Ratih Pramesthi
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi sosial makna Tari Gandrung Seblang bagi Desa Bakungan Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Heri Setiawan; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda; I Nyoman Ruja; Ratih Pramesthi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The formulation of the problems in this study are (1) What is the history of the emergence of the Gandrung Seblang Dance tradition in Bakungan Village, Glagah District? (2) What is the form of the Gandrung Seblang Dance and the meaning contained in the Gandrung Seblang Dance tradition in Bakungan Village, Glagah District? (3) How is the Social Construction of the Gandrung Seblang Dance in Bakungan Village, Glagah District? This study used a qualitative approach with a descriptive research type. The data collection technique uses a purposive technique. The results of the study show that: (1) There are two versions of the history of the creation of the Gandrung Seblang dance in the Bakungan community. The first version states that this tradition began as a ritual to honor the services of Mbah Djoyo, a village ancestor and to express gratitude to the village guard who was willing to be transferred for the development of the village area. The second version states that the Gandrung Seblang dance arose as a result of an ancient story in which many residents of Bakungan Village experienced disease outbreaks and crop failures. The researcher suggests researching "The Development of the Gandrung Dance Tradition in the Millennial Era" from a different theoretical perspective, besides that future researchers can also use research methods that are different from this research. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana sejarah munculnya tradisi Tari Gandrung Seblang di Desa Bakungan Kecamatan Glagah? (2) Bagaimana Bentuk Tari Gandrung Seblang dan makna yang terkandung dalam tradisi Tari Gandrung Seblang di Desa Bakungan Kecamatan Glagah? (3) Bagaimana Konstruksi Sosial Tari Gandrung Seblang di Desa Bakungan Kecamatan Glagah?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat dua versi sejarah terciptanya tari Gandrung Seblang di masyarakat Bakungan. Versi pertama menyatakan bahwa tradisi ini bermula sebagai ritual untuk menghormati jasa Mbah Djoyo, seorang leluhur desa dan rasa terima kasih kepada dayang penunggu desa yang berkenan dipindahkan guna pembangunan wilayah desa. Versi kedua, menyatakan bahwa tari Gandrung Seblang muncul akibat kisah zaman dahulu dimana banyak penduduk Desa Bakungan mengalami wabah penyakit dan kegagalan panen. Peneliti menyarankan untuk meneliti “Perkembangan Tradisi Tari Gandrung di Era Milenial” dalam perspektif teoretik yang berbeda, selain itu peneliti selanjutnya juga bisa menggunakan metode penelitian yang berbeda dengan penelitian ini.
PENGARUH METODE PEER TUTORING TERHADAP KEMAMPUAN DESAIN BUSANA SISWA KELAS XI TATA BUSANA SMKN 8 PADANG Ratih Pramesthi; Listyo Yudha Irawan; Emilia Nanda Sartika
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13706

Abstract

ABSTRACT Fashion design skills are an important competency in Fashion Design learning. However, learning that is still dominated by conventional methods may limit student engagement and opportunities to receive direct guidance. This study aimed to analyze the effect of the peer tutoring method on the fashion design skills of Grade XI Fashion Design students at SMKN 8 Padang. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The sample consisted of 36 students selected through total sampling, comprising an experimental class and a control class. Data were collected through pretests, posttests, practical design assessments, and observations of learning implementation. The data were analyzed using descriptive statistics, N-Gain, prerequisite tests, and an Independent Samples t-Test. The results showed that students who participated in learning using the peer tutoring method demonstrated greater improvement in fashion design skills than those who participated in conventional learning. This improvement was indicated by a significant difference in final learning outcomes between the experimental and control groups. The implementation of peer tutoring was also categorized as very good. These findings indicate that the peer tutoring method can create more active learning through peer interaction, peer guidance, collaborative practice, and direct feedback. Therefore, peer tutoring can serve as an alternative learning method to support the development of students' fashion design skills in vocational education. ABSTRAK Kemampuan desain busana merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Tata Busana. Namun, pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional dapat membatasi keterlibatan siswa dan kesempatan memperoleh bimbingan secara langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode peer tutoring terhadap kemampuan desain busana siswa kelas XI Tata Busana SMKN 8 Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group. Sampel penelitian berjumlah 36 siswa yang dipilih melalui total sampling, terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest, posttest, penilaian praktik desain, dan observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, uji prasyarat, dan Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan desain busana siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode peer tutoring mengalami peningkatan yang lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh perbedaan hasil belajar akhir yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Keterlaksanaan pembelajaran peer tutoring juga berada pada kategori sangat baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa metode peer tutoring dapat menciptakan pembelajaran yang lebih aktif melalui interaksi antarsiswa, bimbingan teman sebaya, latihan kolaboratif, dan pemberian umpan balik secara langsung. Dengan demikian, metode peer tutoring dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk mendukung peningkatan kemampuan desain busana siswa pada pendidikan kejuruan.