Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) DONOR DARAH DI STIKES BETHESDA TOMOHON Andro Ruben Runtu; Meilita Enggune; Djoise Kaunang; Elizabeth Purba; Welmin Lumi; Nolla Lisa Lolowang; Grace Merentek; Rivolta Musak; Angelia Pondaa; Ever Lontaan; Jeane Sumarauw; Marieska Waworuntu; Agustinus Langitan
COVIT (Community Service of Health) Vol. 3 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v3i1.14616

Abstract

This community service activity aims to provide additional blood stock to PMI that can be used by people who need blood. PkM blood donor participants totaling 41 donors which is an important part in efforts to balance blood demand and stock. It is hoped that the participants will benefit from this activity, if done sincerely, this endeavor is very noble and will be beneficial for the giver, so that the participants are very enthusiastic about participating in community service activities for blood donors at STIKES Bethesda Tomohon. Keywords: Community Service, Blood Donation
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG DISCHARGE PLANNING PASIEN DI RUANGAN RAWAT INAP RSU GMIM BETHESDA TOMOHON Meilita Enggune
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 1 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i1.3452

Abstract

Discharge planning adalah perencanaan kepulangan pasien dan memberikan informasi kepada klien dan keluarganya tentang hal-hal yang perlu dihindari dan dilakukan saat pulang ke rumah. Perawat yang berpengetahuan rendah tentang discharge planning berisiko menimbulkan dampak buruk bagi pasien. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut diperlukan pengetahuan perawat yang optimal, sehingga tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran pengetahuan perawat tentang discharge planning pasien di Ruangan Rawat Inap Markus, Yohanes, Lukas, Elisabeth, Bethesda, dan Yehezkiel RSU GMIM Bethesda Tomohon. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Februari 2022. Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel 88 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan perawat tentang discharge planning berada pada kategori tinggi yaitu 48 orang (54,6%), kategori sedang berjumlah 40 orang (45,4%) dan tidak ada responden yang dikategori rendah. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan masih banyak perawat yang berpengetahuan sedang, sehingga diharapkan rumah sakit untuk lebih meningkatkan pelayanan rawat inap khususnya dalam penerapan discharge planning pasien dan meningkatkan pengetahuan tentang discharge planning bagi semua perawat.
MEMORI INDAH: PENERAPAN TERAPI REMINISCENCE UNTUK MENINGKATKAN SUASANA HATI LANSIA DI BALAI PENYANTUNAN SOSIAL LANJUT USIA TERLANTAR SENJA CERAH MANADO Cicilia Karlina Lariwu; Ever Mario Lontaan; Meilita Enggune; Angelia Pondaa; Christiane Prisilia Sarayar; Jeane L. I. Sumarauw; Jolie Ponamon
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61654

Abstract

Lansia yang tinggal di panti sosial berisiko mengalami penurunan suasana hati akibat perubahan psikologis, berkurangnya interaksi sosial, serta keterpisahan dari keluarga. Kondisi tersebut memerlukan intervensi nonfarmakologis yang sederhana, mudah diterapkan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan suasana hati lansia melalui penerapan terapi reminiscence di Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah Manado. Metode yang digunakan berupa pendidikan masyarakat melalui penyuluhan mengenai kesehatan mental lansia dan pelatihan terapi reminiscence secara berkelompok. Sebanyak 50 lansia mengikuti kegiatan yang diawali dengan pengukuran pre-test suasana hati menggunakan skala mood, dilanjutkan dengan sesi terapi selama 45–60 menit, kemudian dilakukan post-test dan observasi perubahan perilaku peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor suasana hati dari 5,04 ± 0,78 sebelum intervensi menjadi 7,74 ± 0,67 setelah intervensi, dengan rata-rata peningkatan sebesar 2,70 ± 0,46 poin (p < 0,001). Selain itu, hasil observasi memperlihatkan bahwa peserta tampak lebih rileks, lebih ceria, lebih aktif, lebih percaya diri, dan lebih mudah berinteraksi. Penerapan terapi reminiscence terbukti efektif meningkatkan suasana hati lansia dan berpotensi menjadi salah satu program psikososial yang dapat diterapkan secara rutin di panti sosial untuk mendukung penuaan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup lansia.