Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Bahasa Arab dengan Pendekatan CTL di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Timur Suparmanto Suparmanto; Ahmad Margani; Abdul gafur; Ratna Komalasari; Nida Zahratul Khairo
Al-Af'idah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/al-afidah.v7i1.1293

Abstract

Pembelajaran bahasa arab merupakan suatu pembelajaran yang harus diajarakan atau ditanamkan dalam diri peserta didik. bahkan pembelajaran harus sudah ditanamkan dari sejak kecil oleh orang tua maupun guru. Akan tetapi bayak dari peserta didik ketika mengaplikasikan teori yang sudah di dapat seketika menjadi kaku. Oleh sebab itu munculah konsep belajar dengan pendekatan Contectual teaching and learning (CTL), pendekatan tersebut lebih memfokuskan teori dengan konteks keadaan yang ada, sehingga dalam proses pembelajarannya selain peserta didik mengetahui teori juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yaitu untuk menumbuhkan gairah semangat siswa dalam belajar sehingga tercipta suasana pembeljajaran yang lebih mendukung. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu deskrptif kualitatif, yang hanya fokus penjabarannya berupa kata-kata dan fakta yang terjadi sesuai pengalaman yang dialami oleh penelit. Hasil dari penelitian ini yaitu diharapkan metode CTL ini dapat menuntut kreatifitas guru alam mengaitkan matter dengan kehidupan nyata siswa untuk membantu siswa agar lebih mudah memaknai materi tersebut Oleh karena itu metode CTL ini , dapat digunakan dikalangan siswa untuk menumbuh kembangkan pembelajaran supaya lebih maksimal
Moderasi Beragama Berbasis Komunitas Agus Dedi Putrawan; Abdul Gafur
Sophist: Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2021): Masa Depan Dan Tantangan Moderasi Beragama
Publisher : Journal Sophist

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sophist.v5i2.94

Abstract

Religious moderation with unconditional acceptance is the ideal of all humans in this world, therefore the most basic DNA imprint in humans is peace. Therefore, humans must hate violence in any name. Humans must respect, accept, respect and uphold human values. The idea of the religious moderation movement cannot be separated from the long road to militating the social system which has led to the destruction of the social system. The news presented on television and on social media homepages about corruption, collusion and nepotism, rape, theft, robbery, drug abuse, social violence and domestic violence, bullying and conflicts in society because of differences inter and interreligious. This paper assumes that all social problems involving individuals, groups and organizations in society stem from abnormal encounters. Because every time humans cannot avoid an encounter and use language, the improvement begins in that realm. Considering that improving the social system to create religious moderation should not be elitist and costly, the approach must be with a populist approach. Sekolah Perjumpaan is a simple technology but very principal, namely how to optimize encounters and prioritize action.