Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pelayanan, Lokasi, Dan Store Atmosphere Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Minimarket Win Win Kota Jambi Mariya Ulfa; Titin Agustin Nengsih; Khusnul Istiqomah
Journal of Student Research Vol 1 No 6 (2023): November: Journal of Student Research
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jsr.v1i6.1798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pengaruh Pelayanan, Lokasi, dan Store Atmosphere secara parsial dan simultan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Minimarket Win Win Kota Jambi. Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif Deskriptif dengan metode survey yang dilaksanakan di Minimarket Win Win Kota Jambi. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik Lemeshow dengan jumlah sampel 100 konsumen. Hipotesis dalam penelitian ini adalah (1) ada pengaruh antara pelayanan terhadap keputusan pembelian konsumen (2) tidak adanya pengaruh antara lokasi terhadap keputusan pembelian konsumen (3) ada pengaruh antara store atmosphere terhadap keputusan pembelian konsumen (4) ada pengaruh antara pelayanan, lokasi, dan store atmosphere terhadap keputusan pembelian konsumen. Penguji hipotesis menggunakan analisis regresi berganda dengn taraf signifikan α = 0,05. Penelitian ini menghasilkan empat hal yaitu: (1) Pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada Minimarket Win Win Kota Jambi. (2) Lokasi tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada Minimarket Win Win Kota Jambi. (3) Store Atmosphere berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada Minimarket Win Win Kota Jambi. (4) berdasarkan hasil pengujan secara simultan variabel pelayan (X1), lokasi (X2), dan store atmosphere (X3) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Adapun kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik pelayanan, lokasi dan store atmosphere maka keputusan pembelian konsumen pada Minimarket Win Win Kota Jambi akan semakin meningkat dengan baik.
ANALISIS MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA DI DESA SEBRANG SANGLAR KECAMATAN RETEH Mariah Ulfah; Putri Apria Ningsih; Khusnul Istiqomah
Journal of Student Research Vol 1 No 6 (2023): November: Journal of Student Research
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jsr.v1i6.1805

Abstract

Desa Sebrang Sanglar ini banyak terjadi pernikahan di bawah umur, apakah mereka sudah bisa mengelola manajemen keungan keluarga pada rumah tangga, karena manajemen keuangan keluarga ini sangat penting, bagi yang sudah berumah tangga maupun individual, masalah yang sering terjadi didesa sebrang sanglar adalah masyarakat belum atau kurang memahami manajemen keuangan rumah tangga secara syariat Islam dimana banyak masyarakat yang mengunakan keuangannya untuk berpoya-poya yang menyebabkan prilaku boros karena didalam Islam menjelaskan jika ada seorang yang memanfaatkan harta diluar batas keridhoan Allah dan mengingkari nikmatnya perbuatanya dapat disamakan dengan perbuatan setan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, deskriptif merupakan penelitian eksplorasi dan memainkan peran yang amat penting dalam menciptakan hipotesis atau pemahaman orang tentang berbagai variabel sosial, studi ini disifatkan sebagai eksplorasi jadi tidak bertujuan menguji hipotesis, atau membuat generalisasi. Alasan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif adalah bahwasanya dalam penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan dan menginterpretasikan kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung. Sebuah keluarga harus mampu memahami manajemen keuangan keluarganya dengan baik tanpa adanya pemahaman mengenai manajemen keuangan maka akan sulit untuk mengatur keuanganya, sehingga uang yang didapatkan akan selalu terasa tidak cukup. Perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga adalah proses merencanakan keuangan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan baik jangka pendek maupun jangka panjang untk kegiatan keluarga, Pengeluaran adalah kegiatan manusia menggunakan atau memakai barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Mutu dan jumlah barang atau jasa dapat mencerminkan kemakmuran konsumen tersebut, semakin tinggi mutu dan semakin banyak jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi, berarti semakin tinggi pula tingkat kemakmuran konsumen yang bersangkutan sebaliknya semakin rendah mutu kualitas dan jumlah barang atau jasa yang di konsumsi, berarti semakin rendah pula tingkat kemakmuran konsumen yang bersangkutan.
SISTEM PENGELOLAAN WAKAF SECARA PRODUKTIF DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Masjid Abu Bakar Sari Kecamatan Telanaipura Kota Jambi) Anissa Ika Septiara; Mellya Embun Baining; Khusnul Istiqomah
Journal of Student Research Vol 1 No 6 (2023): November: Journal of Student Research
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jsr.v1i6.1810

Abstract

Skripsi ini berjudul Pengelolaan Wakaf Produktif di Masjid Abu Bakar Sari Kecamatan Telanaipura Kota Jambi dan bertujuan untuk mengetahui pengelolaan wakaf produktif, pemanfaatan hasil wakaf produktif dan pandangan ekonomi Islam terhadap pengelolaan wakaf produktif di Masjid Abu Bakar Sari Kecamatan Telanaipura Kota Jambi. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bermanfaat untuk memberikan informasi fakta dan data mekanisme pengelolaan wakaf produktif di Masjid Abu Bakar Sari Kecamatan Telanaipura Kota Jambi, dengan metode pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa : (1) Pengelolaan wakaf produktif di Masjid Abu Bakar Sari dari aspek manajemen Planning, Organizing, Leading dan Controlling, belum berjalan dengan baik. Karena adanya berbagai permasalahan yang terjadi. (2) pemanfaatan hasil wakaf yang dilakukan sebagian besardigunakan untuk pemanfaatan secara konsumtif terutama untuk kegiatan keagamaan seperti pengajian, dan lain-lain. Belum ada pemanfaatan untuk meningkatkan ekonomi, di bidang kesehatan maupun sosial lainnya. (3) pandangan ekonomi Islam terhadap wakaf produktif yang dalam pelaksanaannya dilakukan dengan sistem sewa, dimana penyewaan harta wakaf produktif di Masjid Abu Bakar Sari tidak ditemukan adanya unsur riba atas keterlambatan pembayarannya, jikapun ada keterlambatan atas pembayaran tersebut nazhirmemberikan waktu dan kesempatan untuk membayarnya.
Literasi Masyarakat Terhadap Zakat Pertanian Kebun Kelapa Sawit di Desa Sumber Jaya Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi Nurmita Nurmita; Erwin Saputra Siregar; Khusnul Istiqomah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis literasi masyarakat terhadap zakat pertanian kebun kelapa sawit di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Zakat pertanian, khususnya dari hasil perkebunan kelapa sawit, memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan rendahnya pemahaman masyarakat terkait kewajiban zakat, baik dari segi konsep, perhitungan nisab, waktu pengeluaran, maupun mekanisme penyalurannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi masyarakat terhadap zakat pertanian kebun kelapa sawit masih tergolong rendah. Masyarakat cenderung memahami zakat hanya sebatas zakat fitrah, sementara zakat hasil perkebunan kelapa sawit sering disamakan dengan infak atau sedekah. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya literasi antara lain kurangnya sosialisasi dari lembaga zakat, keterbatasan pengetahuan keagamaan, kondisi ekonomi yang tidak stabil, serta belum adanya lembaga pengelola zakat aktif di tingkat desa.
Pengaruh Penerapan Prinsip Syariah dan Partisipasi Anggota Terhadap Kinerja Keuangan Koperasi Unit Desa Makmur Rezeki Rizky Adelia Mareli; Sri Rahma; Khusnul Istiqomah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7878

Abstract

Kinerja keuangan koperasi merupakan indikator penting dalam mengukur keberhasilan koperasi mengelola sumber daya dan memberikan manfaat ekonomi kepada anggotanya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan prinsip syariah dan partisipasi anggota terhadap kinerja keuangan KUD Makmur Rezeki Desa Bulian Jaya, yang selama periode 2020–2024 mengalami fluktuasi sisa hasil usaha (SHU), ekuitas, dan aset, serta penurunan keanggotaan aktif. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan 78 responden yang dipilih melalui purposive sampling dari populasi 360 anggota. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert lima poin, dan analisis data menggunakan regresi linear berganda, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis (uji t, uji F, Adjusted R²) berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip syariah berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja keuangan (t = 1,293; Sig. = 0,200), sedangkan partisipasi anggota berpengaruh positif dan signifikan (t = 4,335; Sig. = 0,000). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (F = 32,636; Sig. = 0,000) dengan kontribusi sebesar 45,1%. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan partisipasi anggota merupakan faktor paling langsung dalam mendorong kinerja keuangan koperasi, sementara penerapan prinsip syariah secara optimal memerlukan pengembangan kelembagaan jangka panjang.