Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Developing Learning Tools with Case-based Learning and Project-Based Learning for Digital Classroom Management Course Asmiyunda Asmiyunda; Firdiawan Ekaputra; Affan Affan
JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) Vol 7 No 1 (2023): JEP (Jurnal Eksakta Pendidikan)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jep/vol7-iss1/729

Abstract

The semester lesson plan is a learning tool used in higher education. The semester lesson plan was designed by applying case-based learning (CBL) and project-based learning (PjBL) models, which aim to achieve the target of course graduates. The digital classroom management course is new in the MBKM curriculum implemented in study programs. Therefore, it requires learning tools to support the implementation of lecture activities. This study aims to develop a semester lesson plan by applying valid and effective case-based learning (CBL) and project-based learning (PjBL) models in the learning activities. This research is development research with the ADDIE model. The subjects in the study were five lecturers and 30 students. The research produced a valid and effective semester lesson plan for digital classroom management courses.
Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Platform Open Course Berbasis Moodle Dalam Mengelola Pembelajaran Daring Asmiyunda Asmiyunda; Aulia Sanova; Firdiawan Ekaputra
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i2.7216

Abstract

This service activity aims to increase teacher competence and creativity regarding digital classroom management innovations using Moodle-based LMS. This community service was conducted through training, guidance, and evaluation activities with methods in the form of presentations, demonstrations, practices, and discussions. This service partner was SMAN 11 Muaro Jambi. The data collection instrument was a questionnaire which was analyzed descriptively and qualitatively. The results of this service showed that creating a digital learning media platform in the form of a Moodle-based LMS and the average user response through the distribution of questionnaires led that training activities being considered very good and helpful for increasing teacher competence and creativity.
IMPLEMENTASI SYNTHESIA AI DALAM PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI LITERASI DIGITAL GURU Febbry Romundza; Afrida Afrida; Asmiyunda Asmiyunda; Hendra Hendra; Dwi Rahayu Siregar; Fadilla Ulfah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5453

Abstract

ABSTRACTThe rapid development of Artificial Intelligence (AI) has created new opportunities in education, particularly in the development of digital learning media. One of the most innovative applications is Synthesia AI, a platform that enables the creation of animated learning videos with virtual avatars and multilingual automated narration. This study aims to implement the use of Synthesia AI in developing animated instructional videos as an effort to improve teachers’ digital literacy competence. The research employed a descriptive qualitative approach with several stages: needs analysis, teacher training in using Synthesia AI, video production, and evaluation through observation, questionnaires, and interviews. The results indicated that more than 85% of teachers reported increased confidence in creating digital media, 78% were able to design appropriate learning scripts for AI-based videos, and 82% successfully produced animated instructional videos that were engaging, interactive, and curriculum-oriented. Furthermore, teachers’ digital literacy competence improved in four aspects: technological literacy, information literacy, media literacy, and digital pedagogy. These findings highlight that the integration of AI can serve as a practical and innovative solution for teachers to deliver more adaptive, creative, and relevant learning experiences that meet the needs of 21st-century students.Keywords : Synthesia AI, animated instructional video, digital literacy, teachers, artificial intelligence.ABSTRAKPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran digital. Salah satu aplikasi yang inovatif adalah Synthesia AI, sebuah platform yang memungkinkan pembuatan video animasi pembelajaran dengan avatar virtual dan narasi otomatis multibahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan penggunaan Synthesia AI dalam pembuatan video pembelajaran animasi sebagai upaya meningkatkan kompetensi literasi digital guru. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahapan: analisis kebutuhan, pelatihan guru dalam penggunaan Synthesia AI, produksi video pembelajaran, serta evaluasi melalui observasi, angket, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 85% guru merasa lebih percaya diri dalam membuat media digital, 78% mampu menyusun naskah pembelajaran yang sesuai untuk diintegrasikan ke dalam video AI, dan 82% menghasilkan video pembelajaran animasi yang dinilai menarik, interaktif, dan sesuai kurikulum. Selain itu, kompetensi literasi digital guru meningkat pada aspek teknologi, informasi, media, dan pedagogi digital. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan AI dapat menjadi solusi praktis dan inovatif bagi guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan siswa abad ke-21.Kata kunci : Synthesia AI, video pembelajaran animasi, literasi digital, guru, kecerdasan buatan
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam Materi Asam Basa terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Heriyana Heriyana; Asrial Asrial; Asmiyunda Asmiyunda; Febbry Romundza; Kriswantoro Kriswantoro
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4316

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Negeri 13 Kota Jambi pada materi asam basa, yang terlihat dari hasil belajar di bawah KKTP. Tujuan penelitian adalah membandingkan kemampuan berpikir kritis siswa antara model Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL), serta mengetahui pengaruh PBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Non-equivalent Control Group Design. Sampel diambil secara purposive sampling, yaitu kelas XI Sains 6 sebagai kelas eksperimen (PBL) dan kelas XI Sains 3 sebagai kelas kontrol (DL). Data dikumpulkan melalui tes essay pretest-posttest dan dianalisis dengan uji Mann-Whitney karena data tidak normal.Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,007 < 0,05. Artinya, terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas. Peningkatan kemampuan berpikir kritis kelas PBL lebih tinggi, terutama pada indikator menarik kesimpulan dengan ketercapaian 69% dibanding kelas DL sebesar 42%.Simpulan penelitian ini adalah model PBL berpengaruh signifikan dan lebih efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi asam basa dibanding model DL.