Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penggunaan Zoom dalam Kampanye Daring oleh Pemenang Pilkada Tahun 2020 di Kabupaten Pangandaran Saat Pandemi COVID-19 Galang Ikhwan Aji Sabda; Evie Ariadne Shinta Dewi; Subekti W. Priyadharma
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikb.v8i2.882

Abstract

Masa pandemi COVID-19 menimbulkan kekhawatiran bagi calon kepala daerah. Adanya aturan dari KPU yang membatasi pertemuan untuk berkampanye hanya boleh dihadiri oleh 50 orang dalam satu titik telah menjadi kendala untuk kampanye yang efektif. Berkat kreatifitas dan inovasi dengan menggunakan teknologi digital yang dihadirkan oleh tim kampanye, kendala tersebut dapat diatasi. Hal tersebut menjadi modal yang baik bagi pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 H. Jeje Wiradinata dan H. Ujang Endin Indrawan yang melakukan kampanye secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kriteria pemilihan media yang digunakan dalam kampanye dan teknis pelaksanaan kampanye yang menggunakan media Zoom dari paslon 1 dalam memenangkan Pilkada tahun 2020 di Kabupaten Pangadaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Informan pada penelitian ini berjumlah 10 orang yaitu mereka terlibat dalam kampanye daring Paslon 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye daring menggunakan Zoom yang dilakukan oleh Paslon 1 berhasil karena: (1) frekuensi pertemuan Paslon 1 dengan calon pemilih lebih banyak dibandingkan dengan Paslon 2, (2) penggunaan waktu dan biaya lebih efisien dibandingkan dengan kampanye luring, (3) masyarakat menjadi lebih tahu dan paham akan visi, misi, dan program dari Paslon 1 karena pertemuannya lebih intens, dan (4) materi kampanye yang telah disampaikan bisa dilihat kembali setelah kampanye selesai melalui media sosial Pangandaran Juara. Kata Kunci: Kampanye Online, Zoom, Pandemi COVID-19, Pilkada 2020, Kabupaten Pangandaran
Penggunaan Zoom dalam Kampanye Daring oleh Pemenang Pilkada Tahun 2020 di Kabupaten Pangandaran Saat Pandemi COVID-19 Galang Ikhwan Aji Sabda; Evie Ariadne Sinta Dewi; Subekti W. Priyadharma
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 8 No 2: April 2023
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/6cfd7472

Abstract

Masa pandemi COVID-19 menimbulkan kekhawatiran bagi calon kepala daerah. Adanya aturan dari KPU yang membatasi pertemuan untuk berkampanye hanya boleh dihadiri oleh 50 orang dalam satu titik telah menjadi kendala untuk kampanye yang efektif. Berkat kreatifitas dan inovasi dengan menggunakan teknologi digital yang dihadirkan oleh tim kampanye, kendala tersebut dapat diatasi. Hal tersebut menjadi modal yang baik bagi pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 H. Jeje Wiradinata dan H. Ujang Endin Indrawan yang melakukan kampanye secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kriteria pemilihan media yang digunakan dalam kampanye dan teknis pelaksanaan kampanye yang menggunakan media Zoom dari paslon 1 dalam memenangkan Pilkada tahun 2020 di Kabupaten Pangadaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Informan pada penelitian ini berjumlah 10 orang yaitu mereka terlibat dalam kampanye daring Paslon 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye daring menggunakan Zoom yang dilakukan oleh Paslon 1 cukup berhasil dan dapat dijadikan alternatif kampanye dimasa mendatang, karena: (1) frekuensi pertemuan Paslon 1 dengan calon pemilih lebih banyak dibandingkan dengan Paslon 2, (2) penggunaan waktu dan biaya lebih efisien dibandingkan dengan kampanye luring, (3) masyarakat menjadi lebih tahu dan paham akan visi, misi, dan program dari Paslon 1 karena pertemuannya lebih intens, dan (4) materi kampanye yang telah disampaikan bisa dilihat kembali setelah kampanye selesai melalui media sosial Pangandaran Juara.
Strategi komunikasi Politik dalam Meningkatkan Literasi dan Partisipasi Petani serta Nelayan Kabupaten Pangandaran dalam Pemilu 2024 melalui Sosialisasi Galang Ikhwan Aji Sabda; Evie Ariadne Shinta Dewi; Ilham Gemiharto; Naurah Lisnarini
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 6 No 1: JANUARI 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/dfyahw33

Abstract

Literasi dan partisipasi politik merupakan elemen penting dalam demokrasi, namun komunitas petani dan nelayan sering kali menghadapi kesenjangan informasi yang signifikan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran strategi komunikasi politik dalam meningkatkan partisipasi politik petani dan nelayan di Kabupaten Pangandaran menjelang Pemilu 2024, yang merupakan bagian dari upaya pemberdayaan komunitas marjinal.Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan dengan metode pendekatan partisipatif, termasuk kegiatan sosialisasi yang interaktif, forum diskusi yang mendorong keterlibatan aktif peserta, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat peningkatan pemahaman. Peserta yang terlibat terdiri dari petani dan nelayan yang menjadi kelompok sasaran utama. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan sosialisasi komunikasi politik yang inovatif berhasil menciptakan ruang dialog yang kondusif. Sementara itu, pendidikan politik berbasis komunitas terbukti efektif dalam memberdayakan kelompok sasaran dengan meningkatkan literasi politik mereka dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hak dan kewajiban politik. Kombinasi pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman politik, tetapi juga memperkuat partisipasi aktif masyarakat dalam demokrasi. Partisipasi ini berpotensi menciptakan perubahan signifikan dalam cara komunitas marjinal terlibat dalam proses politik, sekaligus mendukung kualitas demokrasi lokal yang lebih inklusif dan berkeadilan.   Kata Kunci: Literasi Politik, Partisipasi Politik, Komunikasi Politik, Pendidikan Komunitas, Pemilu 2024   ABSTRACT Political literacy and participation are essential elements of democracy. However, farmer and fisher communities often face significant information gaps. This article aims to elucidate the role of political communication strategies in enhancing political participation among farmers and fishers in Pangandaran Regency ahead of the 2024 Elections, as part of efforts to empower marginalized communities.This Community Service (PkM) program was conducted using a participatory approach, encompassing interactive socialization activities, discussion forums that encouraged active participant engagement, and evaluations through pre-tests and post-tests to measure levels of understanding improvement. Participants consisted of farmers and fishers as the primary target groups. The findings indicate that innovative political communication socialization successfully created a conducive dialogue space. Furthermore, community-based political education proved effective in empowering the target groups by enhancing their political literacy and providing a deeper understanding of political rights and responsibilities. The integration of these approaches not only improved political understanding but also strengthened active community participation in democracy. This participation has the potential to drive significant changes in how marginalized communities engage in political processes, while simultaneously supporting a more inclusive and equitable quality of local democracy.   Keywords: Political Literacy, Political Participation, Political Communication, Community Education, 2024 Elections
Membedah Retorika Politik Presiden Prabowo Subianto pada Pidato Hari Buruh Internasional 2026 di YouTube: Analisis Retorika Aristoteles Atef Fahrudin; Galang Ikhwan Aji Sabda
TheJournalish: Social and Government Vol. 7 No. 3 (2026): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v7i3.1129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedah retorika politik Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang diunggah pada kanal YouTube resmi Prabowo Subianto. Pidato ini dipilih karena menampilkan gaya komunikasi politik yang khas, memadukan naskah formal kenegaraan dengan improvisasi lisan yang spontan di hadapan massa buruh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap transkrip audiovisual (file SRT) berdurasi 46 menit 17 detik yang berisi 2.479 kata ujaran. Kerangka analisis yang digunakan adalah teori retorika Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos, yang diperkaya dengan lima kanon retorika klasik (inventio, dispositio, elocutio, memoria, dan pronuntiatio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pathos dan logos mendominasi struktur persuasi pidato, ditandai dengan narasi personal tentang latar belakang militer dan pengalaman lima kali mencalonkan diri sebagai presiden, serta pemaparan sejumlah kebijakan konkret seperti Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 dan dua Peraturan Presiden tentang perlindungan pekerja. Ethos dibangun melalui protokol kenegaraan, simbol religiusitas dan pluralisme, serta klaim moral antikorupsi. Dari sisi lima kanon retorika, pidato ini memperlihatkan dispositio yang cair karena Presiden secara eksplisit menyimpang dari naskah yang telah disiapkan, serta elocutio yang mencampurkan register bahasa Indonesia formal, dialek Jakarta yang informal, dan bahasa Jawa pada bagian penutup. Temuan ini memperkuat argumen bahwa retorika politik populis kontemporer di Indonesia memanfaatkan platform digital untuk menampilkan kedekatan emosional sekaligus legitimasi kebijakan
The Experience of Transcendental Communication in Tahajud Prayer Among TikTok User @dynsonlyy Syaifuddin Syaifuddin; Atef Fahrudin; Galang Ikhwan Aji Sabda
Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/syiar.v5i1.728

Abstract

The digital era transforms religious practices such as Tahajud prayer into a spiritual experience publicly shared and reinterpreted through social media, creating a new reality of transcendental communication within digital spaces. This study aims to understand the meaning of transcendental communication in Tahajud prayer shared by the TikTok user @dynsonlyy through virtual ethnographic analysis of comments and digital interactions. This research employs mixed methods with a sequential explanatory design, combining virtual ethnography, descriptive quantitative analysis, netnography, methodological triangulation, and data visualization to understand transcendental communication comprehensively. Research findings: The study reveals that transcendental communication through Tahajud prayer on TikTok is personal, collective, and significantly impactful. From 309 analyzed comments, 88 experiences related to sustenance (rezeki), 63 to inner peace, 52 to education issues, 46 to finance, 41 to family, and 40 to work were identified. One hundred fifty-six comments contained prayer requests, 96 reflected emotional transformation, and 29 noted mystical experiences. TikTok functions as a sacred digital space, enabling authentic spiritual expression and forming a networked religious community, strengthening religious identity while serving as a medium for collective coping and spiritual transformation in the digital era. Conclusion: Transcendental communication in Tahajud prayer on TikTok evolves into digital communal spirituality, dominated by prayer requests and sustenance outcomes, demonstrating real psychological and material effects.