Zustantria Agustin
Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengetahuan Pedagang Kaki Lima Tentang Luka Bakar di Jalan Gegerkalong Girang Kecamatan Sukasari Kota Bandung Zustantria Zustantria; Tuti Herawati; Nurafifah Nurafifah
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.597 KB) | DOI: 10.58550/jka.v8i1.133

Abstract

Penelitian di latar belakangi oleh resiko terjadinya luka bakar pada pedagang kaki lima yang menggunakan api dan listrik karena cenderung memiliki lingkungan kerja yang dapat menjadi sumber masalah kesehatan yakni menyebabkan luka bakar. Tujuan dari penelitian ini mengetahui gambaran pedagang kaki lima tentang luka bakar di jalan Gegerkalong Girang Kecamatan Sukasari Kota Bandung. Pengetahuan adalah hasil tahu dari manusia atas penggabungan atau kerja sama antara suatu subyek yang mengetahui dan objek yang diketahui. Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat kulit bersentuhan langsung dengan sumber panas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel sebanyak 59 pedagang menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner sebanyak 22 pertanyaan. Hasil penelitian secara umum termasuk kategori kurang sebesar 47,5%. Saran kepada Ketua Paguyuban Pedagang Kaki lima Gegerkalong bekerja sama dengan petugas kesehatan untuk mengadakan penyuluhan upaya meningkatkan pengetahuan mengenai luka bakar dan penanganan pertama luka bakar.
Pengetahuan Perawat Tentang Penerapan Early Warning Score (Ews) Pada Psien Gawat Darurat Di Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit Au Dr. M. Salamun Tuti Herawati; Zustantria Agustin; Sapira Dwi Agustin
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.545 KB) | DOI: 10.58550/jka.v8i2.156

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh terjadinya perburukan kondisi pasien hingga kematian dan menjadi sumber masalah bagi perawat berdasarkan data yang didapatkan yaitu karena kurangnya penerapan sistem deteksi dini yaitu sistem Early Warning Score (EWS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan perawat dalam penerapan Early Warning Score (EWS) pada pasien gawat darurat di ruang rawat inap dewasa RSAU dr. M. Salamun. Pengetahuan didefinisikan sebagai hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. EWS merupakan sebuah sistem skoring fisiologis sebelum pasien mengalami kondisi kegawatan. Perawat adalah seseorang yang mampu dan berwenang dalam melakukan tindakan keperawatan. Desain penelitian ini adalah dekriptif kuantitatif. Populasi 105 perawat. Sampel sebanyak 84 dengan teknik random sampling karena dilakukan secara acak. Instrumen penelitian berupa kuesioner sebanyak 20. Hasil uji validitas 0,569-0,814 dan uji reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,932. Hasil penelitian secara umum termasuk kategori cukup 57,1% dan secara khusus perawat memiliki pengetahuan cukup pada pengertian dan manfaat yaitu sebanyak 66,7% dan juga memiliki pengetahuan kurang pada pelaksanaan EWS sebanyak 46,4%. Saran kepada RSAU dr.M.Salamun untuk melakukan simulasi tentang EWS yang sudah diadakan oleh rumah sakit. Kata Kunci : , , .
Pengetahuan Perawat Tentang Code Blue Pada Pasien Gawat Darurat Di Rumah Sakit TNI AU Dr. M. Salamun Bandung Tuti Herawati; Zustantria Agustin; Diana Farida Fitri
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.203

Abstract

Pasien kritis adalah pasien dengan perburukan patofisiologi yang cepat yang dapat menyebabkan kematian tujuan mengidentifikasi gambaran pengetahuan perawat tentang code blue pada pasien gawat darurat, pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimiliki. Code blue didefinisikan sebagai suatu kode aktivasi sistem untuk kondisi gawat darurat yang terjadi dirumah sakit dan perlu penanganan segera mungkin. perawat adalah seseorang yang mampu dan berwenang dalam melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan. Desain penelitian ini deskriftif kuantitatif populasi 153 perawat , sampel 111 menggunakan teknik purposive sampling, instrumen penelitian berupa kuesioner sebanyak 20 hasil uji validitas 0,493-0,776 dan uji reliabilitas 0,940 hasil penelitian secara umum termasuk kategori baik sebesar 46,8% dan secara khusus perawat memiliki pengetahuan baik pada pengertian 54,1% dan tujuan sebanyak 49,5% dan juga memiliki pengetahuan cukup pada pelaksanaan code blue sebanyak 45.0%, saran kepada RSAU dr.M.Salamun untuk mengadakan pelatihan dan simulasi bagi perawat.
Kualitas Tidur Pada Pengguna Narkotika Psikotropika Dan Zat Adiktif (NAPZA) Yang Sedang Direhabilitasi Di Yayasan Grapiks Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Zustantria Agustin; Tuti Herawati; Ahsyan Alba Azizan
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.207

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh semakin tingginya penyalahgunaan narkoba di indonesia sebanyak 3,8 juta-4,1 juta pengguna dengan gejala psikis paling banyak kedua yaitu perubahan kualitas tidur pada pengguna napza di indonesia sebanyak 51,7%, bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kualitas Tidur Pada Pengguna Napza di Yayasan Grapiks, Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur, sehingga seseorang tersebut tidak memperlihatkan perasaan lelah, lesu, perhatian terpecah-pecah, sakit kepala dan sering menguap atau mengantuk. Jenis penelitian deskriptif, pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 34 orang dari 34 populasi. Dari hasil penelitin ini menunjukan bahwa kualitas tidur pada pengguna napza pada kategori baik 11 responden (32,4%), kategori sedang 15 responden (44,1%) dan kategori buruk 8 responden (23,5%). Kesimpulan hasil penelitian ini tentang Gambaran Kualitas Tidur Pada Pengguna Napza di Yayasan Grapiks mayoritas kualitas tidur berada pada kategori sedang (44,1%). Saran untuk Yayasan Grapiks agar memperhatikan kegiatan dari mulai bangun tidur sampai dengan tidur kembali, dengan memperbanyak kegiatan disiang hari atau sore hari sehingga memberikan para rehabilitasi kelelahan yang dapat menyebabkan para rehabilitasi cepat tidur dan memiliki kualitas tidur yang baik untuk menunjang keberhasilan saat rehabilitasi.
Pengetahuan Masyarakat Tentang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Di RW20 Kelurahan Cipageran Cimahi Utara Kota Cimahi Zustantria Agustin; Deviena
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i1.311

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi adanya 3 kematian mendadak yang tidak diketahui, disebabkan kurangnya pengetahuan tentang Penggunaan SPGDT PSC 119 di masyarakat RW 20. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan masyarakat tentang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Di RW 20 Kelurahan Cipageran, Cimahi Utara, Kota Cimahi. Sistem Penanggulangan gawat darurat merupakan mekanisme pelayanan Pasien Gawat Darurat yang terintegrasi berbasis Call Center dengan menggunakan kode akses telekomunikasi 119 untuk meningkatkan akses pelayanan kegawatdaruratan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sebnayak 260 responden Teknik pengambilan Proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner 16 pertanyaan dengan hasil uji validitas r rentang (0,532-0,868) dan uji reliabilitas koefisien Alpha (0,634). Hasil penelitan berdasarkan sub variabel pengertian 56% kategori kurang, sub varabel tujuan 58% kategori kurang, sub variabel cara penggunaan 50% kategori kurang. Kesimpulan penelitian secara umum 45% berkategori kurang. disarankan adanya program penyuluhan tentang sistem Penanggulangan Gawat Darurat terpadu di masyarakat RW 20.