Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perancangan Bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Tahu (Studi Kasus Industri Tahu di Dusun Janten, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul) Azis Fatkhurrohman; Dewi Sulistyorini; Lilik Hendro Widaryanto; Ahmad Mashadi; Yacobus Sunaryo
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tahu merupakan industri UMKM yang banyak tersebar di beberapa Kapanewon di Bantul dan juga menjadi industri rumah tangga. Sebagian besar industri tahu di Kabupaten Bantul tidak memiliki unit pengelolaan limbah sehingga limbah yang dihasilkan dari rumah produksi langsung dibuang ke saluran air dan menyebabkan pencemaran air. Air limbah yang berasal dari limbah industri tahu merupakan salah satu sumber pencemaran air yang menjadi permasalahan di masyarakat. Hal ini disebabkan karena air limbah industri tahu akan mempengaruhi sifat fisik, kimia air yang berpengaruh pada kelangsungan hidup organisme perairan dan bau limbah tahu mengganggu lingkungan setempat. Perancangan ini bertujuan untuk memberikan rancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Tahu di Dusun Janten, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. IPAL dirancang secara batch dengan sistem ekualisasi, pengendap awal, anaerobic baffle reactor (ABR), anaerobik filter dan pengendap akhir. Tahap perancangan IPAL meliputi perhitungan dimensi masing-masing unit IPAL, merancang gambar tiap unit. Terdapat beberapa unit pada perancangan IPAL dengan limbah cair sebanyak 16.500 L/hari yaitu: Bak ekualisasi (panjang = 1,75 m, lebar = 1,00 m, tinggi = 2,55 m), Bak pengendap awal (panjang = 2,13 m, lebar = 1,00 m, tinggi = 2,55 m, jumlah kompartemen = 4 ruang), Bak anaerobic baffle reactor (panjang = 3,67 m, lebar = 1,50 m, tinggi = 2,55 m, jumlah kompartemen = 3 ruang), Bak anaerobik filter (panjang = 3,67 m, lebar = 1,50 m, tinggi = 2,55 m, jumlah kompartemen = 3 ruang), Bak pengendap akhir (panjang = 2,13 m, lebar = 1,00 m, tinggi = 2,55 m, jumlah kompartemen = 4 ruang).
Analisis Curah Hujan Efektif di Daerah Aliran Sungai Opak Lilik Hendro Widaryanto; Dendy Mochammad Bardan; Ahmad Mashadi
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan wilayah dalam hal ketersediaan air untuk bercocok tanam dapat dilihat dari besaran curah hujan efektif wilayah dalam setiap tahunnya sebagai penunjang lahan irigasi teknis. Curah hujan efektif sebagai andalan wilayah untuk irigasi tanaman padi, sehingga dapat digunakan sebagai gambaran pola tanam padi-padi-palawija. Pada saat ini ketersediaan lahan irigasi teknis berkurang tiap tahunnya karena alih fungsi lahan. Selain itu adanya perubahan musim akan mempengaruhi irigasi tanaman padi pada DAS Opak. Oleh karena itu, penelitian ini untuk mengetahui apakah DAS Opak mampu untuk mengairi tanaman padi di setiap tahunnya,  sehingga kedepan dapat dilakukan pembukaan lahan baru pada daerah yang masih memungkinkan dapat dikembangkan. Curah hujan efektif ( Re ) merupakan harga 70 % dari R80 dimana curah hujan 80 % nya pasti terjadi. Curah Hujan Efektif ( Re ) adalah ketersediaan air irigasi dalam perhitungan NFR (Need Field Requirement). Harga P (perkolasi) untuk DAS Opak, diharapkan masih ada di sekitar 2 – 6 mm. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa DAS Opak masih mampu untuk mengairi lahan pertanian khususnya tanaman padi dengan pola tanam padi-padi-palawija, sesuai pada musim penghujan, Oktober - April. Hujan tinggi hanya terjadi pada daerah tinggi ( elevasi > 500 meter), sedangkan di daerah rendah, tinggi hujan relatif normal.
Analisis Distribusi Curah Hujan Di Sub Das Opak Hulu Menggunakan Metode Aritmatika, Poligon Thiessen, Normal, Log Normal, Log Pearson III Dan Gumbel Anisa Wulandari; Ahmad Mashadi; sulistyorini dewi
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2023): April
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i1.14431

Abstract

Indonesia yang beriklim tropis dan terletak pada garis katulistiwa, membuat Indonesia mengalami penguapan air yang begitu besar sehingga mengakibatkan tingginnya curah hujan di Indonesia. Data curah hujan yang digunakan untuk perhitungan debit banjir rencana adalah hujan yang terjadi pada daerah aliran sungai (DAS) di saat yang sama. Untuk menghitung banjir rencana diperlukan data curah hujan dalam bentuk jam dan diperlukan data curah hujan selama 10 tahun. Penelitian ini menggunakan 6 metode yaitu aritmatika, poligon thiessen, normal, log normal, log pearson III, dan gumbell. Untuk mendapatkan hasil dari beberapa metode analisis yang telah disebutkan maka digunakan peta wilayah sub DAS Opak hulu dan data curah hujan tahunan 2009 sampai 2018 di beberapa stasiun curah hujan yang berada di wilayah sub DAS opak hulu. Dari hasil analisis didapatkan data hujan wilayah selama sepuluh tahun di sub DAS pak adalah pada tahun 2017 sebesar 177, 61mm/bulan, dan terkecil pada tahun 2010 sebesar 27, 67mm/bulan pada metode Aritmatika, sedangkan metode Poligon Thiessen diperoleh hujan wilayah terbesar adalah pada tahun 2017 sebesar 190,94mm/bulan dan terkecil pada tahun 2010 sebesar 1, 64mm/bulan. Distribusi yang sesuai dengan data perhitungan curah hujan di Sub DAS Opak Hulu dengan mengunakan Metode Normal mendapatkan nilai Cs sebesar 0, 157 dan Ck 3, 017. Dilanjutkan dengan pengujian distribusi metode Normal dengan pengujian Chi Kuadrat dan Uji Smirnov Kolmogorof mendapatkan hasil sesuai dengan syarat yaitu nilai X2 hitung < X2 Kritis dan Δp max < Δp kritis. Nilai dari pengujian Chi kuadrat adalah 0,4 < 1, 90 pada Uji Smirnov Kolmogorof 0,11 < 0,41.