Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGEKSPRESIAN PROFESI HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DALAM NOVELET DALAM MIHRAB CINTA Juni Syaputra
Riksa Bahasa Vol 4, No 2 (2018): Riksa Bahasa Vol. 4 No. 2 November 2018
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v4i2.16337

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh manakah pengekspresian profesi Habiburrahman El Shirazy dalam novelet Dalam Mihrab Cinta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, data penelitian ini adalah unsur profesi yang terkandung dalam novelet Dalam Mihrab Cinta. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tabel-tabel data unsur profesi pengarang dalam novelet. Teknik analisis data dengan membaca keseluruhan novelet, menandai bagian-bagian unsur-unsur profesi, kemudian data yang ditemukan dimasukan ke dalam daftar data jenis profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesi Habiburrahman El Shirazy yang dijalani oleh tokoh Syamsul dalam novelet Dalam Mihrab Cinta mempunyai persamaan profesi yang dimiliki yaitu sebagai seorang penceramah, seorang guru atau pengajar, penulis/ pengarang, dan pengurus pesantren. Profesi-profesi yang ditekuni oleh Habiburrahman El Shirazy tersebut merupakan profesi-profesi yang mampu memberikan kehidupan yang lebih layak untuk dirinya dan keluarga. Jadi, Habiburrahman El Shirazy tergolong orang yang memiliki profesi-profesi yang luar biasa dalam menjalankan dan menata kehidupannya.
Literasi data: Dalam menulis karya ilmiah di perguruan tinggi Syaputra, Juni; Damayanti, Vismaia S; Anshori, Dadang S; Sastromiharjo, Andoyo
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23883

Abstract

Karya tulis ilmiah merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengkomunikasikan pengetahuan, pengalaman, dan informasi yang diperoleh kepada pembaca. Litarasi data merupakan sarana yang dapat membantu mahsiswa menegembangkan, menganalisis dan mengkonklusi data yang diperoleh menjadi konstruksi karya tulis ilmiah yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah ditinjau dari literasi data dalam menulis karya ilmiah di perguruan tinggi. Untuk mendapatkan data penelitian, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yaitu hambatan menulis karya ilmiah ditinjau dari literasi data. Data diperoleh dari karya ilmiah yang dihasilkan mahasiswa. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan teknik pengamatan dan pembacaan secara teliti terhadap karya ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa, teknik dokumentasi dengan cara menandai atau mencatat bagian-bagian penting karya. Teknik analisis data dengan melakukan pemetaan tingkat kesalahan yang selalu terjadi, dan perhitungan persentase kesalahan yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah mahasiswa masih rendah terutama pada bagian pengembangan ide dan pembahasan. Berikut perhitungan persentase kemampuan menulis karya ilmiah dan literasi data 14,25% mahasiswa mampu mengembangkan ide ditinjau dari 19% literasi data tahapan menganalisis. Kemampuan menulis karya ilmiah pada bagian hasil dan pembahasan dengan 13,55% ditinjau dari literasi data tahapan membuat konklusi 12,4%. Penulisan karya ilmiah pada bagian kesimpulan diperoleh hasil 72,2% ketepatan mahasiswa dalam membuat bagian simpulan dengan literasi data tahapan membaca sebesar 68,6%. Dari hasil penelitian ini, kemampuan menulis karya ilmiah di perguruan tinggi masih mengalami kendala pada bagian pengembangan ide dan bagian hasil dan pembahasan. Diharapkan untuk penelitian lanjutan untuk menyoroti bagian pengembangan ide dan pembahasan untuk mengatasi kesulitan yang telah ditemukan pada penelitian ini.
Information Literacy: Writing Scientific Articles In Collegetall Juni Syaputra; Vismaia S Damaianti; Dadang S Anshori; Andoyo Satromiharjo; Hakiki Elvionika
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5418

Abstract

Students tend to experience difficulties in writing scientific papers due to a low reading and writing literacy culture, less than optimal interaction with texts, students' tendency culture, less than optimal interaction with texts, students' tendency to copy other people's work and then claim it as their work, self-correction that is not carried out, and not knowing the phases in writing scientific work. This problem is based on poor information literacy skills. Information literacy is the most important part of the process of writing a scientific paper. This study aims to describe information literacy in writing scientific articles in tertiary institutions. The method used in this research is the descriptive method. The data used in this study are the obstacles faced by students in writing scientific articles. Data sources of information literacy were obtained by distributing questionnaires to students. The data analysis technique used is to calculate the percentage of problems in writing scientific articles and the sources of information literacy used. The next step is to group the results of the questionnaire into the data tabulation table. The results showed that the problems encountered in writing scientific papers in the form of articles were lack of understanding of how to write works well 63.5%, difficulty developing ideas 98.4%, difficulty writing introductory sections 97.6%, difficulties in conducting discussions 67.2 %. While the results of student information literacy sources were obtained from the Google application 57.2%, 19% were obtained through Google Scholar, 12.8% from books, and 11% from other sources.
EXPRESSION OF HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY'S PROFESSION IN THE NOVELETTE IN MIHRAB CINTA Juni Syaputra
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to know how far the expression of profession Habiburrahmn El Shirazy in novelet Dalam Mihrab Cinta. The method used in this research is descriptive method, this research data is the profession element contained in novelet In Mihrab Cinta. Technique of collecting data in this research is by using table data of element of profession of author in novelet. Data analysis techniques by reading the whole novelet, marking the parts of the profession, then the data found included into the list of data types of professions. The results show that the profession of Habiburrahman El Shirazy undertaken by the character of Syamsul in novelet Dalam Mihrab Cinta has the same profession that is owned as a lecturer, a teacher or lecturer, writer/author, and boarding school. Professions occupied by Habiburrahman El Shirazy is a profession-profession that is able to provide a more decent life for himself and family. Thus, Habiburrahman El Shirazy belongs to a person who has extraordinary professions in running and organizing his life.
Information Literacy: Writing Scientific Articles In Collegetall Syaputra, Juni; Vismaia S Damaianti; Dadang S Anshori; Andoyo Satromiharjo; Hakiki Elvionika
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5418

Abstract

Students tend to experience difficulties in writing scientific papers due to a low reading and writing literacy culture, less than optimal interaction with texts, students' tendency culture, less than optimal interaction with texts, students' tendency to copy other people's work and then claim it as their work, self-correction that is not carried out, and not knowing the phases in writing scientific work. This problem is based on poor information literacy skills. Information literacy is the most important part of the process of writing a scientific paper. This study aims to describe information literacy in writing scientific articles in tertiary institutions. The method used in this research is the descriptive method. The data used in this study are the obstacles faced by students in writing scientific articles. Data sources of information literacy were obtained by distributing questionnaires to students. The data analysis technique used is to calculate the percentage of problems in writing scientific articles and the sources of information literacy used. The next step is to group the results of the questionnaire into the data tabulation table. The results showed that the problems encountered in writing scientific papers in the form of articles were lack of understanding of how to write works well 63.5%, difficulty developing ideas 98.4%, difficulty writing introductory sections 97.6%, difficulties in conducting discussions 67.2 %. While the results of student information literacy sources were obtained from the Google application 57.2%, 19% were obtained through Google Scholar, 12.8% from books, and 11% from other sources.
Interdisciplinary Perspectives on Folklore: Arts-Based Research (ABR) in The Novelization of Traditional Tales to Strengthen Character Education Through Language and Literature Teaching Youpika, Fitra; Sumiyadi, Sumiyadi; Permadi, Tedi; Sunendar, Dadang; Syaputra, Juni
International Journal of Language Education Vol. 9, No. 4, 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijole.v1i2.82103

Abstract

The study aims to elucidate the interdisciplinary perspective of folklore studies and arts-based research (ABR), focusing on the novelization of traditional stories to strengthen character education. An interdisciplinary perspective on language, literature, art, and education studies is employed to investigate how traditional folklore can be re-created through creative literary endeavors. Using an ABR qualitative research design, preceded by realist ethnographic research and in-depth character content analysis, this study explores the complexities of transforming oral traditions into written narratives, emphasizing the role of artistic interpretation in preserving cultural heritage and values. The steps of ABR are carried out through comparative data, literature review, and analysis of art practices of the selected traditional stories for their new adaptation. The results show that the folklore (legend) of Raden Alit has three variants. The variants teach about the values of religiousness, nationalism, independence, cooperation, and integrity. The variants of the Raden Alit folklore (legend) can be combined and transformed into a novel (didactic literature) through the six stages of the creative process of fiction-based research (FBR) design, which is part of arts-based research. The implications of this research are essential for socio-cultural in the contemporary context because it is relevant to the preservation and dissemination of cultural heritage. By integrating insights from folklore studies, literary analysis, and artistic practice, this study contributes to an emerging interdisciplinary research field. It offers valuable insights into the transformative potential of arts-based approaches to preserving and disseminating traditional folklore.
Pelatihan Penulisan Cerita Rakyat Papua Barat bagi Guru SMPN 04 Kabupaten Manokwari Syaputra, Juni; Rahmi, Elvi
Jurnal Peradaban Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal peradaban masyarakat (JPM)
Publisher : LPPM STIE Hidayatullah Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jpm.v6i1.769

Abstract

Peningkatan kearifan lokal dalam lembaga pendidikan menjadi  langkah strategis untuk mencetak generasi muda berkarakter. Namun demikian, guru-guru di Kabupatim Manokwari masih jauh dari kata memadai untuk dapat mengangkat bahan ajar yang berbasis pada cerita rakyat lokal. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan langkah untuk meningkatkan kompetensi guru menulis dan mengembangkan cerita rakyat sebagai media pembelajaran. Kegiatan PKM ini diikuti oleh 25 guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Manokwari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta sebesar 71% berdasarkan pre-test dan post-test. Selain itu, para peserta kegiatan PKM telah menghasilkan 18 naskah cerita rakyat siap dijadikan sebagai bahan ajar. Kegiatan ini berperan dalam upaya pelestarian budaya lokal dan peningkatan kualitas pembelajaran berbasis kearifan lokal Papua Barat.
Pendampingan Litersi Dasar Membaca Bagi Anak-Anak di Pengunungan Arfak Syaputra, Juni; Ayabmen, Henok
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/54n39y41

Abstract

Kemampuan literasi dasar merupakan indikator kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Namun, keterbatasan akses pendidikan dan media pembelajaran di daerah terpencil masih menjadi hambatan dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa, termasuk di daerah Pegunungan Arfak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk peningkatan kemampuan literasi dasar siswa dengan program pendampingan membaca dan menulis. Pelaksanaan kegiatan yaitu pengamatan awal, pemberian materi literasi, bimbingan belajar, praktek membaca dan menulis, serta evaluasi hasil kegiatan. Kegiatan tersebut dipelopori dengan menggunakan pendekatan interaktif dan menyenangkan supaya anak lebih aktif dalam proses pembelajaran. Hasil kegiatan yang didapat adalah dengan mengikuti program pendampingan anak mempunyai kemampuan dan minat belajar yang lebih baik dalam membaca dan menulis. Anak-anak juga menjadi lebih percaya diri ketika mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Program ini diharapkan dapat menjadi satu di antara upaya untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar di wilayah Pegunungan Arfak.