Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Comparison of Several Types of Plasma as Media in the Germ Tube Test for Identification of Candida Albicans Yunia Hidayati; Asnaily Asnaily; Akhirul Jumaisal; James Perdinan Simanjuntak
Jurnal Teknokes Vol 16 No 2 (2023): June
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/teknokes.v16i2.505

Abstract

Candida albicans is a commensal on the oral mucosal surfaces of healthy individuals but can be pathogenic in immunocompromised individuals. The germ tube test is an inexpensive, faster, and easier method used to identify and differentiate it from other yeast species. Generally, the test is carried out using serum as the medium. Plasma overall has the same characteristics as serum and differs only in the content of clotting factors. In addition, plasma is easier to obtain than serum in most healthcare services. This study aims to demonstrate three types of plasma as alternative media for germ tube test. CPDA (Citrate Phosphate Dextrose Adenine), EDTA (Ethylenediaminetetraacetic), and Sodium Citrate plasma were compared to serum in producing of germ tubes. Each plasma and serum was tested in five repetitions. The experimental method was carried out in Mycology Laboratory at Health Polytechnic of Jambi. The data were observed based on the germ tube formation time and analyzed with one-way ANOVA test. The result showed the lengths of germ tube formation time were significantly different. Although CPDA plasma was also significantly different compared to serum, it showed the average time which is at the minimum limit of the incubation time range that is recommended in the standard protocol of the test. This study concluded that plasma can be used as a substitute for serum in the germ tube tes, especially CPDA plasma, as it is faster in formating time, easier to obtain, and considered safer to use than others.
Investigation Activities of Vitamin D, Interleukin-17A, and Alkaline Phosphatase as Biological Markers in Asthma James Perdinan Simanjuntak; Siti Sakdiah; Fardiah Tilawati Sitanggang; Eva Ayu Maharani
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 24 No. 02 (2023): Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/eksakta/vol24-iss02/359

Abstract

Inflammation in asthma occurs due to the activation of various cells that produce proinflammatory cytokines. Corticosteroid treatment can affect bone formation, impacting vitamin D levels and alkaline phosphatase (ALP) enzyme activity. This study aimed to evaluate the decrease in vitamin D and increase in ALP due to inflammatory events characterized by an increase in interleukin-17A (IL-17A). The research design is a case-control design. Thirty-four adults with asthma and 34 healthy controls were monitored for blood through laboratory testing. Comparative and correlation statistics were analyzed using Medcalc ver. 19.0.7. All three laboratory parameters showed significant differences between the asthmatic and control groups (P < 0.05). Each vitamin D and ALP gave a good correlated wellults of the IL-17A examination (r = -0.2950; P = 0.015 and r = 0.2590; P = 0.033). There is no significant correlation between Vitamin D and ALP (r = -0.0483; P = 0.696). Moreover, ALP showed a low sensitivity (32%) in identifying vitamin D deficiency in asthmatic patients.
Aktivitas Enzim Metabolik Dalam Saliva Sebagai Penanda Biologis Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Siti Sakdiah; James Perdinan Simanjuntak; Fardiah Tilawati Sitanggang; Ahmad Syarthibi; Tamrin Tamrin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.293 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.11483

Abstract

PPOK menjadi permasalahan kesehatan yang semakin mengkhawatirkan pada masyarakat di seluruh dunia. Usaha deteksi dini PPOK terus dikembangkan untuk mencegah perkembangan penyakit. Penggunaan parameter pemeriksaan laboratorium rutin dan sederhana dinilai berpotensi sebagai penanda perkembangan PPOK. Pengujian aktivitas enzim terhadap spesimen darah adalah parameter yang biasa diterapkan untuk diagnosis berbagai penyakit akut dan kronik. Pengujian tersebut belum dilakukan terhadap spesimen saliva dalam analisis rutin. Pengujian terhadap spesimen saliva masih sedikit dipelajari dan belum mendapat pengakuan sebagai parameter uji laboratorium. Sementara itu saliva diketahui memiliki kandungan enzim-enzim yang cukup tinggi dan telah dibuktikan keterkaitannya dengan perubahan kondisi pada penyakit-penyakit lainnya. Pengujian dilakukan untuk menganalisis profil enzim LDH, ALT, AST, GGT dan ALP sebagai penanda biologis untuk deteksi dini PPOK. Penelitian menggunakan desain case control dengan 20 responden PPOK dan 40 kontrol, terdiri dari 20 orang perokok aktif dan 20 orang bukan perokok. Saliva diperiksa aktivitas enzim menggunakan spektrofotometer di laboratorium kimia klinik jurusan TLM Poltekkes Kemenkes Jambi. Data dianalisis menggunakan Anova dan Benferonni. Hasil penelitian mendapatkan bahwa rata rata aktivitas ALT dan GGT signifikan lebih tinggi dibanding kontrol non PPOK perokok dan bukan perokok (p<0.05). Rata rata aktivitas LDH signifikan lebih rendah dibanding kontrol non PPOK perokok dan bukan perokok (p<0.05). Hasil analisis lebih lanjut membuktikan bahwa kelompok yang berbeda signifikan adalah aktivitas GGT dengan PPOK dan non PPOK bukan perokok. Rata-rata aktivitas AST dan ALP tidak berbeda signifikan antara ke 3 kelompok. Kesimpulan aktivitas LDH, ALT terutama GGT dalam saliva berpotensi sebagai penanda biologis untuk deteksi dini diagnosa PPOK.
SOSIALISASI VITAMIN D PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DAN KELUARGA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH PUSKESMAS PAKUAN BARU KOTA JAMBI: SOCIALIZATION OF VITAMIN D IN PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS AND FAMILY OF PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS IN PAKUAN BARU HEALTH CENTERS JAMBI CITY Fardiah Tilawati Sitanggang; Siti Sakdiah; James P. Simanjuntak
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.005 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v2i2.794

Abstract

Tuberkulosis(TB) adalah penyakit infeksi akibat Mycobacterium tuberculosis yang menimbulkan komplikasi hingga kematian. Permasalahan TB di Indonesia semakin kompleks dengan meningkatnya kejadian TB resistensi OAT termasuk di Kota Jambi. Proses penyembuhan TB memerlukan respon imun yang efektif. Kurangnya nutrisi mempengaruhi respon imun dalam tubuh. Salah satu nutrisi yang berperan di respon imun pada TB paru adalah vitamin D. Tingginya kasus TB paru di PKM Pakuan Baru menjadi salah satu masalah pada pemberantasan TB paru. Permasalahan lainnya, hasil penelitian Simanjuntak dkk 2020 menunjukkan kadar vitamin D pada penderita TB resistensi OAT lebih rendah dibanding penderita TB Paru. Hasil Observasi awal  menunjukkan penderita TB  belum memiliki pengetahuan tentang manfaat pemberian vitamin D pada penderita TB paru..Metode pelaksanaan pengabmas kepada 50 sasaran (penderita TB paru dan keluarga penderita TB paru )dilakukan dengan pretest dengan kuesioner pertanyaan pilihan ganda mengenai vitamin D, dilanjutkan pemberian vitamin D dan sosialisasi dengan metode pemberian buku saku , ceramah diskusi dengan media video dan ppt, dilanjutkan dengan post test melihat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah sosialisasi yang diukur dengan uji T. Hasil pengabmas menunjukkan pada pretest  pengetahuan peserta mengenai vitamin D pada TB paru  masih rendah,hal ini disebabkan berbagai faktor seperti kurangnya partisipasi  warga dalam pencegahan TB paru, rendahnya tingkat pendidikan serta rendahnya kemampuan ekonomi.Setelah dilakukan sosialisasi terjadi peningkatan pengetahuan mengenai vitamin D yang terlihat dari hasil pretest dan post test dengan  perubahan yang signifikan. Keterlibatan aparat pemerintah seperti petugas Puskesmas,perangkat RT juga kader juga berperan signifikan dalam memotivasi penderita TB paru dan keluarganya untuk hadir dan bergabung dalam kegiatan sosialisasi vitamin D