Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TRANSFER OF VEHICLES SI JUKI'S INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTSFROM COMICS TO ANIMATION Kurniawan, Ehwan
International Review of Humanities Studies Vol. 5, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transfer of vehicles is removal and alteration. In a broader meaning, this term can even include the conversion of various types of science into works of art. Intellectual Property Rights are rights granted to the creators of Intellectual Property and include trademarks, copyrights, patents, industrial rights, and in some jurisdictional trade secrets. Art works including music and literature, as well as inventions, words, expressions, symbols, and designs can all be protected as intellectual property. Comics (noun) plural form, used with a single verb. Pictures and other symbols that are overlap (close together, next to each other) in sequentially thing, to provide information and/or achieve aesthetic responses from readers. Animation is a two-dimensional image or three-dimensional model that seems to move, because of the brain's ability to always save/remember images that were seen before. To enjoy the animation how to move a collection of images that are displayed sequentially with a certain speed that creates the impression of moving from the image
Character Creating Process and Meaning of GWK' FFI 2015 Animation as Preservation of Balinese Mythology Kurniawan, Ehwan
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 16 No 2 (2023): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimart.v16i2.3417

Abstract

The GWK (Garuda Wisnu Kencana) animation tells the story of the adventures of a magical boy named Garuda in obtaining Tirta Amerta (water of life) belonging to Lord Vishnu to free his mother who is held hostage by a magical grandmother named Kadru, the animation that can be watched at GWK Bali Cultural Park won the Citra trophy in the animation category in 2015. The purpose of this research is to explain: 1. The process of GWK character creation, 2. The meaning of the animated character characterized by Balinese mythology. The results showed that the process of creating Garuda Wisnu Kencana animation consisted of several stages which were quite a long process, starting from pre-production, production to post-production and screening until now as in 2023 at GWK cultural park, Uluwatu, Bali. The type of work is 3D animation with a duration of 34 minutes, telling the story of the little Garuda adventure in getting tirta amerta (water of life) belonging to Lord Vishnu to free his mother from the hostage taken by the witch Kadru. The meaning that can be explained from this creation is the meaning of creativity, the meaning of preservation, the meaning of national identity. The finding of this research is that the production process of Garuda Wisnu Kencana animation consists of several stages that are quite long, starting from pre-production. The conclusion of this research is that the process of creating GWK requires collaborative work with high standards and can be a promotion and preservation of Balinese culture. Keywords: best animation; FFI; 2015; GWK; character; balinese; mythology.
Perbandingan Kualitas dan Efisiensi Render Antara Eevee dan Cycles Blender dalam Film Animasi “Ireng” Nuswantoro, Fajar; Kurniawan, Ehwan; Fransisco Totti, Daniel
IMAJI Vol. 15 No. 3 (2024): Ruang, Penonton, dan Wacana Sinematik
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v15i3.245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan komprehensif bagi para seniman dan profesional di industri animasi dan grafik komputer dalam memilih render engine yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Tujuan khusus penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan kualitas visual antara render engine Eevee dan Cycles, mengukur efisiensi waktu render kedua engine dalam berbagai skenario, menilai performa hardware yang dibutuhkan oleh masing-masing engine, dan memberikan rekomendasi berdasarkan analisis komparatif untuk berbagai aplikasi praktis. Untuk mencapai tujuan ini, peneliti telah melakukan serangkaian uji coba dan analisis terhadap kedua engine menggunakan skenario yang mewakili berbagai kasus pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dan analisis komparatif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Metode yang diterapkan mencakup pengumpulan data dengan membangun adegan uji yang mencakup berbagai elemen grafis seperti tekstur, pencahayaan, dan kompleksitas objek, serta melakukan render adegan tersebut menggunakan Eevee dan Cycles pada perangkat keras yang sama demi menjaga konsistensi. Pengukuran dan analisis akan dilakukan dengan mengukur waktu render yang dibutuhkan oleh masing-masing engine untuk setiap adegan, mengevaluasi kualitas visual hasil render melalui perbandingan side-by-side dan metrik kualitas gambar objektif, serta mencatat penggunaan sumber daya perangkat keras selama proses render. Data yang diperoleh diolah menggunakan perangkat lunak analisis statistik untuk menyusun laporan yang menguraikan temuan utama, perbandingan kualitas dan efisiensi, serta rekomendasi praktis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan yang bermanfaat bagi pengguna Blender dalam memilih antara menggunakan Eevee atau Cycles sesuai kebutuhan mereka.
PRAKTEK SOSIAL PEDULI SAMPAH PLASTIK MELALUI FILM ANIMASI INDONESIA Kurniawan, Ehwan
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran yang bersumber dari mikroplastik merupakan salah satu permasalahan global yang saat ini sedang menjadi sorotan bagi para pemerhati lingkungan. Pada 2023 lalu Animasi “Kiko in the Deep Sea” tayang di bioskop, menceritakan kisah petualangan karakter ikan Kiko bersama Tingting, Lola, Poli, Patino, Karkus, dan Pupus yang sedih melihat di kehidupan di bawah lautnya terjadi kerusakan ekosistem. Pesan dari animasi Kiko selain sebagai sarana hiburan yang mengedukasi, para penonton juga diajak untuk menjaga kebersihan khususnya ekosistem laut dengan tidak membuang sampah sembarangan, memisahkan sampah plastik dengan plastik lainnya serta mengurangi penggunaan plastik. Selain Kiko ada animasi pemenang FFI 2020 berjudul Prognosis yang menyampaikan pesan untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitarnya. Pengkajian ini bertujuan untuk: 1. mengidentifikasi karakter animasi Kiko dan Prognosis, 2. Menganalisis praktek sosial dari animasi Kiko dan Prognosis dalam menyampaikan pesan kepedulian sampah plastik kepada anak sedini mungkin. Metode penelitian yang digunakan dalam pengkajian ini adalah kualitatif, menggunakan teori sosiologi Piere Bordieu untuk menganalisis pesan dari animasi tersebut dalam menyampaikan praktek sosial peduli lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui peninjauan film animasi dan pengamatan sistematis terhadap karakter yang muncul dalam animasi tersebut dan referensi pustaka. Hasil penulisan artikel ini menunjukkan bahwa praktek sosial peduli lingkungan yang disampaikan melalui media animasi dengan target pemirsanya mulai dari anak-anak sekolah dengan didampingi orang tuanya. Temuan pengkajian ini adalah melalui artikel ini adalah praktek sosial peduli lingkungan yang dikolaborasikan melalui film animasi.