Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Carbon Emission Disclosure Dan Green Innovation Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Pemoderasi muhammad zaikin; alimuddin alimuddin; nadhirah nagu; afdal afdal
POINT: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol 6 No 1 (2024): POINT JURNAL
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/point.v6i1.2255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh carbon emission disclosure dan green innovation terhadap nilai perusahaan dengan good corporate governance sebagai pemoderasi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan pada perusahaan sektor pertambanagn yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022. Penelitian ini menggunakan data skunder berupa annual report dan sunstainability report yang terdapat di website resmi BEI dan website resmi masing-masing perusahaan. Sampel dalam penelitian sebanyak 8 dengan jumlah diobservasi sebanyak 40. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode analisis regresi dengan bantuan SPSS V25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carbon emission disclosure dan green innovation berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa good corporate governance mampu memoderasi hubungan carbon emission disclosure dan green innovation terhadap nilai perusahaan
Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban dan Akuntansi Cinta Terhadap Kinerja Manajerial Sri Wahyuni Nur; Alimuddin Alimuddin; Nadhirah Nagu; Afdal Madein
POINT: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol 6 No 1 (2024): POINT JURNAL
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/point.v6i1.2261

Abstract

Kinerja merupakan pengukuran yang dapat dimanfaatkan untuk menitik beratkan perilaku dan sikap yang tidak seharusnya terjadi serta menanamkan perilaku yang sesungguhnya diinginkan. Kinerja manajerial merupakan perihal yang sangat penting untuk dijadikan tolak ukur keberhasilan pada sebuah perusahaan. Kinerja manajerial menjadikan nilai tambah dalam peningkatan kerja yang dilakukan dengan baik. Perusaahaan seringkali melakukan tindakan maupun penerapan–penerapan terhadap kinerja manajerial untuk meringankan pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penerapan akuntansi pertanggungjawaban dan akuntansi cinta terhadap kinerja manajerial. Penelitian ini dilakukan pada PT. Biota Laut Ganggang yang merupakan salah satu perusahaan rumput laut terbesar yang beroperasi di Kabupaten Pinrang. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer dengan kuisioner terkait yang telah disajikan melalui pernyataan responden. Dalam penelitian ini pada data kuantitatif diukur dari kuesioner dengan menggunakan skor dari skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi pertanggungjawaban dan akuntansi cinta berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial pada PT. Biota Laut Ganggang.
Analisis Corporate Social Responsibility pada PT. PELINDO Terminal Petikemas Bitung Agnes Eyne Banea; Alimuddin Alimuddin; Nadhirah Nagu; Afdal Madein
POINT: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol 6 No 1 (2024): POINT JURNAL
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/point.v6i1.2269

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana PT. PELINDO Terminal Petikemas TPK Bitung menerapkan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility, CSR) sesuai dengan standar ISO 26000. ISO 26000 adalah standar internasional yang membantu organisasi memasukkan tanggung jawab sosial ke dalam kebijakan dan operasi mereka. ISO 26000 mencakup tujuh subyek utama, yaitu tata kelola organisasi, hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan, lingkungan, praktik operasi yang adil, masalah konsumen, dan pelibatan dan pengembangan komunitas. Metode Kualitatif Eksploratif merupakan metode penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan menggunakan metode konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CSR PT. PELINDO Terminal Petikemas TPK Bitung sudah sesuai dengan ISO 26000 dengan mengacu pada Peraturan Menteri BUMN No. PER-6/MBU/09/2022 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.
Representasi Kepatuhan Pajak dalam Pamflet Lapor SPT Tahunan Direktorat Jenderal Pajak: Kajian Semiotika terhadap Konstruksi Tax Compliance Sri Mulyani Latjompo; Sri Nurul Izzah, Namra Namra , Darwis Said; Nadhirah Nagu
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12170

Abstract

This study aims to analyze the representation of tax compliance in Annual Tax Return (SPT) reporting pamphlets published by the Directorate General of Taxes (DGT). The research employs a qualitative approach using Roland Barthes’ semiotic method through denotative, connotative, and mythological analyses. The objects of the study consist of three official DGT pamphlets related to Annual Tax Return reporting through Coretax and M-Pajak. Data were collected through documentation and literature review. The findings indicate that the visual and verbal signs in the pamphlets not only convey tax-related information but also represent tax compliance as a simple, modern, and everyday practice. At the mythological level, the pamphlets construct the ideal taxpayer as a responsible, technologically adaptive, and digitally compliant citizen. These findings suggest that DGT pamphlets function as a communication medium that shapes public awareness and social identity regarding the importance of tax compliance in the digital era. Kata kunci: kepatuhan pajak, tax compliance, semiotika Roland Barthes, Direktorat Jenderal Pajak, Coretax.
MAKNA KEPATUHAN WAJIB PAJAK DARI PERSPEKTIF KONSULTAN PAJAK: STUDI FENOMENOLOGI TRANSENDENTAL HUSSSERL Irensa Femmy; Allfina Mudasir; Gratia Triyana Nusa; Darwis Said; Nadhirah Nagu
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 3 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/5vkwqd93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kepatuhan wajib pajak dari perspektif konsultan pajak melalui pendekatan fenomenologi transendental Husserl. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini adalah seorang konsultan pajak yang terdaftar dalam Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) dan memiliki pengalaman lebih 3 tahun di Kota Makassar. Data dianalisis melalui empat tahapan, yaitu epoche, reduksi transendental, variasi imajinasi, serta sintesis makna dan esensi. Hasil penelitian mengungkap bahwa makna kepatuhan wajib pajak dari perspektif konsultan pajak merupakan fenomena yang jauh lebih kompleks dari sekadar pemenuhan kewajiban hukum formal. Esensi kepatuhan terbagi dalam tiga dimensi yang saling terkait, yakni dimensi moral-sosial di mana kepatuhan dipahami sebagai cerminan tanggung jawab sosial warga negara, dimensi pertimbangan untung-rugi di mana sanksi pajak dimaknai sebagai "biaya modal" dalam logika bisnis, dan dimensi kepercayaan-institusional di mana kepatuhan sukarela hanya dapat terwujud apabila wajib pajak memiliki kepercayaan terhadap integritas pemerintah dan sistem perpajakan. Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan bersifat multidimensi, mencakup kerumitan regulasi, kelemahan infrastruktur digital sistem CoreTax, pertimbangan ekonomi-bisnis, serta rendahnya kepercayaan terhadap integritas pemerintah. Konsultan pajak menjalankan peran strategis sebagai penasihat risiko sekaligus agen pendidikan perpajakan, dengan dilema etis yang inheren dalam menjalankan profesinya.
Planet and People Representations in PT Unilever Indonesia's Sustainability Report: A Semiotic Analysis Nurhikmah Dewi Anugrah; Aunneke J Paembonan; Zuhalwah Yuliah Ilham; Darwis Said; Nadhirah Nagu
Golden Ratio of Auditing Research Vol. 7 No. 1 (2027): July - January
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grar.v7i1.2458

Abstract

This study examines how the Planet and People dimensions are represented in PT Unilever Indonesia Tbk's 2025 Sustainability Report through Roland Barthes's semiotic perspective and explores their implications for green accounting practices. An interpretive qualitative approach was employed using document analysis and multimodal semiotics. The study analysed verbal, visual, and numerical signs within the sustainability report through the levels of denotation, connotation, and myth, supported by legitimacy theory, impression management, and decoupling. The findings indicate that the report constructs the company's environmental and social identity through integrated textual, visual, and numerical representations that reinforce its sustainability commitments and organisational legitimacy. However, the analysis also reveals asymmetries between the prominence of sustainability achievements and the disclosure of reporting limitations, creating a potential risk of semiotic greenwashing through selective representation rather than explicit misinformation. This study contributes to the accounting literature by demonstrating how semiotic analysis extends conventional assessments of sustainability reporting beyond disclosure content to examine how corporate legitimacy is constructed through representational practices. The findings also provide practical insights for improving the transparency, balance, and accountability of sustainability reporting and green accounting practices.  
ASSURANCE LAPORAN KEBERLANJUTAN: TINJAUAN LITERATUR TREN DAN TANTANGAN Mutiara Khairunnisa Suhardi; Aqifah Nurul Sarsyah; Muh. Farhan; Darwis Said; Nadhirah Nagu
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/6tkgsz69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau perkembangan tren dan tantangan utama dalam praktik assurance laporan keberlanjutan di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas perusahaan secara global. Melalui pendekatan literature review dengan sumber ilmiah, penelitian ini menelaah dinamika regulasi, evolusi standar assurance, serta kompetisi antara penyedia jasa akuntansi dan non-akuntansi. Hasil kajian menunjukkan bahwa lanskap sustainability assurance sedang berada pada fase transisi penting dari praktik sukarela menuju kewajiban regulasi, sebagaimana tercermin dalam regulasi internasional seperti CSRD di Uni Eropa dan aturan iklim SEC di Amerika Serikat. Meskipun tren global bergerak menuju assurance mandatori, praktik ini masih menghadapi berbagai tantangan signifikan, meliputi ketidakseragaman standar, keragaman istilah, keterbatasan metodologi, rendahnya transparansi, serta kesiapan data keberlanjutan yang belum memadai untuk diaudit. Selain itu, terdapat ketegangan institusional antara penyedia assurance akuntansi dan non-akuntansi yang mempengaruhi pelembagaan standar serta profesionalisasi praktik. Penelitian ini menegaskan pentingnya standardisasi, penguatan kompetensi multidisiplin, serta peningkatan kualitas data untuk memastikan sustainability assurance mampu memberikan tingkat keyakinan yang kredibel bagi pemangku kepentingan. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperkuat peran teori legitimasi dan teori pemangku kepentingan, serta menawarkan implikasi praktis bagi regulator, perusahaan, dan penyedia jasa assurance dalam mengembangkan praktik assurance yang lebih kredibel, komparabel, dan relevan secara global.
APAKAH PERNYATAAN JAMINAN MENINGKATKAN KREDIBILITAS LAPORAN KEBERLANJUTAN? SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS PENELITIAN AKUNTABILITAS PERUSAHAAN Yudi Basma Albahrun; Muh Faiz Qaidhan Jamsir; Darwis Said; Nadhirah Nagu
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/na7nyn91

Abstract

This study investigates whether and under what conditions assurance on sustainability reports enhances the credibility of information for users. Drawing on a Systematic Literature Review of indexed publications from 2016–2025, we apply PRISMA procedures and complement the thematic synthesis with VOSviewer-based bibliometric mapping of author collaborations and conceptual clusters. The review finds that credibility gains are strongest when assurance design features are explicit: a clearly specified assurance level (particularly reasonable assurance), the use of recognized standards (ISAE 3000/AA1000AS, with increasing convergence toward ISSA 5000), and a materiality-anchored scope supported by substantive procedures. Provider competence and independence further moderate these outcomes. Institutional determinants including long-term institutional ownership, legal system characteristics, and stakeholder pressure also influence adoption. Documented consequences include improved access to finance, more disciplined market reactions, and favorable evaluations in ESG-linked lending. Conversely, narrow scopes, boilerplate phrasing, or limited assurance without transparent methodology tend to weaken credibility effects. Practical implications highlight the need for clearer disclosure of the linkages between assurance level, standards, and scope in executive summaries, enhanced report readability, strengthened thematic expertise among assurance providers, and regulatory alignment to balance costs and benefits. The paper contributes a “design/provider credibility market consequences” mechanism framework and proposes a concise research agenda to guide scholars, practitioners, and policymakers.
MATERIALITAS DAN KETERLIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM KERANGKA GRI: SEBUAH LITERATURE REVIEW Rui Lopes; Afrah Namirah Kamal; Darwis Said; Nadhirah Nagu
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/pgw73323

Abstract

Penelitian ini menyintesis literatur mengenai penerapan prinsip materialitas dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam pelaporan keberlanjutan berbasis GRI. Melalui literature review naratif terhadap publikasi 2014–2024, studi ini menelaah definisi dan implementasi materialitas, bentuk serta kualitas stakeholder engagement, dan faktor kontekstual yang memengaruhi keduanya. Temuan menunjukkan bahwa materialitas berperan sebagai filter isu keberlanjutan yang paling signifikan, namun prosesnya kerap dipengaruhi subjektivitas dan minim transparansi. Keterlibatan stakeholder juga bervariasi dari simbolik hingga kolaboratif. Selain itu, sektor industri, ukuran perusahaan, tata kelola, dan tekanan institusional terbukti memengaruhi praktik materialitas dan engagement. Tinjauan ini menegaskan pentingnya integrasi teori stakeholder dan legitimasi untuk memahami motivasi pelaporan serta perlunya peningkatan kualitas engagement dan transparansi materialitas guna memperkuat kredibilitas laporan keberlanjutan.
TINJAUAN PUSTAKA TENTANG PRAKTIK PENGUNGKAPAN LAPORAN KEBERLANJUTAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP AKUNTABILITAS SOSIAL SERTA KINERJA PERUSAHAAN A. Ikhwanul Ahmad; Muhajir Muhajir; Darwis Said; Nadhirah Nagu
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/a2xeqv41

Abstract

Tinjauan pustaka sistematis ini menyelidiki praktik pengungkapan laporan keberlanjutan dan implikasinya terhadap akuntabilitas sosial dan kinerja perusahaan. Tinjauan ini berfokus pada bagaimana perusahaan di berbagai sektor, seperti energi, perbankan, kehutanan, dan pertambangan, mengungkapkan informasi non-keuangan terkait faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam laporan keberlanjutan mereka. Berdasarkan studi yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2025, penelitian ini mengkaji kedalaman, konsistensi, dan kualitas pengungkapan ini, terutama di pasar negara berkembang seperti Indonesia, Brasil, dan Tiongkok. Dengan menggunakan analisis konten kualitatif, studi ini menyoroti bagaimana pengungkapan laporan keberlanjutan memengaruhi akuntabilitas sosial baik dalam hal memenuhi harapan pemangku kepentingan maupun berkontribusi pada praktik perusahaan yang transparan dan bertanggung jawab. Temuan menunjukkan bahwa pengungkapan keberlanjutan yang komprehensif, jika selaras dengan strategi perusahaan, akan menghasilkan peningkatan kinerja perusahaan, terutama dalam hal keterlibatan pemangku kepentingan dan persepsi pasar. Namun, masih terdapat tantangan dalam menangani risiko perubahan iklim secara menyeluruh dan mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi sirkular ke dalam laporan keberlanjutan. Tinjauan ini menggarisbawahi pentingnya standarisasi praktik pelaporan dan memastikan bahwa perusahaan tidak hanya sekadar mengungkapkan hal-hal yang dangkal untuk mencerminkan kinerja keberlanjutan yang sebenarnya.