Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Film Animasi Menggunakan Aplikasi Toontastic 3D untuk Mendukung Minat Belajar Siswa SMP Mujahidawati; Novferma; Gugun M. Simatupang; Febbry Romundza; Ari Frianto; Diniyah Putri
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.20

Abstract

ABSTRACT During the COVID-19 pandemic, the government implemented bold learning at various levels of education, from kindergarten to university. There is a possibility that the applied learning can result in low student interest in learning. This is because the learning process carried out only transfers recordings of learning patterns to WhatsApp text messages, so there is no other innovation to help students' interest in learning become better. As teachers we must be able to make interesting learning media according to the characteristics of students, where one of the learning media is to make animated films that students can see and do while studying at home. The purpose of this activity is to help and train junior high school teachers in making animated film learning media using the Toontastic 3D application so that it can support students' interest in learning. The method used in the implementation of this service activity is to use the method of discussion and question and answer, demo, and expository. Participants in this service activity are partners of MGMP SMP in Muaro Jambi in the field of mathematics as many as 35 teachers and 20 students. The instrument used in this service is a teacher motivation response questionnaire after training and a student interest response questionnaire after learning with learning media in the form of animated films. Based on the results of the training, it was obtained that most of the teachers who participated were very satisfied and happy with this training, this can be seen from the teacher's motivation, most of the teachers answered on average the statements given agreed and strongly agreed agree category. Furthermore, student learning interest can also be said to be good, this can be seen based on the results of the student learning interest questionnaire where the average student on a positive statement is in the agree and strongly agree category, while in the negative statement questionnaire on average are in the category of strongly disagree and disagree. . Therefore, it can be said that this training in making animated films as a learning medium can provide good motivation for teachers and good learning interest for students during the covid-19 pandemic. ABSTRAK Masa pandemic covid-19, pemerintah menerapkan pembelajaran secara daring di berbagai jenjang Pendidikan mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Tidak menutup kemungkinan selama pembelajaran daring diterapkan dapat mengakibatkan minat belajar siswa rendah. Hal tersebut dikarenakan proses pembelajaran yang dilakukan hanya memindahkan pola pembelajaran yang dibuku ke pesan teks WhatsApp saja, sehingga tidak adanya inovasi lain untuk membantu minat belajar siswa menjadi lebih baik. Sebagai pengajar kita harus bisa membuat media pembelajaran yang menarik sesuai dengan karakteristik siswa, dimana salah satu media pembelajaran tersebut adalam pembuatan film animasi yang dapat dilihat dan di toton oleh siswa selama belajar dirumah. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk membantu dan melatih guru SMP dalam pembuatan media pembelajaran berbentuk film animasi menggunakan aplikasi toontastic 3D sehingga dapat mendukung minat belajar siswa. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan metode diskusi dan tanya jawab, demonstrasi, dan ekspositori. Peserta kegiatan dalam pengabdian ini adalah mitra MGMP SMP di Muaro Jambi pada matapelajaran matematika sebanyak 35 orang guru dan 20 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengabdian ini adalah angket respon motivasi guru setelah pelatihan dan angket respon minat siswa setelah belajar dengan media pembelajaran berbentuk film animasi tersebut. Berdasar hasil pelatihan diperoleh bahwa kebanyakan guru-guru yang ikut merasa sangat puas dan senang dengan adanya pelatihan ini, hal tersebut dilihat dari angket respon (motivasi) guru menunjukkan bahwa kebanyakan guru rata-rata menjawab pernyataan yang diberikan pada kategori Setuju dan Sangat Setuju. Selanjutnya minat belajar siswa juga dapat dikatakan baik, hal tersebut dilihat berdasarkan hasil angket minat belajar siswa dimana rata-rata siswa pada pernyataan positif berada pada kategori setuju dan sangar setuju, sedangkan pada angket pernyataan negatif rata-rata pada kategori sangat tidak setuju dan tidak setuju. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan film animasi sebagai media pembelajaran ini dapat memberikan motivasi yang baik bagi guru dan minat belajar yang baik bagi siswa dimasa pandemic covid-19.
PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN ANIMASI MENGUNAKAN ANIMAKER UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN LITERASI TEKNOLOGI PADA GURU SMP Nizlel Huda; Jefri Marzal; Novferma; Ari Frianto; Febbry Romundza; Wahyu Fitroh
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1291.375 KB)

Abstract

Abstract Advances in information and communication technology are developing very rapidly and cannot be dammed anymore. Technological developments are increasingly expanding to all aspects and fields of human life, one of which is in the aspect of education. One of the things that must be improved at this time is information and communication technology literacy, the application of technology in education is more about a person's ability to access, disseminate and communicate information effectively. Technological literacy skills are urgently needed by teachers today, because they are facing the constraints of the COVID-19 pandemic which has an impact on the education sector. This service activity aims to train junior high school teachers to make animated learning videos using animaker to improve technological literacy skills. The methods used in this service are expository, demonstration, question and answer, discussion. This service activity was attended by 35 participants who are teachers of all subjects at SMP N 11 Muaro Jambi. The instrument used to determine the level of success and achievement of this training is to use a questionnaire filled out by the participants. Based on the results of the training, it is known that the teacher's response to the technological literacy questionnaire following the training on making animated learning videos using animaker was obtained with an average category of very good. This response shows the satisfaction of the trainees with the activity of making learning videos using animaker. So that training on making animated learning videos using animakers provides excellent motivation for teachers and is very useful, especially in improving technological literacy skills during the Covid-19 pandemic. Abstrak Kemajuan Teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat dan tidak dapat dibendung lagi. Perkembangan teknologi tersebut semakin meluas ke semua aspek dan bidang kehidupan manusia, salah satunya pada aspek Pendidikan. Salah satu yang harus ditingkatkan saat ini adalah pada literasi teknologi informasi dan komunikasi, implementasi teknologi di dunia Pendidikan lebih kepada kemampuan seseorang dalam mengakses, menyebarkan dan mengkomunikasikan informasi secara efektif. Kemampuan literasi teknologi sangat diperlukan oleh guru untuk saat ini, dikarenakan sedang menghadapi kendala pandemic covid-19 yang berdampak pada sektor Pendidikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih guru SMP untuk membuat video pembelajaran animasi menggunakan animaker untuk meningkatkan kemampuan literasi teknologi. Metode yang di gunakan dalam pengabdian ini adalah menggunakan ekspositori, demonstrasi, tanya jawab, diskusi. Kegiatan Pengabdian ini diikuti oleh 35 orang peserta yang merupakan guru di semua matapelajaran di SMP N 11 Muaro jambi. Adapun instrument yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan ketercapaian pelatihan ini menggunakan angket yang di isi oleh peserta. Berdasarkan hasil pelatihan diperoleh bahwa respon guru terhadap angket literasi teknologi mengikuti pelatihan pembuatan video pembelajaran animasi mengunakan animaker diperoleh dengan rata-rata pada karegori sangat baik. Respon ini menunjukkan adanya kepuasan dari peserta pelatihan terhadap kegiatan pembuatan video pembelajaran menggunakan animaker. Maka pelatihan pada pembuatan video pembelajaran animasi mengunakan animaker memberikan motivasi yang sangat baik kepada guru dan sangat bermanfaat terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi teknologi di masa pandemi Covid-19 ini.
Analisis Analisis Pemahaman Konsep Siswa SMA Berdasarkan Gaya Belajar Pada Materi Struktur Atom Miharti, Isra; Tentia, Ine; Romundza, Febbry
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/saintek.v6i2.3546

Abstract

Gaya belajar merupakan salah satu factor penentu dalam perolehan pengetahuan yang efisien dan harus dipertimbangkan oleh pendidik. Gaya belajar diyakini mampu memberikan pengaruh terhadap pemahaman konsep siswa, karena siswa belajar mengikuti gaya belajar yang disukainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) gaya belajar siswa, (2) kecenderungan konsepsi siswa pada materi struktur atom, dan (3) kecenderungan konsepsi siswa pada materi struktur atom ditinjau dari gaya belajarnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskritif untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Data konsepsi siswa pada materi struktur atom dikumpulkan dan dianalisis melalui tes pertanyaan terbuka, angket gaya belajar model Kolb, dan Lembar wawancara. Sampel yang digunakan sebanyak 60 orang siswa SMA Negeri 8 Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Gaya belajar siswa dominan pada gaya belajar asimilasi, (2) Konsepsi siswa dalam membedakan pengertian orbit dan orbital pada atom Bohr dan teori atom mekanika kuantum cenderung berada pada kategori miskonsepsi. Untuk konsep bilangan kuantum dan konfigurasi elektron siswa cenderung pada kategori paham sebagian dengan miskonsepsi. Pada konsep hubungan konfigurasi elektron dengan sistem periodik, konsepsi siswa berada pada kategori paham. (3) Konsepsi siswa mengenai struktur atom ditinjau dari gaya belajar, siswa dengan gaya belajar akomodasi cenderung lebih memahami konsep, sementara siswa dengan gaya belajar asimilasi, divergen, dan konvergen cenderung berada pada kategori paham sebagian dengan miskonsepsi.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbentuk Video Animasi 3d Dengan Karakter Diri Sendiri Menggunakan Aplikasi Loomie Dan Obs Untuk Meningkatkan Literasi Informasi Pada Guru Mgmp Matematika Smp Kota Jambi Simatupang, Gugun M; Sabil, Husni; Mujahidawati, Mujahidawati; Iriani, Dewi; Romundza, Febbry
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 3 No. 2 (2023): Dedikasi Sains dan Teknologi : Volume 3 Nomor 2, Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v3i2.3222

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk membantu dan melatih guru SMP dalam membuat media pembelajaran berupa video animasi matematika 3d dengan karakter diri sendiri menggunakan aplikasi loomie dan obs untuk meningkatkan literasi informasi guru. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah dengan menggunakan metode diskusi dan tanya jawab,demonstrasi, dan ekspositori. Peserta dalam pengabdian ini adalah 22 guru MGMP Matematika SMP. Instrumen yang digunakan dalam pengabdian ini adalah angket literasi informasi guru sebelum dan setelah pelatihan pembuatan video animasi matematika 3d dengan karakter diri sendiri menggunakan aplikasi loomie dan obs. Berdasarkan hasil pelatihan diketahui bahwa sebagian besar guru yang mengikuti pelatihan merasa sangat puas dan senang dengan pelatihan ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan presentasi video animasi matematika 3D dengan karakter diri sendiri menggunakan aplikasi loomie dan obs dapat meningkatkan literasi informasi guru MGMP matematika di SMP Negeri kota Jambi
IDENTIFICATION OF ACTIVE COMPOUNDS AND FORMULATION AS AN ANTISEPTIC MOUTHWASH FROM THE PLANT Cassia fistula L. AS A PREVENTIVE MEASURE AGAINST DENTAL AND ORAL DISEASES CAUSED BY THE BACTERIA Enterococcus faecalis Romundza, Febbry; Harizon, Harizon
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 11, No 2 (2024): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v11i2.38474

Abstract

A compound with the molecular formula C15H24O has been identified as Caryophyllenol-II through analysis using HR-TOF-MS, IR, and NMR spectroscopy. The ¹³C-NMR spectrum indicates that this compound is a bicyclic sesquiterpenoid, characterized mainly by the presence of a hydroxyl group replacing an epoxide ring and the addition of an olefinic bond. The relationship between the compounds analyzed from Cassia fistula L. and their antibacterial activity against Enterococcus faecalis can be explained through the identification of bioactive compounds with specific mechanisms to inhibit or kill the bacteria. Compounds from Cassia fistula L. have significant potential as an antibacterial agent against Enterococcus faecalis, particularly through membrane disruption and bacterial enzyme inhibition mechanisms. Further research on their role, either individually or in combination with other compounds, could support the development of C. fistula-based antiseptic products, such as mouthwash, for the prevention and treatment of oral and dental diseases. Additionally, this research explores the antibacterial potential of Cassia fistula L. in developing an antiseptic mouthwash. Extracts from Cassia fistula L. are known to contain active compounds such as flavonoids, alkaloids, and tannins, which demonstrate effectiveness against Enterococcus faecalis, as a primary cause of dental and oral infections. The mouthwash formulation based on this extract was tested in vitro and proposed as a natural and safer alternative compared to synthetic chemical-based products for the prevention of dental and oral infections. This study indicates the significant potential of Cassia fistula L. in supporting oral health through effective antiseptic products. These findings support the use of traditional medicinal plants like Cassia fistula L. as a source of active compounds for the development of effective natural antiseptics and have the potential to reduce dependence on synthetic antiseptics while also promoting economic empowerment through simple industries.
IDENTIFICATION OF ACTIVE COMPOUNDS AND FORMULATION AS AN ANTISEPTIC MOUTHWASH FROM THE PLANT Cassia fistula L. AS A PREVENTIVE MEASURE AGAINST DENTAL AND ORAL DISEASES CAUSED BY THE BACTERIA Enterococcus faecalis Romundza, Febbry; Harizon, Harizon
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2024): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v11i2.38474

Abstract

A compound with the molecular formula C15H24O has been identified as Caryophyllenol-II through analysis using HR-TOF-MS, IR, and NMR spectroscopy. The ¹³C-NMR spectrum indicates that this compound is a bicyclic sesquiterpenoid, characterized mainly by the presence of a hydroxyl group replacing an epoxide ring and the addition of an olefinic bond. The relationship between the compounds analyzed from Cassia fistula L. and their antibacterial activity against Enterococcus faecalis can be explained through the identification of bioactive compounds with specific mechanisms to inhibit or kill the bacteria. Compounds from Cassia fistula L. have significant potential as an antibacterial agent against Enterococcus faecalis, particularly through membrane disruption and bacterial enzyme inhibition mechanisms. Further research on their role, either individually or in combination with other compounds, could support the development of C. fistula-based antiseptic products, such as mouthwash, for the prevention and treatment of oral and dental diseases. Additionally, this research explores the antibacterial potential of Cassia fistula L. in developing an antiseptic mouthwash. Extracts from Cassia fistula L. are known to contain active compounds such as flavonoids, alkaloids, and tannins, which demonstrate effectiveness against Enterococcus faecalis, as a primary cause of dental and oral infections. The mouthwash formulation based on this extract was tested in vitro and proposed as a natural and safer alternative compared to synthetic chemical-based products for the prevention of dental and oral infections. This study indicates the significant potential of Cassia fistula L. in supporting oral health through effective antiseptic products. These findings support the use of traditional medicinal plants like Cassia fistula L. as a source of active compounds for the development of effective natural antiseptics and have the potential to reduce dependence on synthetic antiseptics while also promoting economic empowerment through simple industries.
Development of Educational Game-Based Learning Media for Android Using Wordwall in Chemistry Learning Acid Base Material in Class XI of SMA N 2 Muaro Jambi Siregar, Laila Hafni Aulia; Dewi, Fatria; Romundza, Febbry

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8420

Abstract

The focus of this study is to create educational media through Android games centered on acidbase concepts, utilizing Wordwall. Additionally, the research seeks to assess the validity, practicality, and effectiveness of this educational media, as evaluated by content and media specialists, teacher feedback, student reactions, and examinations of the students' learning results related to the games created. The development framework employed follows the model proposed by Lee & Owens (2004), which consists of five phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The study was carried out with a pilot group of 10 students from SMAN 2 Muaro Jambi. To analyze the data, both qualitative and quantitative approaches were used. The findings revealed that the educational game created was deemed valid and appropriate, achieving average validation scores of 4. 14 for material and 4 for media. The average evaluation score from practitioners was 4. 66. Results from the individual trials showed a success rate of 91. 11%, while the small group trial results achieved a percentage of 89. 86%. Furthermore, the effectiveness test of the product produced an Ngain of 0. 52, indicating a medium rating. From these outcomes, the Android game created with Wordwall was confirmed to be valid, practical, and effective, receiving favorable feedback from students during the learning process.
Efektivitas Model Project Based Learning (PjBL) Menggunakan Game (Educaplay) untuk Meningkatkan Kreatifitas Belajar Mahasiswa Febbryromundza, Febbryromundza; sahara, sahara; Siregar, Dwi Rayana; Ulfah, Fadilla
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Media Informatika Edisi September - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning atau PjBL) yang dikombinasikan dengan media edukatif Educaplay dalam meningkatkan kreativitas belajar mahasiswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan dua kelompok mahasiswa sebagai sampel: kelompok eksperimen yang menggunakan model PjBL dengan bantuan Educaplay dan kelompok kontrol yang menjalani pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kreativitas (pre-test dan post-test) dan kuesioner respons mahasiswa. Analisis data menggunakan uji-t untuk membandingkan rata-rata kreativitas kedua kelompok dan uji gain untuk melihat peningkatan kreativitas. Hasil menunjukkan bahwa penerapan model PjBL yang didukung Educaplay secara signifikan meningkatkan kreativitas mahasiswa dibandingkan dengan metode konvensional. Hasil uji-t menunjukkan perbedaan signifikan pada post-test antara kedua kelompok (p < 0,05), sementara uji gain pada kelompok eksperimen mencapai rata-rata indeks gain sebesar 0,71 (kategori tinggi), sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 0,45 (kategori sedang). Kuesioner menunjukkan bahwa 87% mahasiswa lebih termotivasi dan aktif dalam pembelajaran menggunakan Educaplay, dan 80% merasa lebih bebas mengembangkan ide kreatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa PjBL berbasis media interaktif seperti Educaplay efektif dalam meningkatkan kreativitas, keterlibatan, dan motivasi belajar mahasiswa, sehingga dapat menjadi alternatif pembelajaran di pendidikan tinggi
Pengaruh Model Kooperatif Tipe Kancing Gemerincing (Jingle Button) terhadap Keterampilan Berbicara dan Hasil Belajar Kimia Siswa SMA Romundza, Febbry; Hariyanto, Hariyanto; Sanova, Aulia
Multi Discere Journal Vol. 3 No. 1 (2024): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mj.v3i1.2234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model kooperatif tipe kancing gemerincing (jingle button) dalam meningkatkan keterampilan berbicara dan hasil belajar kimia siswa. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diajar menggunakan model kooperatif kancing gemerincing dan kelompok kontrol dengan metode ekspositori. Analisis data dilakukan dengan uji-t dan analisis deskriptif untuk menguji perbedaan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan berbicara, dengan rata-rata nilai mencapai 66,3%, dibandingkan dengan kelas kontrol yang hanya 59,4%. Nilai posttest hasil belajar kognitif di kelas eksperimen juga lebih tinggi (85,29) dibandingkan dengan kelas kontrol (72,93), dan ketuntasan belajar klasikal di kelas eksperimen mencapai 96,7% dibandingkan dengan 48,5% di kelas kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa model kooperatif kancing gemerincing efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa dan pemahaman konsep kimia yang abstrak, sehingga model ini dapat menjadi strategi pembelajaran yang berguna untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa dan kualitas pemahaman mereka dalam materi kimia. The Effect of the Cooperative Learning Model Jingle Button on High School Students' Speaking Skills and Chemistry Learning Outcomes  Abstract This study aimed to evaluate the effectiveness of the Jingle Button cooperative learning model in enhancing students' speaking skills and chemistry learning outcomes. This research employed a quasi-experimental design with two groups: an experimental group taught using the Jingle Button model and a control group taught using the expository method. Data analysis was conducted using t-tests and descriptive analysis to assess differences between the experimental and control groups. The findings show that students in the experimental group experienced a significant increase in speaking skills, with an average score of 66.3%, compared to 59.4% in the control group. The post-test cognitive learning outcomes in the experimental group were also higher (85.29) than in the control group (72.93), with the experimental group achieving a class-wide learning mastery of 96.7% compared to 48.5% in the control group. These findings indicate that the Jingle Button cooperative model is effective in enhancing students’ speaking skills and understanding of abstract chemistry concepts, making this model a useful teaching strategy for improving active participation and the quality of students’ understanding in chemistry.
Membangun Kemandirian dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Pasca Sekolah Sahara, Sahara; Romundza, Febbry; Ilmi, Miftahul; Batara Silalahi, Rudi Yanto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.5994

Abstract

Transformasi digital menuntut lulusan SMK memiliki kemampuan adaptif dan mandiri dalam menghadapi dunia kerja serta menciptakan peluang ekonomi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun kemandirian dan kesiapan siswa kelas 3 SMK Permata Harapan Kota Batam melalui pelatihan kewirausahaan digital berbasis proyek. Kegiatan dilaksanakan secara daring selama 12 minggu dengan melibatkan 60 siswa dari jurusan RPL, AKL, dan BDP, melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan interaktif daring (webinar, workshop, simulasi usaha), serta evaluasi berbasis pre-post test, refleksi, dan portofolio digital. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman kewirausahaan sebesar 88%, dengan skor pre-test dan post-test naik dari 61,2 menjadi 81,5; 13 dari 15 kelompok berhasil menyusun proposal bisnis digital lengkap, dan beberapa kelompok menjalankan usaha nyata di media sosial. Selain keterampilan teknis, 85% siswa merasa lebih siap berwirausaha dan 79% lebih percaya diri menyampaikan ide di depan publik. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan daring berbasis proyek efektif dalam menumbuhkan kemandirian, keterampilan kerja, dan kesiapan siswa SMK dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.