Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Usability e-Survey Layanan Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Menggunakan Metode User Centered Design Supriyono Supriyono
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 5 No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/ilkomnika.v5i1.539

Abstract

Perguruan tinggi merupakan bagian dari salah satu lembaga pendidikan yang perlu ditingkatkan kualitas mutu secara spesifik. Kualitas layanan yang diberikan dapat dilakukan evaluasi dan diidentifikasi melalui survey kepuasan akademik. Hal itu sebagai bahan dasar peningkatan mutu untuk mengetahui apa yang diinginkan mahasiswa khususnya dalam hal pelayanan akademik. Survei layanan akademik meliputi evaluasi kegiatan akademik dan layanan lainnya. Penelitian berikut ini mengusulkan peningkatan Usability e-Survey yang sudah dikembangkan. Berdasarkan hasil evaluasi perlu adanya peningkatan dengan tujuan agar proses evaluasi dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini mengusulkan pendekatan metode User Centered Design (UCD) dalam perancangan e-Survey. Desain sistem e-Survey menggunakan pendekatan user requirement dan pengembangan aplikasi menggunakan framework odoo ERP. Hasil penelitian ini menghasilkan tingkat Usability yang baik dan dapat dijalankan serta menerapkab sebuah metode sistem Usability Scale. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai Usability sebesar 70.
Implementasi Metode Usability Testing pada Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak Website Kelurahan Dinoyo Supriyono Supriyono; Naila Dina Fi Ardillah
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 5 No 3 (2023): Volume 5, Nomor 3, Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/ilkomnika.v5i3.566

Abstract

Dalam era digital, teknologi website memainkan peran sentral dalam meningkatkan akses informasi masyarakat. Kelurahan Dinoyo di Kota Malang menonjolkan komitmen mereka untuk memberikan layanan yang optimal dengan memanfaatkan media website. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur usability website Kelurahan Dinoyo guna memastikan kemanfaatan dan kemudahan penggunaan bagi masyarakat. Melalui penerapan Usability Testing dengan fokus pada efisiensi, kemudahan pemahaman, daya ingat, tingkat kesalahan, dan kepuasan pengguna, hasil penelitian menunjukkan bahwa website ini dinilai baik dengan nilai rata-rata komponen usability mencapai 4,28 dari skala penghitungan yang digunakan. Temuan ini mengindikasikan bahwa website Dinoyo dapat diakses dan digunakan dengan efisien oleh masyarakat. Implikasinya, Kelurahan Dinoyo dapat terus meningkatkan dan memperbaiki kualitas layanan online mereka untuk lebih memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat, serta menjadikan website sebagai alat yang efektif dalam menyampaikan informasi dan pelayanan publik.
Islamic Law in the Era of Artificial Intelligence: A Systematic Literature Review Sudirman Sudirman; Sutiah Sutiah; Supriyono Supriyono
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i4.1072

Abstract

This systematic literature review examines the intersection between Islamic law and artificial intelligence, aiming to identify how Shariah principles address the ethical, legal, and practical challenges posed by emerging AI technologies. The study applies the PRISMA method to analyse 67 peer-reviewed publications from 2010 to 2025 sourced from central databases. The reviewed literature is categorised into five core themes: Shariah-aligned AI ethics, AI personhood and legal responsibility, the integration of AI in Islamic finance and judiciary systems, AI-assisted fatwa issuance and ijtihad, and regulatory gaps in aligning AI with maqasid al-shariah. Findings suggest an increasing scholarly engagement with Islamic jurisprudence as a moral compass for technological governance. However, the research also reveals inconsistencies in theological interpretations and a lack of policy frameworks within Muslim jurisdictions. The review concludes that a cohesive Shariah-based framework for AI ethics is both necessary and timely, and it proposes strategic directions for future research and the development of institutional policy.