Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Employee Engagement sebagai Mediator antara Kepemimpinan dan Work-Life Balance terhadap Kinerja Pegawai: Studi pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Maluku Asmirani Tomia; Stanislaus Kostka Ohoiwutun; Mike J. Rolobessy
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.230

Abstract

This research is conducted to examine how leadership and work-life balance influence employee performance through the mediating role of employee engagement at the Regional Personnel Agency of Maluku Province. The study employs a descriptive-quantitative method with a causal correlation design, indicating that the independent variables are hypothesized to have causal effects on the dependent variable. The research population includes all 144 employees of the Regional Personnel Agency of Maluku Province. Sampling was determined using the Isaac and Michael table, resulting in 100 respondents at a 95% confidence level, selected through simple random sampling using a lottery technique. Data were analyzed using path analysis. The findings reveal that (1) leadership positively and significantly affects employee engagement, (2) work-life balance positively and significantly affects employee engagement, (3) employee engagement positively and significantly affects performance, (4) leadership does not directly affect employee performance significantly, (5) work-life balance does not directly affect performance significantly, (6) leadership positively and significantly influences performance through employee engagement, and (7) work-life balance positively and significantly influences performance through employee engagement.
SOSIALISASI POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SD INPRES 1 DESA LISABATA KECAMATAN TANIWEL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Mike J. Rolobessy; Rusmini Rusmini; Renansia Makdalena Bungyanan; Fachrozy Basalama; Selpina Onaola; Salamdin Ramadhan Tuasikal; Dian Ode; Asri Januarti; Frolince Yolanda Ralahalu; Rusdi Rusdi; Fiona Frenska Sabono; Alan Noris Lelau
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i2.2546

Abstract

Kurangnya pengetahuan mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan siswa sekolah dasar merupakan permasalahan kesehatan mendasar yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan praktis siswa dalam menerapkan PHBS di SD Inpres 1 Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang dilaksanakan pada 16 April 2026. Kegiatan melibatkan 20–40 siswa usia 7–12 tahun dan dilaksanakan melalui metode interaktif berupa ceramah singkat, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung. Materi yang disampaikan meliputi teknik cuci tangan yang benar, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, pentingnya olahraga rutin, bahaya asap rokok, serta pencegahan jentik nyamuk. Hasil kegiatan menunjukkan siswa aktif berpartisipasi dan mengalami peningkatan pemahaman tentang konsep PHBS serta mampu mempraktikkan cuci tangan dengan benar.
KULIAH KERJA NYATA: IMPLEMENTASI SOSIALISASI ANTI BULLYING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DI SMP NEGERI 2 LISABATA KECAMATAN TANIWEL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Mike J. Rolobessy; Rikha, Christina Miru; Liau Kevin Susanto; Moh Yusran Kelarat; Robo Lesilawang; Abd Majid Ulath; Rifai A Jamrud; Abdil Maulana Bantam; Faruq Ali Mohammad; Juan Alberth Gaspersz; Unarya Attamimi; Afdalin Umaha; Doni Upuy
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i2.2547

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan dengan judul “Implementasi Sosialisasi Anti-Bullying sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di SMP Negeri 2 Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah sosialisasi interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, serta permainan edukatif yang melibatkan partisipasi aktif siswa dari kelas VII hingga kelas IX. Materi yang disampaikan mencakup pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan perundungan di lingkungan sekolah.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi selama proses sosialisasi berlangsung. Meskipun sebagian besar siswa telah mengenal istilah bullying, pemahaman mereka masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu saja dan belum sepenuhnya menyadari bahwa tindakan sehari-hari seperti mengejek, memberi julukan negatif, dan pengucilan juga termasuk dalam kategori bullying. Setelah kegiatan dilaksanakan, terjadi peningkatan kesadaran siswa mengenai pentingnya sikap saling menghargai dan menghindari segala bentuk kekerasan, baik verbal maupun non-verbal. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi anti-bullying ini dinilai efektif dalam memberikan edukasi serta mendorong perubahan sikap siswa ke arah yang lebih positif. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang bebas dari bullying serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan harmonisess.
SOSIALISASI SKRINING BUTA WARNA DI SD INPRES 2 DESA LISABATA KECAMATAN TANIWEL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Mike J. Rolobessy; Kurniati K. S. Larahibu; Aldrino Mikha Hanorsian; Saija Rumatiga; Fandi Ahmad; Saripa Derlen; Moh Hidayattullah Nadjar; Reza Gunawan Syahdin; Rugaya Loilatu; Risma Waty Sahartira; Silva Ameth; Fiondly Rahaningmas; Bernardo Junior Samu Samu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.60927

Abstract

Gangguan penglihatan warna atau yang lebih dikenal dengan buta warna merupakan kondisi yang kerap tidak terdeteksi sejak dini, terutama di kalangan siswa sekolah dasar di daerah yang jauh dari pusat layanan kesehatan. Keterbatasan akses pemeriksaan dan minimnya edukasi menjadi dua faktor utama yang menyebabkan banyak anak tumbuh tanpa mengetahui kondisi penglihatan warna mereka sendiri, padahal hal ini dapat berdampak pada proses belajar hingga perencanaan karier di masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Inpres 2 Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat pada tanggal 17 April 2026, dengan melibatkan 10 orang siswa berusia 11 hingga 12 tahun sebagai peserta. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan persepsi warna pada siswa sekaligus meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya kesehatan mata sejak usia sekolah. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan langsung secara individual menggunakan plate Ishihara, yang dilakukan oleh mahasiswa KKN dari jurusan kedokteran spesialis dengan pendampingan penuh selama proses berlangsung. Sebelum pemeriksaan dimulai, siswa terlebih dahulu diberikan sosialisasi mengenai apa itu buta warna, jenis-jenisnya, penyebab, serta dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian siswa terindikasi mengalami gangguan penglihatan warna dalam kategori tertentu, sementara sebagian lainnya memiliki penglihatan warna yang normal. Seluruh hasil kemudian disampaikan kepada pihak sekolah sebagai bahan evaluasi, dan siswa yang terindikasi mengalami gangguan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Kegiatan ini dinilai efektif tidak hanya sebagai langkah deteksi dini, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang membantu siswa dan pihak sekolah lebih sadar terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan mata secara rutin.