Dinda Ayu Deliana
Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Infusa Daun Tempuyung (S. Arvensis L.) Terhadap Bakteri E. Coli Dan S. Aureus Asep Edi Sukmayadi; Purnama Lestari; Dinda Ayu Deliana
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.201

Abstract

Tempuyung (S. arvensis L) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki potensi menghambat pertumbuhan bakteri. Secara umum, pada daun tempuyung mengandung golongan senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian dilakukan untuk menguji aktivitas antibakteri daun tempuyung (S. arvensis L.) yang diekstrak secara infudasi terhadap pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus. Uji aktivitas antibakteri infusa daun tempuyung (S. arvensis L.) menggunakan metode cakram kertas melalui pengukuran zona hambat di sekitar kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi infusa yang diujikan yaitu 1 g/ml, 2 g/ml, 3 g/ml, 4 g/ml, dan 5 g/ml terhadap bakteri E. coli memiliki rata-rata diameter zona hambat secara berturut-turut sebesar 2,16 mm; 4,00 mm; 5,81 mm; 7,26 mm; dan 7,63 mm, serta terhadap bakteri S. aureus secara berturut-turut sebesar 2,45 mm; 4,06 mm; 5,53 mm; 7,31 mm; dan 7,88 mm. Zona hambat yang diperoleh didukung oleh keberadaan metabolit sekunder hasil skrining fitokimia yaitu flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji One Way Anova dan Uji Tukey HSD menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada konsentrasi yang diujikan terhadap kontrol negatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa infusa daun tempuyung (S. arvensis L.) dengan konsentrasi yang diujikan dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus.
Uji Efektivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L.) Pada Mencit Jantan Putih (Mus Musculus L.) Yang Diinduksi Aloksan Asep Edi Sukmayadi; Dede Imas Delia Putri; Dinda Ayu Deliana
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.338

Abstract

Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman obat yang bermanfaat sebagai antidiabetes. Daun kemangi mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang dapat menghambat dan menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antidiabetes ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap mencit yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Mencit dibuat hiperglikemi dengan pemberian aloksan. Mencit dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (Na-CMC 1%), kelompok perlakuan ekstrak daun kemangi dosis 100, 200 dan 300 mg/kg BB, dan kelompok positif (glibenklamid 0,7472 mg/kg BB). Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis deskriptif dengan melihat jumlah penurunan kadar glukosa darah mencit pada hari pertama (H1) dan hari ke (H8). Hasil rata-rata persentase penurunan glukosa darah pada kelompok kontrol negatif sebesar 4,95%, kelompok dosis ekstrak 100 mg/kg BB sebesar 27,24%, kelompok dosis ekstrak 200 mg/kg BB sebesar 32,31%, kelompok dosis ekstrak 300 mg/kg BB sebesar 34,36%, dan kelompok kontrol positif sebesar 53,90%. Berdasarkan hasil tersebut yang paling mendekati kontrol positif dengan persentase rata-rata sebanyak 34,36% yaitu kelompok dosis III (300 mg/kg BB) dengan nilai persentase rata-rata kontrol positif sebesar 53,90%
Uji Efek Sedatif Ekstrak Etanol Kangkung Air (Ipomoea Aquatica) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) Dinda Ayu Deliana; Maida Safitri; Emily Amali
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.345

Abstract

Kangkung air (Ipomoea aquatica) dikenal secara tradisional memiliki efek menenangkan. Namun, bukti ilmiah mengenai potensi sedatifnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sedatif ekstrak etanol kangkung air terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan metode righting reflex untuk mengukur onset dan durasi tidur, serta metode wheel cage locomotor untuk mengukur penurunan aktivitas motorik. Mencit dibagi dalam lima kelompok yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (obat lelap), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak 4 mg/kgBB, 6 mg/kgBB, dan 8 mg/kgBB. Rata-rata onset tidur tercepat terdapat pada dosis 8 mg/kgBB yaitu 19 menit, dan durasi tidur terlama sebesar 1 jam 33 menit. Pada metode lokomotor, terjadi penurunan aktivitas signifikan, dengan jumlah putaran dosis tertinggi setara dengan kontrol positif (866 putaran). Skrining fitokimia kangkung air menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, tanin, dan steroid, namun saponin tidak terdeteksi. Ekstrak etanol kangkung air memiliki efek sedatif yang nyata dan menunjukkan hubungan dosis-respons. Dosis 8 mg/kgBB memberikan efek paling optimal dalam menurunkan aktivitas mencit dan memperpanjang durasi tidur.