Sukamto Sukamto
Universitas Negeri Malang

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

FENOMENA KORBAN LUMPUR, TINDAKAN KOLEKTIF, PRODUKSI IDENTITAS DAN FENOMENOLOGI G.M. Sukamto
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 7, No 1 (2013): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.696 KB) | DOI: 10.17977/sb.v7i1.4738

Abstract

Abstract. Dreadfulness of Lapindo mud is one of phemonenal tragedies in Indonesia. Most horrifying talked about the victim, they are suffering and being deeply hurts. Extremely, Lapindo mud was not much horrendous as tsunami tragedy, but these phenomenon takes the long times to cure all the pain. With phenomenology, victim identity will segmented by many factors. There are about natural, structural and cultural segmented. Composing conspiration between actor and strategy hold this phenomenon getting worst.
Fenomena Judi Kartu Remi di Dusun Medang Desa Sampung Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo Prima Andika Saputra; I Dewa Putu Eskasasnanda; Sukamto Sukamto
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 9, No 2 (2020): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v9i2.38993

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui apa  yang melatarbelakangi perjudian kartu remi yang berada di Dusun Medang Desa Sampung Kecamatan Sampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif (descriptive research). Sumber data yang digunakan yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Tahap penelitian yang dilakukan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Hasil penelitian faktor yang melatarbelakangi pelaku melakukan judi kartu remi yang terbesar adalah faktor teman atau lingkungan.
DINAMIKA PENGELOLAAN KAMPUNG INGGRIS OLEH MASYARAKAT DI DESA TULUNGREJO KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Nur Afni Lathifah; Agus Purnomo; Sukamto Sukamto
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i2.17645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Kampung Inggris oleh masyarakat di Desa Tulungrejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi Simpulan penelitian ini adalah pengelolaan Kampung Inggris ini dibagi menjadi 3 proses yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses perencanaan pengelolaan Kampung Inggris yaitu perumusan kebijakan yang dilakukan oleh masyarakat, pemerintahan desa, paguyuban masyarakat, lembaga kursus, aparatur keamanan dan Forum Kampung Bahasa. Pada proses pelaksanaan, pihak-pihak terkait berkoordinasi menyebarkan kebijakan dengan berpartisipasi sesuai bidang pekerjaannya. Pada proses evaluasi, pihak-pihak terkait kembali berkoordinasi melalui musyawarah.
INTERAKSI ANGGOTA KARANG TARUNA BHAKTI PERTIWI DALAM PENGEMBANGAN WISATA ANDEMAN BOONPRING DI DESA SANANKERTO KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG Siti Nur Azizah; Agus Purnomo; Sukamto Sukamto
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i2.18006

Abstract

Karang taruna Bhakti Pertiwi memiliki kegiatan utama mengelola wisata desa dalam bentuk eko wisata. Oleh karena itu tujuan artikel ini untuk menganalisis peran anggota karang taruna Bhakti Pertiwi dalam pengembangan wisata Andeman Boonpring di desa Sanankerto kecamatan Turen kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ada tiga, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan penelitian ini adalah dalam mengembangkan potensi wisata diperlukan kerjasama yang baik. Interaksi sangat penting untuk menjalin komunikasi yang dilakukan oleh orang perorangan untuk membangun suatu kerjasama. Karang taruna Bhakti Pertiwi dalam mengembangkan wisata Andeman Boonpring bekerjasama dengan BUMdes, Poktan, Pokdarwis dan masyarakat desa Sanankerto. Program kerja karang taruna Bhakti Pertiwi dalam pengembangan wisata antara lain spot foto, pembuatan galeri, bank sampah, penyewaan dekor, penyewaan sound system, pembuatan warung untuk relokasi pedagang. Semua itu bertujuan untuk menarik wisatawan agar berkunjung ke Andeman Boonpring.
Survey Permasalahan Implementasi Kurikulum Nasional 2013 Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah Menengah Pertama Di Jawa Timur I Nyoman Ruja; Sukamto sukamto
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.111 KB) | DOI: 10.17977/um020v9i22015p193-199

Abstract

Mengenang sepuluh tahun bencana industri lumpur Lapindo dan tindakan kolektif para korban Sukamto Sukamto
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 1, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.795 KB)

Abstract

This article aims to commemorate an extraordinary event called Industrial Disaster. This disaster occurred a long time, where the source bursts can not be stopped until now. Casualties are quite a lot, there is even a village wiped off the map, because the entire surface of the devastated hit by the mud. Settlement of sosial problems has just ended after the Government granted bail money as payment of "compensation". Compensation become a controversial term because basically what happens is buying and selling. Sure to two terms the consequences of each, which of course there are those who benefit the contrary there are also losers. Corporate parties are benefited while the victims were harmed.Keywords: Industrial Disaster, Lumpur Lapindo, Porong - Sidoarjo http://dx.doi.org/10.17977/um022v1i12016p052
Pengembangan buku pedoman lab alam Fakultas Ilmu Sosial untuk Siswa SMP Nurul Ratnawati; Sukamto Sukamto; I Nyoman Ruja; Neni Wahyuningtyas
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 2, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.14 KB)

Abstract

Purpose of this research is to produce guidelines for the use of natural labs Faculty of Social Sciences to be used by junior high school students as supplement in learning IPS Class VII semester 1. The research method used in this research is research & development with 4- D (four D models). The model consists of four stages: define, design, develop, and disseminate. Book eligibility is validated by material experts and instructional media. Experimental material validation score of 87.96% and expert media learning validation score of 91.66%. Based on these results, it can be saved KeywordsGuidelines, Natural Labs http://dx.doi.org/10.17977/um022v2i22017p061
Social construction on cultural multiculturalism Sukamto Sukamto; I Nyoman Ruja; Agus Purnomo
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.667 KB)

Abstract

This paper aims to disseminate the results of the study and get feedback about the "Social construction on Multiculturalism". Five years ago Ahimsa Putra states that the face of Indonesia as pluralism without multiculturalism. Until now the problem of multiculturalism has become something that must be kept alive in an attempt to minimize the incidence of national disintegration. Winter tried to rethink multiculturalism by taking a lesson from Canada, that Canada has experienced setbacks in implementing the work program of multiculturalism. While Pakulski looks at the implementation of multiculturalism policy program in Australia as a blur. Scuzzarello, with optimism, invites to care about multiculturalism and share power on different communities. Gozdecka (et al), in recent years after the multicultural declared, stated that it is a failure both in Europe and in Anglophone West. This study was conducted in Blitar, using a qualitative approach to data collection methods and also interviews with ten informants. As a result, the construction of the community regarding multiculturalism: they consider themselves as the brother. In addition they also describe that: (a) assert one's cultural identity, study and assess the cultural heritage of a person; (b) respect and desire to understand and to learn about (and from) cultures besides their culture; (c) assessing and were delighted with the difference in the culture itself, which saw that the presence of groups from different cultures in the community as a positive thing to be respected and maintained. The harmony was found both in everyday lives, especially in the Religious and National holidays, for example, Eid Al-Fitr, Vesak, Christmas, and others religious holiday. Other examples, it also happens during the commemoration of National Holiday such as the Independence Day, the Youth Pledge Day, and the others.DOI: 10.17977/um022v3i12018p059
PELATIHAN PTK BAGI GURU IPS SMP/MTS MALANG RAYA Agung Wiradimadja; Bayu Kurniawan; Sukamto Sukamto
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.234 KB) | DOI: 10.17977/um032v0i0p6-12

Abstract

Di sekolah pastinya selalu ada permasalahan dalam belajar di kelas, baik masalah kesulitan belajar ataupun sikap perserta didik yang tidak sesuai norma dan nilai sosial. Guru yang profesional adalah guru yang dapat memanajemen permasalahan tersebut dengan cara memperbaikinya. Perbaikan masalah dalam pembelajaran di kelas, dapat ditempuh oleh guru melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Belum banyaknya guru IPS di SMP/MTs Malang Raya yang bisa melakukan PTK. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan guru IPS akan cara perencanaan, pelaksanaan dan penulisan laporan PTK. Maka dari itu, dilakukan  pelatihan PTK bagi guru IPS SMP/MTs Malang Raya sebagai program pengabdian kepada masyarakat. Metode pelaksanaan yakni dengan cara mengunndang langsung para grur IPS Malang Raya melalui Komunitas MGMP IPS. Hasilnya, pertama kegiatan pelatihan PTK dapat terealisasikan dengan baik oleh tim. Kedua, agar guru dapat memanfaatkan laporan hasil penelitian tindakan kelas untuk digunakan sebagai kenaikan pangkat, tim pengabdian kepada masyarakat memberikan juga materi tentang cara dan teknik menulis artikel ilmiah dari laporan PTK.
Ibu dan perekonomian keluarga: Karakteristik ibu rumah tangga dalam meningkatkan pendapatan keluarga Halimatus Sa’diyah; Sukamto Sukamto; I Nyoman Ruja
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.433 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p8-13

Abstract

Based on village government data, there were 1,818 IRTs in Sukoanyar Village, Pakis District, Malang Regency. Some housewives also work outside the home. Needing a factory is one of the jobs that is mostly occupied by housewives in rural areas. Likewise with the village of Sukoanyar. The number of IRT in Sukoanyar Village who became factory workers was 189 people. Being a factory worker is common for unmarried women, but it can create multiple roles for those who are married. However, what is unique about Sukoanyar Village is that there are housewives who work as factory workers while also pursuing entrepreneurship. This dual role certainly creates problems for women in maintaining the stability of their roles. These problems can come from time management, finance, or other things. Therefore, the focus of the problem to be reviewed is related to the characteristics of IRTs who work as factory workers and entrepreneurs. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. The results showed that housewives who work in factories and are entrepreneurial are generally still in their productive age, but have a low level of education. The family's financial condition is quite stable because their needs can be fulfilled properly. In dividing time and finances, always apply a priority scale, besides that there is also a good relationship between family members to help each other complete homework. Berdasarkan data pemerintah desa, terdapat 1.818 orang IRT di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Beberapa ibu rumah tangga juga bekerja di luar rumah. Butuh pabrik merupakan salah satu kerja yang banya ditekuni oleh Ibu rumah tangga di pedesaan. Begitu pula dengan desa Sukoanyar. Jumlah IRT di Desa Sukoanyar yang menjadi buruh pabrik sebanyak 189 orang. Menjadi buruh pabrik adalah hal biasa bagi wanita yang belum menikah, tetapi dapat menimbulkan peran ganda bagi yang sudah menikah. Namun, uniknya di Desa Sukoanyar terdapat ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh pabrik sekaligus menekuni dunia wirausaha. Peran ganda tersebut tentunya menimbulkan masalah bagi wanita dalam menjaga kestabilan perannya. Permasalahan tersebut bisa berasal dari manajemen waktu, keuangan, maupun hal lainnya. Oleh karena itu fokus masalah yang akan diulas terkait karakteristik IRT yang bekerja sebagai buruh pabrik dan wirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkab bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di pabrik dan berwirausaha pada umumnya masih berada dalam usia produktif, namun memiliki tingkat pendidikan rendah. Kondisi keuangan keluarga cukup stabil karena kebutuhan dapat tercukupi dengan baik. Dalam membagi waktu dan keuangan selalu menerapkan skala prioritas, selain itu juga terdapat hubungan yang baik antar anggota keluarga untuk saling menolong menyelesaikan pekerjaan rumah.