Guntur Wijaya
Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kelainan Refraksi yang Tidak Terkoreksi Rangga Adhitia Hermawan; M. Wahyu Budiana; Andi Saputra; Guntur Wijaya
Jurnal Mata Optik Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mata Optik
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to find out what factors influence uncorrected refractive errors. This type of research is qualitative research with a literature study method by collecting seven related journals both nationally and internationally. The results of this study indicate that the factors that influence uncorrected refractive errors include socioeconomic status, access to health care, children, gender, and refractive errors.
Peran Pinhole dan Stenopic Slit dalam Skrining Kelainan Refraksi pada Siswa Usia Sekolah SDI Assaadah Bidaracina Bunyamin Rizki Abdillah; Guntur Wijaya; Zidni Rahma Aulia; Murni Marlina Simarmata
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2786

Abstract

Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama penurunan tajam penglihatan pada anak usia sekolah yang dapat memengaruhi proses belajar dan kualitas hidup. Deteksi dini kelainan refraksi di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis dalam mencegah gangguan penglihatan yang lebih lanjut. Pemeriksaan skrining yang sederhana, cepat, dan mudah diterapkan sangat dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan mata berbasis sekolah. Pinhole dan stenopic slit merupakan alat sederhana yang dapat digunakan untuk membantu membedakan penurunan tajam penglihatan yang disebabkan oleh kelainan refraksi dan penyebab nonrefraktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat penggunaan pinhole dan stenopic slit dalam mendeteksi kelainan refraksi pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan siswa yang mengalami penurunan tajam penglihatan berdasarkan hasil pemeriksaan tajam penglihatan awal. Setiap subjek menjalani pemeriksaan tajam penglihatan tanpa koreksi, dilanjutkan dengan pemeriksaan menggunakan pinhole dan stenopic slit, kemudian hasilnya dibandingkan dengan pemeriksaan refraksi objektif dan subjektif sebagai standar acuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tajam penglihatan yang signifikan pada siswa dengan kelainan refraksi setelah penggunaan pinhole dan stenopic slit. Pinhole efektif dalam mengidentifikasi kelainan refraksi secara umum, sedangkan stenopic slit memberikan manfaat tambahan dalam mendeteksi dan mengarahkan evaluasi astigmatisme. Dengan demikian, penggunaan kedua alat tersebut bermanfaat sebagai metode skrining awal dalam program pemeriksaan kesehatan mata berbasis sekolah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pinhole dan stenopic slit merupakan metode skrining yang efektif, praktis, dan ekonomis untuk mendeteksi kelainan refraksi pada anak usia sekolah. Penerapan pemeriksaan tersebut dapat meningkatkan deteksi dini kelainan refraksi dan mendukung program kesehatan mata berbasis masyarakat.