Dian Kartika Fitri
Universitas Pelita Harapan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOCIETY 5.0: NOMOPHOBIA DAN KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI (SMARTPHONE) SECARA PENGGUNAAN SERTA KOMUNIKASI PADA KALANGAN MASYARAKAT Dian Kartika Fitri; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 19 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2023.19.1.7024

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan dan melihat bahwa penggunaan teknologi bisa mengakibatkan sebuah masalah bagi masyarakat yang dimana ketika suatu individu mengembangkan diri nya sendiri untuk bergantung pada teknologi akan menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Rasa takut yang disebabkan oleh ketergantungan akan teknologi dapat mengakibatkan hal yang negatif, ketergantungan akan teknologi sendiri juga bisa disebabkan karena era society 5.0 yang semua jenis pekerjaan atau sarana apapun menggunakan teknologi sehingga masyarakat sendiri mampu menyelesaikan segala bentuk sarana dengan teknologi. Karena adanya teknologi juga bentuk komunikasi yang terjadi menjadi kurang efektif, banyak masyarakat yang menjadi kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan menjadi pasif karena teknologi. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan Literature Review atau desk review dan juga menggunakan data sekunder yang didapat dari scince direct dalam bentuk jurnal. Sehingga, hasil yang didapat dari penelitian ini juga dapat mengetahui dan menganalisis sebanyak apa kecemasan dan ketakutan yang dialami oleh masyarakat yang dialami oleh adanya teknologi. Kata kunci: Teknologi, Society 5.0, nomophobia
TIKTOK SEBAGAI SOCIAL MEDIA COMMERCE: DINAMIKA MEDIA DAN UMKM PASCA KEPUTUSAN PERMENDAG RI NO. 31/2023 Herman Purba; Edo Rinaldo; Dian Kartika Fitri; Kiki Utami
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 8 No 1 (2026): Edisi 14
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v8i1.7283

Abstract

The presence of TikTok Shop as a feature that allows users to engage in buying and selling transactions is considered the main cause of bankruptcy affecting several Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia, which ultimately prompted the issuance of the Ministry of Trade Regulation (Permendag) No. 31 of 2023. This issue has since become a topic of public discussion, widely covered in the mass media from various perspectives. This study aims to apply Robert N. Entman’s framing analysis, focusing on how two online mass media outlets, Detik.com and Kompas.com, reported on the closure of TikTok Shop. The research adopts a qualitative approach supported by Entman’s framing analysis, which consists of four analytical elements: defining problems, diagnosing causes, making moral judgments, and making treatment recommendations. The findings indicate that Detik.com and Kompas.com tend to employ different framing approaches in their reporting on the TikTok Shop closure. Detik.com presents a more critical framing of the government’s policy, while Kompas.com adopts a more empathetic framing toward the MSMEs affected by the closure. Detik.com’s reports primarily focus on the government policy aspect, whereas Kompas.com emphasizes the ongoing trade transactions and the impacts on MSMEs that have relied on TikTok Shop’s services. This difference in framing influences how readers perceive the government’s policy regarding the closure and shapes public understanding of its impact on business actors and consumers alike.   Keywords: Framing Analysis, Mass Media, Detik.com, Kompas.com, TikTok Shop.