M. Wahyu Budiana
Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEGUNAAN HARDCOAT, ANTI REFLEKSI DAN LAPISAN HIDROPHOBIK PADA LENSA ORGANIK Putri Prasetyaningtyas; M. Wahyu Budiana; Murni Marlina Simarmata
Jurnal Mata Optik Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Mata Optik
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/jmo.v1i1.2

Abstract

Pelapisan perlindungan pada lensa organik menawarkan beberapa kelebihan dibandingkan dengan kacamata tanpa lapisan perlindungan. Namun pemakaiannya harus diikuti oleh pemeliharaan yang baik dan tepat. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode Deskriptif dari data kepustakaan baik cetak maupun elektronik. Salah satunya adalah karya Sarah Morgab dalam bukunya “The Complete Optometric Assistan” yang menyatakan bahwa lapisan anti refleksi dtidak hanya meningkatkan kualitas tapi mengurangi tampilan mengkilap pantulan dari permukaan lensa dan menghapus tampilan “seperti kaca” penampilan kacamata dan memungkinkan mata si pemakai terlihat dan memungkinkan kontak mata jadi lebih baik. Oleh karenanya diperlukan pemahaman akan kegunaan dari lapisan anti refleksi tersebut. Kata Kunci : Pelapisan, Kegunaan, Deskriptif, Lensa Organik, Nyaman
METODE CROSS CYLINDER UNTUK PEMERIKSAAN ASTIGMATISME RENDAH Toni Wijaya; M. Wahyu Budiana; Lorentius Wahana Dika
Jurnal Mata Optik Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Mata Optik
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/jmo.v1i1.4

Abstract

Salah satu timbulnya keluhan penglihatan pada penderita astigmatisme dengan axis yang tidak tepat adalah kurang tajam penglihatan, ketidaksempurnaan (distorsi) tajam penglihatan, berbayang atau tampak ganda saat melihat objek. Penentuan aksis pada penderita astigmatisme dapat dilakukan dengan tehnik pengaburan dan silinder silang. Pada karya tulis ini, penulis menggunakan pengumpulan data yang bersifat deskriptif dengan kepustakaan salah satunya karangan Andrew William Keirl dengan judul buku ”Clinical Optics and Refraction: A Guide for Optometrists, Contact Lens”. Tujuan dari teknik pemeriksaan refraksi menggunakan kedua metode tersebut di atas pada penderita astigmatisme adalah untuk mendapatkan kenyamanan penglihatan bagi penderita astigmatisme. Kata Kunci : Tajam Penglihatan, Astigmatisme, Deskriptif, Refraksi subjektif Kenyamanan Penglihatan.
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kelainan Refraksi yang Tidak Terkoreksi Rangga Adhitia Hermawan; M. Wahyu Budiana; Andi Saputra; Guntur Wijaya
Jurnal Mata Optik Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mata Optik
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to find out what factors influence uncorrected refractive errors. This type of research is qualitative research with a literature study method by collecting seven related journals both nationally and internationally. The results of this study indicate that the factors that influence uncorrected refractive errors include socioeconomic status, access to health care, children, gender, and refractive errors.
Faktor Penentu Kualitas Penglihatan: Koreksi Refraksi, Posisi Penggunaan, dan Pemilihan Bingkai Opep Cahya Nugraha; Febri maryani; Bunyamin Rizki Abdillah; M. Wahyu Budiana
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.919

Abstract

Kualitas penglihatan merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan layanan optometri karena berkaitan langsung dengan kenyamanan visual, produktivitas, dan kualitas hidup individu. Meskipun koreksi refraksi menjadi langkah utama dalam menangani kelainan refraksi, hasil visual yang optimal tidak hanya ditentukan oleh akurasi resep lensa, tetapi juga dipengaruhi oleh posisi penggunaan kacamata serta pemilihan bingkai yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh koreksi refraksi, posisi penggunaan, dan pemilihan bingkai terhadap kualitas penglihatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan melibatkan 256 responden yang merupakan pasien pemeriksaan refraksi pada salah satu optik di Tangerang Selatan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, koefisien determinasi, dan uji parsial (t) melalui perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian dinyatakan valid dan reliabel serta berdistribusi normal. Analisis koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,721 yang berarti bahwa 72,1% variasi kualitas penglihatan dipengaruhi oleh koreksi refraksi, posisi penggunaan, dan pemilihan bingkai. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas penglihatan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan koreksi penglihatan tidak hanya bergantung pada ketepatan resep lensa, tetapi juga pada aspek dispensing optik seperti posisi pemakaian kacamata dan pemilihan bingkai yang sesuai dengan anatomi pengguna.