnu; Luthfi Rusyadi
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 4 (2023): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i4.2069

Abstract

The current disaster management paradigm emphasizes community empowerment, thus enabling the community to become a helping subject, not an object that needs help. Data shows that Indonesia is a country prone to all sources of natural disasters. The purpose of this research is to compile modules in creating a disaster resilient campus. After the modules are compiled, the next step is to socialize the modules, conduct training of trainers, training and evaluate the training that has been carried out based on the modules that have been prepared. Research methods. Quantitative research design, with a descriptive approach. Aims to identify the potential of higher education institutions in efforts to reduce disaster risk in an effort to develop training modules. The population and sample were FGD (Focus Group Discussion) participants and disaster management experts/experts, and 100 module trial participants.The research variables were obtained from the results of literature studies and FGDs. Furthermore, the identification results are used to develop modules that can be used as Field Rehearsal guides. Modules are obtained in 3 ways: identification, FGD and expert consultation. The variables of this study are the presence of disaster courses, the presence of disaster course lecturers, the competence of lecturer training, the existence of training modules for lecturers, the diversity of potential disaster sources. Result.The results of the analysis test on all variables which are learning activities, are valid and reliable. From the results of the analysis, it can be obtained that the item score with a total score is then compared with the r table value (5% significance with a 2-sided test and n = 110) in the amount of 0.195. The decision was that all the r values from the analysis were more than (>) the r table values.  Conclusion. The results showed that the modules that had been developed by conducting literature studies, FGDs and expert consuls had been tried out. The results of the analysis test show that the module can be used for disaster risk reduction (DRR) training for campuses. The importance of conducting training by paying attention to the 10 learning activities as disaster training competency standards.
Smartphone Addiction Dengan Terjadinya Insomnia Pada Remaja Di SMK Taruna Jaya Prawira Tuban Di’ana Safitri; Binti Yunariah; Roudlotul Jannah; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2390

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan smartphone secara global mencapai 90% populasi dunia dan Indonesia pringkat ke 8 dengan durasi penggunaan hampir 5 jam setiap harinya Penggunaan smartphone berlebihan menjelang tidur bisa memicu terhambatnya produksi hormon melatonin yang menyebabkan terjadinya insomnia karena kebiasaan menunda tidur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat terjadinya smartphone addiction dan insomnia, serta menganalisis hubungan smartphone addiction dengan terjadinya insomnia pada remaja SMK Taruna Jaya Prawira Tuban Kelas X jurusan Teknik Pemesinan. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional dengan populasi penelitian 266 remaja, dengan teknik purposive sampling sampel yang diambil berjumlah 160 remaja laki-laki, dengan kuesioner melalui Google Form. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rank. Hasil : Hasil penelitian menunjukan mayoritas remaja (91%) berada dalam kategori smartphone adaptif/normal, sedangkan (6%) lainya mengalami maladaptif berat. Ditinjau dari kualitas tidur (45%) remaja mengalami insomnia ringan. Berdasarkan hasil analisis Spearman Rank, diperoleh nilai p < 0,001$ dengan koefisien korelasi sebesar 0,343. Hal ini membuktikan adanya hubungan positif yang signifikan antara ketergantungan smartphone dan tingkat kejadian insomnia. Simpulan : Semakin tinggi penggunaan smartphone maka semakin tinggi terjadinya insomnia. Penggunaan smartphone berpengaruh terhadap tidur dan bisa menganggu aktivitas. Rekomendasi yang dapat di lakukan dengan mengurangi frekuensi penggunaan smartphone menjelang tidur maka akan mengurangi masalah tidur.
Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Makanan Lansia Hipertensi Di Puskesmas Wire Irvandi Bagus Firmansyah; Teresia Retna Puspita Dewi; Yasin Wahyurianto; Binti Yunariah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2425

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai dan salah satu faktor penting dalam pengendaliannya adalah kualitas makanan. Kualitas makanan lansia tidak terlepas dari peran dan dukungan keluarga, terutama dalam pemilihan, penyediaan, dan pengaturan pola makan sehari-hari. Kurangnya dukungan keluarga dapat berdampak pada pola makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan lansia hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas makanan pada lansia hipertensi di Puskesmas Wire. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 lansia hipertensi, dengan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga dan variabel dependen kualitas makanan lansia hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Perceived Social Support Family Scale (PSS-Fa) dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai kualitas makanan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia hipertensi memperoleh dukungan keluarga yang baik dan memiliki kualitas makanan yang baik. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas makanan lansia hipertensi, dengan arah hubungan positif. Keadaan lansia yang mengalami perubahan fisiologis akibat penuaan menjadikan kelompok usia yang paling rentan mengalami hipertensi. Dukungan keluarga menjadi faktor yang sangat penting karena keluarga berperan dalam membantu menyediakan kualitas makanan yang baik secara konsisten. Dengan adanya dukungan keluarga yang optimal, lansia mampu mempertahankan kualitas makanan yang lebih baik sehingga risiko komplikasi hipertensi dapat diminimalkan dan kualitas hidup dapat meningkat.