Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan Ibu-ibu Rumah Tangga di Perumahan Bukit Bambe RT 24 Driyorejo Gresik dalam Mendiversifikasi Produk Olahan Makanan Rice Bowl Daniel Pandu Mau; Mahmudi Mahmudi; Ivy Dian Puspitasari Prabowo; Achmad Taufiq; Bawa Mulyono Hadi; Otje Herman Wibowo
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v6i2.1698

Abstract

Masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga (IRT) Perumahan Bukit Bambe, Driyorejo- Gresik belum mampu berproduktif dan berdaya guna secara ekonomi. Pendapatanya yang rata-rata masih di bawah UMK belum mampu untuk menambah pendapatan kepala keluarga. Meskipun beberapa IRT sudah menjalankan usaha olahan makanan rumahan nasi kemasan, tetapi belum mampu menopang perekonomian keluarga karena tingkat peminatannya cenderung fluktuatif. Rendahnya pengetahuan dan kemampuannya dalam mendiversifikasi atau mengolah makanan yang kreatif dan inovatif menjadi penyebabnya. Oleh sebab itu, diformulasikanlah suatu solusi yaitu melalui pelatihan mendiversifikasi olahan makanan nasi kemasan menjadi konsep rice bowl. Ini merupakan bisnis kuliner yang sedang berkembang dan diminati pasar hingga saat ini. Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, praktik, dan diskusi. Berdasarkan hasil evaluasi pasca pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan para IRT tersebut, bahkan termotivasi untuk membuka dan mengembangkan usaha rice bowl mulai dari skala kecil.  Kata kunci: Bukit Bambe; Diversifikasi Produk; Rice Bowl
Peran Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan dan Sentra kuliner Terhadap Pendapatan Masyarakat Achmad Taufiq

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jsb.v10i2.4166

Abstract

English Version This study aims to examine the effect of culinary businesses and sustainable tourism partially and simultaneously on community income in Surabaya City. In this context, the research method used is quantitative method, which allows researchers to collect data in the form of numbers and test the relationship between the variables studied. The data collection process was carried out by filling out a questionnaire by respondents who were selected incidentally (incidental sampling), namely taking a sample of people who were easily accessible or available at the time of the research. The number of respondents used was 40 people. The data analysis technique carried out includes several stages. First, the validity test and reliability test were carried out to ensure that the questionnaire instrument used was the right tool to measure the research variables and provide consistent results. Furthermore, the normality test, heteroscedasticity test, and multicollinearity test were used to check whether the data used met the statistical assumptions required in linear regression analysis. The multiple linear regression test results yielded the following conclusions: First, culinary business does not significantly affect the income of people around Surabaya City area. Second, sustainable tourism has a significant effect on community income around Surabaya City area. Finally, the F test results show that the combination of culinary businesses and sustainable tourism has a significant effect on community income in Surabaya City. This means that the development of these two sectors together has a positive impact on community income. Versi IndonesiaPenelitian ini bertujuan menginvestigasi dampak usaha kuliner dan pariwisata berkelanjutan, terhadap pendapatan masyarakat di Kota Surabaya. metodologi penelitian kuantitatif digunakan karena memungkinkan pengumpulan data berupa angka-angka dan analisis hubungan antara variabel-variabel yang sedang diteliti. Kuesioner disebarkan secara langsung pada respunden dengan metode sampel insidental, yaitu dengan memilih individu yang mudah diakses atau tersedia selama periode penelitian. Sebanyak 40 responden terlibat dalam penelitian ini. Hasil dari analisis regresi linier berganda mengarah pada kesimpulan berikut: Pertama, ditemukan bahwa usaha kuliner tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan penduduk di sekitar Kota Surabaya. Kedua, pariwisata berkelanjutan ternyata memiliki dampak yang signifikan terhadap pendapatan masyarakat lokal di wilayah Kota Surabaya. Terakhir, hasil uji F menunjukkan bahwa pengaruh gabungan dari usaha kuliner dan pariwisata berkelanjutan memiliki dampak yang signifikan terhadap pendapatan masyarakat di Kota Surabaya. Hal ini mengindikasikan bahwa pengembangan kedua sektor ini secara bersama-sama memiliki efek positif terhadap pendapatan masyarakat.
EFEKTIVITAS PENYAJIAN BREAKFAST À LA CARTE DAN BUFFET PADA RESTORAN HOTEL: STUDI KASUS DI PREGO K GALLERY HOTEL Lorenz Egan Adi Dharma; Bawa Mulyono Hadi; Achmad Taufiq; Daniel Pandu Mau
The Sages Journal Vol. 4 No. 01 (2025): The Sages Journal: Culinary Science and Business_Agustus
Publisher : LPPM Akademi Sages

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61195/sages.v4i01.30

Abstract

Layanan breakfast merupakan salah satu komponen penting dalam operasional restoran hotel karena berhubungan langsung dengan efisiensi pelayanan dan pengalaman tamu. Perbedaan metode penyajian breakfast, khususnya antara sistem à la carte dan buffet, menuntut pengelolaan yang tepat agar kualitas layanan tetap terjaga dalam berbagai kondisi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode penyajian breakfast à la carte dan buffet dalam konteks operasional restoran hotel, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap alur pelayanan dan pengalaman tamu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Restoran Prego K Gallery Hotel. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses pelayanan breakfast, wawancara dengan staf dan manajemen restoran, serta dokumentasi pendukung. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan karakteristik operasional, efisiensi waktu pelayanan, dan distribusi beban kerja pada kedua metode penyajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode à la carte unggul dalam pengendalian kualitas makanan dan personalisasi pelayanan, tetapi menghadapi keterbatasan efisiensi waktu pada kondisi volume tamu tinggi. Sebaliknya, metode buffet lebih efektif dalam melayani jumlah tamu yang besar dalam waktu terbatas, meskipun memerlukan pengawasan yang konsisten untuk menjaga kualitas dan tampilan hidangan. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas penyajian breakfast tidak bersifat absolut, melainkan kontekstual dan bergantung pada kondisi operasional restoran. Oleh karena itu, penerapan strategi penyajian yang adaptif menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional dan kualitas pengalaman tamu di restoran hotel.
PERAN DESAIN BOX KEMASAN COOKIES DALAM MEMBENTUK PERSEPSI KUALITAS DAN NILAI PRODUK Laurencia Kelly; Ivy Dian Puspitasari Prabowo; Achmad Taufiq
The Sages Journal Vol. 4 No. 01 (2025): The Sages Journal: Culinary Science and Business_Agustus
Publisher : LPPM Akademi Sages

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61195/sages.v4i01.32

Abstract

Persaingan dalam industri makanan ringan, khususnya produk cookies, menuntut strategi pengembangan produk yang tidak hanya berfokus pada kualitas intrinsik, tetapi juga pada elemen ekstrinsik yang membentuk persepsi konsumen sejak tahap awal interaksi. Dalam konteks ini, kemasan box cookies berperan sebagai media komunikasi visual dan simbolik yang memediasi hubungan antara produk dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap kemasan box cookies serta perannya dalam membentuk daya tarik dan daya saing produk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan metode wawancara semi-terstruktur terhadap konsumen yang memiliki pengalaman membeli atau mengonsumsi cookies dalam kemasan box. Informan dipilih secara purposive, dan data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola persepsi, makna, dan mekanisme evaluasi yang digunakan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan box cookies berfungsi sebagai pemicu kognitif dalam tahap awal evaluasi produk, membentuk asumsi awal mengenai kualitas, profesionalisme produsen, dan nilai produk melalui isyarat visual. Selain itu, integrasi aspek visual, fungsional, informatif, dan simbolik kemasan secara signifikan memperkuat persepsi nilai dan kepercayaan konsumen, serta memperluas konteks konsumsi, terutama dalam situasi pemberian hadiah. Hasil ini menegaskan bahwa kemasan box cookies tidak dapat diposisikan semata-mata sebagai elemen pelindung produk, melainkan sebagai bagian integral dari strategi diferensiasi dan komunikasi nilai produk. Pemahaman yang komprehensif terhadap persepsi konsumen terhadap kemasan menjadi landasan penting dalam perancangan kemasan yang mampu meningkatkan daya saing produk secara berkelanjutan.
The Role Of Local Culinary Innovation In Supporting Regional Branding In Gresik Regency Bawa Mulyono Hadi; Ivy Dian P. Prabowo; Achmad Taufiq
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2272

Abstract

The development of experience-based tourism has driven local culinary offerings to become one of the strategic elements in shaping destination identity and image. Gresik Regency has a variety of distinctive culinary products with the potential to be developed as part of a regional branding strategy, but their utilization has not yet been optimally integrated with regional tourism and creative economy development. This study aims to analyze the forms of local culinary innovation in Gresik Regency, examine its role in supporting regional branding, and formulate a regional branding development model based on local culinary innovation. The study uses a descriptive qualitative approach with a case study strategy. Data were obtained through in-depth interviews, field observation, and documentation studies involving culinary MSME actors, local government, tourism destination managers, academics, and tourists. Data analysis was conducted using thematic analysis with the stages of coding, theme grouping, interpretation, and data triangulation. The results show that local culinary innovation develops across four main dimensions, namely product innovation, process innovation, packaging innovation, and digital marketing innovation. Field findings reveal that this innovation is manifested through product development, the use of packaging that highlights local cultural elements, the application of process standardization, and the utilization of social media in culinary promotion, which together create a gastronomic experience and strengthen the identity and image of Gresik Regency as a culture and culinary based tourism destination. This study produces a conceptual model of Local Culinary Innovation Based Regional Branding which explains that local culinary innovation acts as a strategic resource in building destination competitiveness and strengthening the regional creative economy. The research findings are expected to serve as a basis for local government and MSME actors in formulating sustainable gastronomic tourism development strategies.