Hikmawan Suryanto
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Probolinggo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Aplikasi SIDeKa-Pro Dalam Upaya Peningkatan Kedisiplinan Pengisian Data 10 Besar Penyakit Rawat Jalan Melalui Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Hikmawan Suryanto; Hakim Subekti
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3, No 2 (2022): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencatatan dan pelaporan kini telah mengalami proses evolusi dari kertas ke digital. Demikian pula pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan di Kota Probolinggo menggunakan aplikasi SIDeKa-Pro. Pada prakteknya masih terdapat fasilitas pelayanan kesehatan yang terlambat dalam pengisian data di aplikasi SIDeKa-Pro. Sebanyak 56% fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Probolinggo pada tahun 2020 terlambat mengisi 10 besar data penyakit rawat jalan di aplikasi SIDeKa-Pro. Kemudian, sebanyak 38% fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Probolinggo pada Januari – Maret 2021 terlambat mengisi data 10 besar penyakit rawat jalan di aplikasi SIDeKa-Pro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterisian data 10 besar penyakit rawat jalan sebelum dan sesudah standar operasional prosedur (SOP). Penelitian ini menggunakan studi kohort. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, yaitu one shoot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengelola data di fasilitas kesehatan yang telah terdaftar di aplikasi SIDeKa-Pro sebanyak 32 fasilitas pelayanan kesehatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Adanya SOP Pengisian Data di SIDeKa-Pro ternyata mampu meningkatkan kedisiplinan pengelola fasilitas pelayanan kesehatan dalam pengisian data 10 besar penyakit rawat jalan di aplikasi SIDeKa-Pro. Penelitian ini hanya mengkaji tingkat kedisiplinan pengisian data saja. Untuk penelitian selanjutnya, dimungkinkan untuk menguji pengaruh SOP terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini dapat berguna di seluruh organisasi yang memanfaatkan aplikasi dalam pencatatan dan pelaporan data.Kata Kunci : Optimalisasi, Pengisian Data, Disiplin, Standar Operasional Prosedur
Penyebab Ketidaklengkapan Berkas Klaim Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin: Pendekatan Kualitatif Hikmawan Suryanto
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 1 No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan sebuah amanat konstitusi sebagaimana telah tercantum dalam UUD 1945 pasal 34 yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. Pada bulan januari-april 2022, sebanyak 77 persen berkas klaim biaya pelayanan kesehatan penduduk miskin di Kota Probolinggo masih tidak lengkap. Hal ini tidak sesuai dengan persyaratan administrasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 156 Tahun 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab ketidaklengkapan berkas klaim pembiayaan pelayanan kesehatan penduduk miskin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Waktu penelitian pada bulan Mei 2022. Tempat penelitian di Dinas Kesehatan, PP dan KB Kota Probolinggo. Teknik pengambilan sample yaitu total sampling. Informan dalam penelitian ini yaitu petugas verifikasi klaim pembiayaan pelayanan kesehatan sebanyak 3 orang. Pengambilan data primer dengan cara melakukan FGD (Focus Group Discussion) dan NGT (Nominal Group Technique). Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar prosedur operasional (SPO), kinerja petugas, ketelitian petugas, dan belum adanya lembar ceklist merupakan faktor penyebab ketidaklengkapan berkas klaim. Disarankan bagi instansi tekait untuk membuat standar prosedur operasional (SOP) dan lembar ceklis. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan melanjutkan penelitian dengan variabel yang lebih beragam.