Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

SOSIALISASI TEKNOLOGI INFORMASI BAGI APARAT DESA DALAM RANGKA MENINGKATKAN PELAYANAN MASYARAKAT DI DESA BURAI KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN Ferina, Ika Sasti; Aspahani; Budiman, Anton Indra; Bayusari, Ike
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 8 No. 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v8i1.3752

Abstract

Desa dapat menjadi titik awal dalam pembangunan nasional yang mana ditujukan untuk peningkatan kualitas hidup. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Burai ditujukan untuk aparatur desa yang berjumlah kurang lebih     15 orang. Desa harus mampu dalam mengelola praktik penyelenggaraan pemerintahan dan pemberdayaan maupun pembinaan masyarakat desa dengan memiliki suatu sistem pelayanan publik yang dapat digunakan dengan baik.  Sistem tersebut berupa Teknologi Informasi yang mampu untuk menunjang segala aktifitas dalam praktik pemerintahan desa agar dapat berjalan secara sistematis dan juga efisien. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya teknologi informasi pada pelayanan masyarakat yang berguna bagi efisiensi pelayanan masyarakat desa dalam sosialisasi ini. Sosialisasi dilakukan dengan persiapan dan kesiapan aparat desa dalam mengimplementasikan hingga mengawasi jalannya praktik teknologi informasi dalam pelayanan publik mereka. Pelaksanaan pertama dilakukan dengan sosialisasi peraturan perundang-undangan yaitu UU No. 6 tahun 2014 tentang desa, serta Perpu No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Selanjutnya adalah bimbingan teknis mengenai penerapan teknologi informasi pada aparat desa. Metode pelatihan dilakukan dengan cara pembelajaran pedagogi dengan pembicara yang memberikan pelatihan secara monolog, dialog, dan diskusi kepada para peserta. Kegiatan pemanfaatan teknologi informasi pengelola desa diharapkan dapat memberikan pelayanan publik kepada masyarakat desa yang berkualitas, serta menambah daya saing desa dalam hal meningkatkan kinerja pemerintahan dengan mempermudah kinerja administrasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
UPGRADING HUMAN RESOURCES: REVITALISASI BUMDES DI KECAMATAN TANJUNG LAGO, BANYUASIN Nurullah, Asfeni; Aspahani, Aspahani; Kesuma, Nilam; Rohman, Abdul
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v6i2.4387

Abstract

Kegiatan PKM ini berfokus untuk memberikan pemahaman kepada sumber daya manusia, akan pentingnya keberadaan BUMDes dalam memperkuat ekonomi desa, kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat desa. Sehingga dapat memberikan kesadaran kepada pengurus BUMDes agar mengelola manajemen dan keuangan BUMDes dengan baik dan tertib sesuai dengan ketentuan.  Permasalahan yang dihadapi oleh beberapa BUMDes salah satunya yaitu kurangnya pemahaman dalam melakukan pembukuan. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dimulai dari melakukan observasi awal ke beberapa BUMDes, memberikan pelatihan dan pendampingan langsung ke pengurus BUMDes serta diakhiri dengan evaluasi sekaligus monitoring. Kegiatan pengabdian diikuti oleh seluruh pengurus BUMDes yang berasal dari 15 Desa di wilayah Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Hasil kegiatan PKM ini adalah pengurus BUMDes telah lebih memahami dalam pengelolaan manajemen dan keuangan BUMDes. Selain itu, mereka juga telah mampu mengoperasikan aplikasi Microsoft Excel dalam menginput transaksi pengeluaran maupun pemasukan BUMDes, yang sebelumnya mencatat secara manual dan belum baik. Setelah kegiatan PKM ini, laporan keuangan BUMDes yang dihasilkan lebih tertib, rapi dan lengkap.
Komite Manajemen Resiko: Peran Corporate Governance dan Kepemilikan Institusional Efriandy, Iwan; Rohman, Abdul; Aspahani, Aspahani
MBIA Vol. 23 No. 2 (2024): Management, Business, and Accounting (MBIA)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/mbia.v23i2.3212

Abstract

The main activity of banks as financial intermediary institutions whose main source of income is interest income, which results from funding activities and providing credit to customers, is very high risk. Banks as agents of trust must be managed with the principle of prudence (prudential banking) because they have very high risks and the potential for systemic risk, especially in Indonesia's banking industry and general economic conditions. This study aims to examine the role of corporate governance, which is proxied by the variables of the board of commissioners, independent commissioners, and auditor reputation and institutional ownership in forming a risk management committee. This study uses an explanatory quantitative method with secondary data and multiple linear regression tests. The sample used in the study was 52 obtained from 4 state-owned banks and nine national private commercial banks with total assets above 100 trillion listed on the IDX in the 2019-2022 observation period. The study results showed that the proportion of independent commissioners and auditor reputation (BigFour) encourage the existence of a risk management committee in the company. Meanwhile, the size of the board of commissioners and institutional ownership are independent of the existence of a risk management committee in the company. Keywords: Board of Commissioners, Independent Commissioners, Big Four, Institutional Ownership. Abstrak Kegiatan utama bank sebagai lembaga intermediasi keuangan yang sumber pendapatan utama adalah pendapatan bunga yang merupakan hasil dari kegiatan pendanaan dan pemberian kredit kepada nasabah, maka memiliki risiko yang sangat tinggi. Bank sebagai agent of trust, bank harus dikelola dengan prinsip kehati-hatian (prudential banking), dikarenakan memiliki risiko yang sangat tinggi dan berpotensi risiko sistemik, khususnya di industri perbankan dan tidak terkecuali kondisi perekonomian Indonesia pada umumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji peran corporate governance, yang diproksi dengan variabel dewan komisaris, komisaris independen dan reputasi auditor serta kepemilikan institusional dalam pembentukan komite manajemen risiko. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatif dengan data sekunder danmenggunakan uji regresi linear berganda. Sampel yang digunakan dalam penentilian sebanyak 52 diperoleh dari 4 bank persero milik pemerintah dan 9 bank umum swasta nasional yang memiliki toal aset di atas 100 triliun yang terdaftar di BEI dalam periode pengamatan 2019-2022. Hasil peneltian diperoleh bahwa, proporsi komisaris independen dan reputasi auditor (BigFour) mendorong keberadaan komite manajemen risiko. Sedangkan ukuran dewan komisaris dan kepemilikan institusional tidak mempengaruhi keberadaan komite manajemen risiko. Kata kunci: Dewan Komisaris, Komisaris Indpenden, BigFour, Kepemilikan Institusional.
Strengthening Islamic Financial Literacy among Majelis Taklim in Seberang Ulu II District, Palembang Soediro, Achmad; kusumawardani, media; aspahani; Maysaroh, Watim
Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services Vol. 7 No. 1 (2026): Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services
Publisher : Faculty of Economics, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29259/jscs.v7i1.244

Abstract

This community engagement initiative addresses the socio-economic and religious challenges faced by residents of 16 Ulu Urban Village, Seberang Ulu II District, Palembang (Badan Pusat Statistik Kota Palembang, 2024)(Kecamatan SU II, 2024). Drawing on field observations, semi-structured interviews with community leaders and the management of the Salam Insaniyah Foundation, and corroborated by official district-level data, the study identifies two interrelated structural issues: persistently low levels of Islamic financial literacy and the limited involvement of women in sharia-based financial decision-making. The findings align closely with the extant literature in three critical respects: (1) inadequate Islamic financial literacy as a key determinant of economic precarity among low-income households; (2) the strategic role of women’s empowerment as household-level economic agents within the sharia economic framework; and (3) the urgent need for systematic integration between sharia literacy initiatives, Islamic microfinance institutions, and social finance instruments particularly zakat and waqf to advance social justice and financial inclusion. Overall, the intervention is empirically grounded, contextually responsive, and demonstrates strong potential to foster long-term outcomes, including the development of sharia conscious communities and economically as well as spiritually resilient micro, small, and medium enterprises (MSMEs).
Tantangan Jasa Assurance Keamanan Siber dan Layanan Non-Assurance Berbasis Artificial Intelligence (AI) Bagas Aditya Pambudi; M. Regil Saipullah; Veri Hariyanto; Aspahani Aspahani; Riska Tharika
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8594

Abstract

Era digital telah secara fundamental mengubah paradigma profesi akuntan, khususnya pada domain jasa assurance keamanan siber dan layanan non-assurance yang berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap transformasi profesi tersebut dengan menggunakan metode tinjauan literatur sistematis kualitatif. Data dikumpulkan melalui sintesis artikel-artikel peer-reviewed yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2026 pada berbagai jurnal nasional dan internasional yang terindeks secara bereputasi di Scopus serta Web of Science. Dengan mensintesis temuan dari sepuluh studi kunci, penelitian ini berhasil mengungkapkan enam dimensi kritis yang mendefinisikan masa depan akuntansi. munculnya assurance siber sebagai frontier baru dalam profesi audit guna memitigasi risiko pelanggaran data. Kedua, adanya proliferasi layanan non-assurance berbasis AI yang mengotomatisasi tugas-tugas rutin secara masif. Ketiga, timbulnya ketegangan etika antara tuntutan efisiensi teknologi dengan nilai-nilai inti akuntansi, seperti skeptisisme profesional. Keempat, peran krusial kerangka regulasi dalam memastikan standar praktik keamanan siber yang harmonis secara global. Kelima, transformasi mendalam oleh teknologi Industry 4.0 yang mengubah fokus akuntansi dari dokumentasi retrospektif menjadi kecerdasan operasional berbasis real-time. Keenam, analisis terhadap akurasi sistem audit inventaris berbasis AI yang mencapai tingkat 85–96,3%, namun tetap disertai risiko assurance yang inheren terkait ketergantungan algoritma. Studi ini menyimpulkan bahwa akuntan harus berevolusi secara radikal dari pemroses transaksi konvensional menjadi penasihat teknologi strategis. Adaptasi ini sangat krusial untuk mempertahankan relevansi profesi sekaligus memastikan integritas informasi di tengah kompleksitas ekosistem bisnis digital yang terus berkembang.