Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Metodologi Penyusunan Kitab Hadits Dirayah: Analisis Kritis Dan Inovasi Kontemporer Dwi Cahya Oktianto; Wa Ode Rohis Zauman; Rahmi Dewanti Palengkey; Abbas Baco Miro
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 11: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i11.10747

Abstract

Penelitian ini membahas secara komprehensif metodologi penyusunan kitab hadits dirayah atau buhuts dengan menekankan integrasi antara pendekatan klasik dan inovasi teknologi kontemporer. Tujuan utama dari kajian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis tahapan metodologis serta prinsip-prinsip kritik hadits—khususnya dalam aspek sanad dan matan—yang menjadi dasar validitas dan otentisitas suatu hadits. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif terhadap karya-karya klasik ulama hadits serta kajian akademik kontemporer, dengan penekanan pada pemanfaatan teknologi digital seperti basis data sanad, perangkat lunak HadithTools, dan analisis berbasis Natural Language Processing (NLP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan kitab hadits dirayah yang efektif harus mencakup proses verifikasi sumber hadits, kritik sanad yang mencermati kesinambungan dan kredibilitas perawi, analisis matan secara semantik dan kontekstual, serta klasifikasi hadits berdasarkan derajat keotentikannya. Penerapan teori Jarh wa Ta’dîl terbukti berperan sentral dalam proses ini, terlebih ketika dikombinasikan dengan pendekatan digital yang meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemetaan jalur periwayatan serta pendeteksian 'illat tersembunyi. Temuan juga menekankan pentingnya pendekatan hybrid dalam penyusunan kitab dirayah, yakni memadukan kecanggihan teknologi dengan kedalaman analisis manual oleh para ulama dan akademisi. Dengan demikian, penyusunan kitab hadits dirayah dapat menjadi rujukan ilmiah yang valid, sahih, dan relevan, baik dalam tradisi klasik maupun dalam menjawab tantangan ilmu keislaman di era digital.