Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS GAMBARAN KONSEP DIRI PADA KLIEN YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA Andro Ruben Runtu
KOLONI Vol. 1 No. 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.467 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i3.373

Abstract

Hemodialysis aims to improve the patient's quality of life, not treat it. This therapy requires time, patience, cost and the length of the hemodialysis process. In the same routine, the same environment, the same people, high costs and no support from the family, these are the things that must be faced by patients undergoing hemodialysis therapy, which can cause boredom that can affect or disrupt the client's self-concept. This study aims to analyze the self-concept description of clients undergoing hemodialysis therapy. Descriptive research design with a total sample of 41 people, with the total sampling technique. Based on the results, it was shown that 27 respondents (66%) did not have self-concept or positive self-concept and 14 respondents (34%) had negative self-concept. Based on the results of the conclusions with the support and motivation from the family can minimize the occurrence of disturbances of self-concept in clients. Keywords: Chronic kidney failure, hemodialysis, self-concept
KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) DONOR DARAH DI STIKES BETHESDA TOMOHON Andro Ruben Runtu; Meilita Enggune; Djoise Kaunang; Elizabeth Purba; Welmin Lumi; Nolla Lisa Lolowang; Grace Merentek; Rivolta Musak; Angelia Pondaa; Ever Lontaan; Jeane Sumarauw; Marieska Waworuntu; Agustinus Langitan
COVIT (Community Service of Health) Vol. 3 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v3i1.14616

Abstract

This community service activity aims to provide additional blood stock to PMI that can be used by people who need blood. PkM blood donor participants totaling 41 donors which is an important part in efforts to balance blood demand and stock. It is hoped that the participants will benefit from this activity, if done sincerely, this endeavor is very noble and will be beneficial for the giver, so that the participants are very enthusiastic about participating in community service activities for blood donors at STIKES Bethesda Tomohon. Keywords: Community Service, Blood Donation
Pendidikan Berbasis Komunitas untuk Lansia di Era Digital: Pendekatan Psikologi Positif Camelia Bakker; Apriyanto Apriyanto; Rahman Tanjung; Syamsul Anwar; Andro Ruben Runtu
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7357

Abstract

This study highlights the challenges faced by the elderly in the digital era, particularly regarding feelings of marginalization and difficulties in accessing technology. Community-based education that integrates positive psychology approaches can be an effective solution to improve the mental well-being and digital skills of the elderly. A qualitative case study method was employed, involving in-depth interviews, focus group discussions, and participatory observations to explore the experiences and perspectives of the elderly participating in this educational program. The findings show improvements in digital skills, self-confidence, emotional well-being, and social connections among the elderly. Participants felt more connected and supported, which positively impacted their mental health. The study recommends active participation of the elderly in program design and the integration of positive psychology elements to ensure the sustainability of such programs in the future.
ANALISIS GAMBARAN KONSEP DIRI PADA KLIEN YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA Andro Ruben Runtu
KOLONI Vol. 1 No. 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i3.373

Abstract

Hemodialysis aims to improve the patient's quality of life, not treat it. This therapy requires time, patience, cost and the length of the hemodialysis process. In the same routine, the same environment, the same people, high costs and no support from the family, these are the things that must be faced by patients undergoing hemodialysis therapy, which can cause boredom that can affect or disrupt the client's self-concept. This study aims to analyze the self-concept description of clients undergoing hemodialysis therapy. Descriptive research design with a total sample of 41 people, with the total sampling technique. Based on the results, it was shown that 27 respondents (66%) did not have self-concept or positive self-concept and 14 respondents (34%) had negative self-concept. Based on the results of the conclusions with the support and motivation from the family can minimize the occurrence of disturbances of self-concept in clients. Keywords: Chronic kidney failure, hemodialysis, self-concept
Analisis Perkembangan yang Mempengaruhi Penerimaan Blended Learning di Kalangan Mahasiswa PTN Makassar Munir Tubagus; Andro Ruben Runtu; Nur Ainung; Zalzabila Putri; Muhammad Raihan
Innovation and Applied Education Journal Volume 1, Issue 1, Februari 2024
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/iaej.v1i1.245

Abstract

Dalam era revolusi Industri 4.0, perkembangan teknologi memainkan peran krusial dalam transformasi pendidikan tinggi. Artikel ini membahas implementasi dan penerimaan Blended Learning di kalangan mahasiswa PTN Makassar sebagai solusi efektif dalam memanfaatkan teknologi pendidikan. Model pembelajaran ini mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dengan e-learning, memberikan daya tarik pada interaksi dan komunikasi antara dosen dan mahasiswa. Meskipun penelitian sebelumnya menyoroti pentingnya berfokus pada pembelajaran, ada ketidakpastian mengenai faktor-faktor yang signifikan dalam memengaruhi sikap dan penerimaan mahasiswa terhadap Blended Learning. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 65 responden dari mahasiswa Universitas Negeri di Makassar. Metode penelitian menggunakan kuesioner dengan pertanyaan terstruktur yang menggambarkan aspek harapan kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, sikap, dan kecemasan terkait pembelajaran blended. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mahasiswa memiliki harapan positif terhadap efektivitas Blended Learning, namun masih terdapat ketidakpastian terkait beberapa aspek. Kesimpulan penelitian ini mencerminkan perlunya pemahaman lebih lanjut tentang faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan mahasiswa terhadap Blended Learning. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pendidikan yang lebih efektif dalam mengimplementasikan Blended Learning, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menciptakan dasar kebijakan pendidikan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan era teknologi yang terus berkembang.
Analisis Penerapan Extended TAM Untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Daring Studi Kasus di Perguruan Tinggi Izza Safitri; Aristanto; Andro Ruben Runtu; Asrafah Suaib; Putri Rahayu
Innovation and Applied Education Journal Volume 1, Issue 1, Februari 2024
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/iaej.v1i1.243

Abstract

Pembelajaran daring telah menjadi fokus utama dalam pendidikan tinggi. Penelitian ini menganalisis penerapan Teori Akseptansi Teknologi yang Diperluas (Extended Technology Acceptance Model/Extended TAM) sebagai kerangka kerja untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran daring di lingkungan perguruan tinggi. Dengan menggunakan studi kasus, penelitian ini memeriksa faktor-faktor kunci yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan platform pembelajaran daring oleh mahasiswa dan dosen. Metode penelitian melibatkan survei, wawancara, dan analisis data untuk memahami persepsi, sikap, dan perilaku terkait penggunaan platform tersebut. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pembelajaran daring, termasuk faktor teknis, sosial, dan kecenderungan penerimaan teknologi. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan panduan bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan strategi pembelajaran daring mereka, serta memberikan dasar bagi pengembangan lebih lanjut dalam memperkuat penggunaan teknologi untuk pendidikan yang lebih efektif.  
EDUKASI KESEHATAN TENTANG DIABETES MELITUS DAN PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH DI BALAI PENYANTUNAN SOSIAL LANJUT USIA TERLANTAR SENJA CERAH MANADO Pingkan Timbuleng; Linnie Pondaag; Andro Ruben Runtu; Nolla Lisa Lolowang; Grace Merentek; Maria Jeinny Regar; Ceril Pungus; Diana Pusung; Esther Hutagaol; Fransiska Kristianingsih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61897

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada lanjut usia dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak terdeteksi serta tidak dikelola dengan baik. Rendahnya pengetahuan mengenai diabetes melitus dan kurangnya pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi faktor yang menghambat upaya pencegahan dan deteksi dini pada lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang diabetes melitus serta melakukan skrining kadar glukosa darah di Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah Manado. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui edukasi kesehatan menggunakan ceramah interaktif dan diskusi, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan metode Point of Care Testing (POCT). Peserta kegiatan berjumlah 54 orang lansia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proporsi lansia dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 44,44% sebelum edukasi menjadi 74,07% setelah edukasi. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah menunjukkan bahwa 39 peserta (72,22%) memiliki kadar glukosa darah 90–100 mg/dL, sedangkan 15 peserta (27,78%) memiliki kadar glukosa darah lebih dari 100 mg/dL. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dipadukan dengan skrining glukosa darah efektif meningkatkan pengetahuan lansia serta mendukung deteksi dini diabetes melitus. Program serupa perlu dilakukan secara berkala untuk mendukung pencegahan dan pengendalian diabetes melitus pada kelompok lanjut usia.