p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Al-Dirayah
Lailatul Mu’jizat
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KAIDAH QIRA’AT IMAM NAFI’ RIWAYAT WARSY DAN PENERAPANNYA Di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Putri Al-Lathifiyyah Palembang Lailatul Mu’jizat
Al-Dirayah Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Al-Dirayah Vol 6 no 2
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: This research is motivated by the emergence of Qira'at knowledge which must be studied and practiced so that it is not lost and considered foreign by Muslims. This type of research is a field research (field research). While the type of data used is qualitative data. Sources of data used in this study are primary data sources and secondary data sources. In analyzing data using three procedures, namely data reduction, data presentation, and data verification or drawing conclusions. Qira'at is a science that studies the different ways of pronouncing al- Qur'an which is adopted by one of the Imams based on the sanad-sanad which is continued to the Prophet Muhammad. In order to carry out the teachings of the Prophet, the leadership of the Al-Lathifiyyah Islamic Boarding School for the daughter of Al-Lathifiyyah in Palembang carried out the agenda of grounding the Qira'at, in this case the Qira'at Imam Nafi 'History of Warsy. There are several things that become the reference for this research, namely: What is the rule of Qira'at Imam Nafi from Warsy?, how are the efforts to implement the Qira'at Imam Nafi History of Warsy at Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Putri Al-Lathifiyyah Palembang? And what are the problems experienced by students in understanding Qira'at Imam Nafi, according to Warsy in the Islamic boarding school Tahfizhul Qur'an Putri Al-Lathifiyyah Palembang ?. The results of this study concluded that the rules of Qira'at Imam Nafi from Warsy's history were to use the ushuliyyah rule and the Farsyul letter rule. Meanwhile, the application of the learning process of Qira'at Nafi 'in Warsy's history is to use a variety of reading Bi al-ifrad (Mufrod Method), namely Qori' reading qira'at by specifying the variety of readings from one narration. The history used is Imam Nafi's history 'Warsy's history. Talaqqi and sima'i systems and with a Tadwir tempo. The problems experienced by Santriwati in Qira'at learning at the Tahfidzul Qur'an Putri Al-Lathifiyyah Islamic Boarding School in Palembang include: shortness of breath, due to age, lack of interest in learning Qira'at, laziness, difficulties in the rules and limited time in learning Qira'at
KAJIAN AYAT-AYAT TEOLOGIS DALAM TAFSIR AL IBRIZ KARYA KH. BISRI MUSTOFA Lailatul Mu’jizat
Al-Dirayah Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to discuss the interpretation of a few Qur’anic verses of Tafsir Al Ibriz, written by KH Bisri Mustofa, that contain theological teachings. From literature study it was known that KH Bisri Mustafa used bi al-ra’yi approach, as well as bi al-ma’tsur, i.e. using hadith to strengthen the intepretation of the verse. His theology is influenced by Maturidiah and Mu’tazilah, with a tasawuf style. While in terms of method, he used ijmali which tend to be short in explaining the meaning of the verse.
PENGARUH GHORIB TERHADAP PENAFSIRAN Al-QUR’AN Lailatul Mu’jizat
Al-Dirayah Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

artikel ini bertujuan untuk membahas tentang bacaan-bacaan gharib dalam al-Quran. mengingat betapa pentingnya mempelajari bacaan-bacaan gharib tersebut. karena penulis melihat dalam sebuah proses pembelajaran al- Qur’an, terkadang pembelajar dihadapkan pada munculnya bacan-bacaan al- Qur’an yang tidak sesuai atau keluar dari kaidah yang sebenarnya. Dengan demikian penulis ingin mengetahui apakah bacaan-bacaan gharib tersebut berpengaruh terhadap penafsiran ayat al-Qur’an, ataukah justru mengandung hikmah didalamnya. Gharib ada dua macam yaitu gharib fi al-tafsir dan gharib gharib fi al-qira’at, untuk itu penulis hanya akan memfokuskan kepada gharib fi al-Qiraat, dengan menggunakan studi kepustakaan. Sehingga diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Gharib adalah kalimat yang dianggap asing, karena bacaannya tidak sesuai atau keluar dari kaidah ilmu tajwid. Istilah gharib muncul karena adanya perbedaan dialek antar suku arab dalam membaca dan melafalkan ayat al-Qur’an. Dengan kemunculan istilah ini, khazanah keilmuan dalam ilmu qira’at semakin luas. Bacaan gharib riwayat Hafsh ini tidak sedikitpun mengubah penafsiran dari ayat-ayat al-Qur’an, justru ghorib disini berfungsi sebagai penyempurna makna dari ayat-ayat al-Qur’an yang terkadang rancu ataupun kurang tepat maknanya.
FENOMENA FLEXING DALAM PANDANGAN AL-QUR’AN : (Kajian Tafsir Tahlili Q.S Al-Qashash ayat 76-84) Lailatul Mu’jizat
Al-Dirayah Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang fenomena flexingyang beberapa waktu terakhir sedang marak terjadi di masyarakat. Flexingmerupakan perilaku pamer harta kekayaan, yang ditampilkan dengan beragamcara, kemudian dikemas semenarik mungkin untuk menarik perhatian publik.Banyak pelaku flexing yang berlomba-lomba untuk melakukan aksi pamer atasapa yang dimilikinya, mulai dari gaya hidup yang penuh dengan kemegahmegahan dan berujung kepada sifat bangga (sombong) atas apa yang dimilikinyadan kemudian memamerkannya. Perilaku pamer dulu adalah suatu hal yang tabudi masyarakat, namun kini perilaku pamer harta (flexing) sudah menjadi perilakuburuk yang dinormalisasikan dan tanpa disadari telah menjadi trend dimasyarakat. Melalui penelitian ini penulis ingin mengkaji bagaimana perilakuflexing dalam pandangan Al-Qur’an, yang difokuskan pada Q.S Al-Qashash ayat76-84.
IMPLEMENTASI KONSEP AL-I`TISHAM SEBAGAI GERAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI ERA NEW NORMAL (ANALISIS QS. ALI-`IMRAN: 103) Muhammad Hafizh; Pathurrahman; Lailatul Mu’jizat
Al-Dirayah Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari konsep al-I’tisham sebagai gerakanpenanggulangan kemiskinan (analisis Q.S., Ali-Imran: 103). Fenomena kemiskinan menjadi sebuahpermasalahan yang dihadapi negara Indonesia, terutama pasca pandemi. Hal ini terjadi akibat terjadinyahambatan dalam proses sirkulasi ekonomi pada kehidupan masyarakat. Pemerintah telah mengupayakanbeberapa strategi untuk dapat mencegah kenaikan angka kemiskinan, namun tentunya perlu ada upaya yanglahir juga dari masyarakat sebagai perpanjangan tangan dari penerapan dan penyaluran beberapa kebijakandengan gerakan sukarelawan. Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui bagaimana konsep dari al-I’tishamdalam penanggulangan kemiskinan dengan gerakan sukarelawan. Dengan menggunakan metode groundedtheory, kajian ini akan melihat ayat-ayat yang terkait dengan tindakan sukarelawan masyarakat sertamengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari ayat-ayat tersebut. Selanjutnya, dari hasil identifikasi tema,akan dicari pesan moral yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Rancangan metode penelitian groundedresearch adalah prosedur kualitatif yang menghasilkan sebuah teori yang menjelaskan, pada tataran konsep,sebuah proses, kegiatan, perbuatan atau interaksi yang terjadi pada suatu waktu tertentu. Adapun hasil daripenelitian ini yaitu masyarakat perlu untuk mengambil peran dengan gerakan sukarelawan yang dapatmembantu meminimalisir angka kemiskinan yang ada di Indonesia.