Sukamto Sukamto
Universitas Negeri Malang

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FENOMENA KORBAN LUMPUR, TINDAKAN KOLEKTIF, PRODUKSI IDENTITAS DAN FENOMENOLOGI G.M. Sukamto
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 7, No 1 (2013): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.696 KB) | DOI: 10.17977/sb.v7i1.4738

Abstract

Abstract. Dreadfulness of Lapindo mud is one of phemonenal tragedies in Indonesia. Most horrifying talked about the victim, they are suffering and being deeply hurts. Extremely, Lapindo mud was not much horrendous as tsunami tragedy, but these phenomenon takes the long times to cure all the pain. With phenomenology, victim identity will segmented by many factors. There are about natural, structural and cultural segmented. Composing conspiration between actor and strategy hold this phenomenon getting worst.
Fenomena Judi Kartu Remi di Dusun Medang Desa Sampung Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo Prima Andika Saputra; I Dewa Putu Eskasasnanda; Sukamto Sukamto
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 9, No 2 (2020): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v9i2.38993

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui apa  yang melatarbelakangi perjudian kartu remi yang berada di Dusun Medang Desa Sampung Kecamatan Sampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif (descriptive research). Sumber data yang digunakan yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Tahap penelitian yang dilakukan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Hasil penelitian faktor yang melatarbelakangi pelaku melakukan judi kartu remi yang terbesar adalah faktor teman atau lingkungan.
DINAMIKA PENGELOLAAN KAMPUNG INGGRIS OLEH MASYARAKAT DI DESA TULUNGREJO KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Nur Afni Lathifah; Agus Purnomo; Sukamto Sukamto
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i2.17645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Kampung Inggris oleh masyarakat di Desa Tulungrejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi Simpulan penelitian ini adalah pengelolaan Kampung Inggris ini dibagi menjadi 3 proses yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses perencanaan pengelolaan Kampung Inggris yaitu perumusan kebijakan yang dilakukan oleh masyarakat, pemerintahan desa, paguyuban masyarakat, lembaga kursus, aparatur keamanan dan Forum Kampung Bahasa. Pada proses pelaksanaan, pihak-pihak terkait berkoordinasi menyebarkan kebijakan dengan berpartisipasi sesuai bidang pekerjaannya. Pada proses evaluasi, pihak-pihak terkait kembali berkoordinasi melalui musyawarah.
INTERAKSI ANGGOTA KARANG TARUNA BHAKTI PERTIWI DALAM PENGEMBANGAN WISATA ANDEMAN BOONPRING DI DESA SANANKERTO KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG Siti Nur Azizah; Agus Purnomo; Sukamto Sukamto
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i2.18006

Abstract

Karang taruna Bhakti Pertiwi memiliki kegiatan utama mengelola wisata desa dalam bentuk eko wisata. Oleh karena itu tujuan artikel ini untuk menganalisis peran anggota karang taruna Bhakti Pertiwi dalam pengembangan wisata Andeman Boonpring di desa Sanankerto kecamatan Turen kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ada tiga, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan penelitian ini adalah dalam mengembangkan potensi wisata diperlukan kerjasama yang baik. Interaksi sangat penting untuk menjalin komunikasi yang dilakukan oleh orang perorangan untuk membangun suatu kerjasama. Karang taruna Bhakti Pertiwi dalam mengembangkan wisata Andeman Boonpring bekerjasama dengan BUMdes, Poktan, Pokdarwis dan masyarakat desa Sanankerto. Program kerja karang taruna Bhakti Pertiwi dalam pengembangan wisata antara lain spot foto, pembuatan galeri, bank sampah, penyewaan dekor, penyewaan sound system, pembuatan warung untuk relokasi pedagang. Semua itu bertujuan untuk menarik wisatawan agar berkunjung ke Andeman Boonpring.
Survey Permasalahan Implementasi Kurikulum Nasional 2013 Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah Menengah Pertama Di Jawa Timur I Nyoman Ruja; Sukamto sukamto
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.111 KB) | DOI: 10.17977/um020v9i22015p193-199

Abstract

PELATIHAN PTK BAGI GURU IPS SMP/MTS MALANG RAYA Agung Wiradimadja; Bayu Kurniawan; Sukamto Sukamto
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.234 KB) | DOI: 10.17977/um032v0i0p6-12

Abstract

Di sekolah pastinya selalu ada permasalahan dalam belajar di kelas, baik masalah kesulitan belajar ataupun sikap perserta didik yang tidak sesuai norma dan nilai sosial. Guru yang profesional adalah guru yang dapat memanajemen permasalahan tersebut dengan cara memperbaikinya. Perbaikan masalah dalam pembelajaran di kelas, dapat ditempuh oleh guru melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Belum banyaknya guru IPS di SMP/MTs Malang Raya yang bisa melakukan PTK. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan guru IPS akan cara perencanaan, pelaksanaan dan penulisan laporan PTK. Maka dari itu, dilakukan  pelatihan PTK bagi guru IPS SMP/MTs Malang Raya sebagai program pengabdian kepada masyarakat. Metode pelaksanaan yakni dengan cara mengunndang langsung para grur IPS Malang Raya melalui Komunitas MGMP IPS. Hasilnya, pertama kegiatan pelatihan PTK dapat terealisasikan dengan baik oleh tim. Kedua, agar guru dapat memanfaatkan laporan hasil penelitian tindakan kelas untuk digunakan sebagai kenaikan pangkat, tim pengabdian kepada masyarakat memberikan juga materi tentang cara dan teknik menulis artikel ilmiah dari laporan PTK.
Ibu dan perekonomian keluarga: Karakteristik ibu rumah tangga dalam meningkatkan pendapatan keluarga Halimatus Sa’diyah; Sukamto Sukamto; I Nyoman Ruja
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.433 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p8-13

Abstract

Based on village government data, there were 1,818 IRTs in Sukoanyar Village, Pakis District, Malang Regency. Some housewives also work outside the home. Needing a factory is one of the jobs that is mostly occupied by housewives in rural areas. Likewise with the village of Sukoanyar. The number of IRT in Sukoanyar Village who became factory workers was 189 people. Being a factory worker is common for unmarried women, but it can create multiple roles for those who are married. However, what is unique about Sukoanyar Village is that there are housewives who work as factory workers while also pursuing entrepreneurship. This dual role certainly creates problems for women in maintaining the stability of their roles. These problems can come from time management, finance, or other things. Therefore, the focus of the problem to be reviewed is related to the characteristics of IRTs who work as factory workers and entrepreneurs. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. The results showed that housewives who work in factories and are entrepreneurial are generally still in their productive age, but have a low level of education. The family's financial condition is quite stable because their needs can be fulfilled properly. In dividing time and finances, always apply a priority scale, besides that there is also a good relationship between family members to help each other complete homework. Berdasarkan data pemerintah desa, terdapat 1.818 orang IRT di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Beberapa ibu rumah tangga juga bekerja di luar rumah. Butuh pabrik merupakan salah satu kerja yang banya ditekuni oleh Ibu rumah tangga di pedesaan. Begitu pula dengan desa Sukoanyar. Jumlah IRT di Desa Sukoanyar yang menjadi buruh pabrik sebanyak 189 orang. Menjadi buruh pabrik adalah hal biasa bagi wanita yang belum menikah, tetapi dapat menimbulkan peran ganda bagi yang sudah menikah. Namun, uniknya di Desa Sukoanyar terdapat ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh pabrik sekaligus menekuni dunia wirausaha. Peran ganda tersebut tentunya menimbulkan masalah bagi wanita dalam menjaga kestabilan perannya. Permasalahan tersebut bisa berasal dari manajemen waktu, keuangan, maupun hal lainnya. Oleh karena itu fokus masalah yang akan diulas terkait karakteristik IRT yang bekerja sebagai buruh pabrik dan wirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkab bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di pabrik dan berwirausaha pada umumnya masih berada dalam usia produktif, namun memiliki tingkat pendidikan rendah. Kondisi keuangan keluarga cukup stabil karena kebutuhan dapat tercukupi dengan baik. Dalam membagi waktu dan keuangan selalu menerapkan skala prioritas, selain itu juga terdapat hubungan yang baik antar anggota keluarga untuk saling menolong menyelesaikan pekerjaan rumah.
Strategi adaptasi warga Desa Karangrejo dan Desa Sidodadi Kecamatan Garum dalam merespon aktivitas pertambangan pasir di Kali Putih Kabupaten Blitar Sovia Husni Rahmia; I Nyoman Ruja; Siti Malikhah Towaf; Sukamto Sukamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.043 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p100-106

Abstract

The purpose of this study is to find out how the adaptation strategy of the residents of Karangrejo Village and Sidodadi Village, Garum Subdistrict, Blitar Regency in responding to sand mining activities in Kali Putih, Blitar Regency. This research uses qualitative approach with descriptive research type. Data is collected through observations, in-depth interviews and documentation. Data analysis is done with interactive models. The results obtained from the research showed that the adaptation strategy carried out by the residents of Karangrejo Village and Sidodadi Village in responding to sand mining activities in Kali Putih, among others, by: 1) forming a community group of mine managers, 2) switching jobs to sand miners, 3) opening businesses related to sand mining. The next research suggestion is research on the views of non-miners towards Kali Putih sand mining activities. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi adaptasi warga Desa Karangrejo dan Desa Sidodadi Kecamatan Garum Kabupaten Blitar dalam merespon aktivitas pertambangan pasir di Kali Putih Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi yang dilakukan oleh warga Desa Karangrejo dan Desa Sidodadi dalam merespon aktivitas pertambangan pasir di Kali Putih antara lain dengan: 1) membentuk kelompok masyarakat pengelola tambang, 2) beralih pekerjaan menjadi penambang pasir, 3) membuka usaha yang berkaitan dengan pertambangan pasir. Saran penelitian selanjutnya adalah penelitian mengenai pandangan masyarakat non-penambang terhadap aktivitas pertambangan pasir Kali Putih.
Konstruksi sosial: Aktivitas belajar siswa SMP Negeri 10 Malang korban school bullying pada kelas VII Nelly Isroy Camelya; I Nyoman Ruja; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.77 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p173-181

Abstract

This study aims to describe the characteristics of students victims of school bullying grade VII, (2) forms of school bullying, (3) social construction causes school bullying, (4) learning activities of students victims of school bullying, (5) social construction of teachers in providing social intervention and construction to school bullying. The research was conducted at SMP Negeri 10 Malang using qualitative approach with case study type research. The results showed that: first, victims of bullying in grade VII are different from students in general both physically and academically, victims of bullying have hurt their feelings and do not have many friends. Second, this form of bullying consists of physical, verbal, mental/psychological and electronic. Third, acts of bullying cannot be released from social construction because perpetrators, spectators and teachers justify bullying occurring because of the victim's fault. Fourth, bullying can make victims have learning difficulties. Fifth, the intervention taken by the teacher is to provide material about bullying, make the classroom atmosphere comfortable and make a picture about the prohibition of bully. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai: (1) karakteristik siswa korban school bullying kelas VII, (2) bentuk-bentuk school bullying, (3) konstruksi sosial penyebab school bullying, (4) aktivitas belajar siswa korban school bullying, (5) konstruksi sosial guru dalam memberikan intervensi dan konstruksi sosial terhadap school bullying. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 10 Malang dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, korban bullying di kelas VII berbeda dengan siswa pada umumnya baik secara fisik maupun akademik, korban bullying pernah menyakiti perasaan temannya dan tidak memiliki teman yang banyak. Kedua, bentuk bullying terdiri dari fisik, verbal, mental/psikologis dan elektronik. Ketiga, tindakan bullying tidak dapat dilepaskan dari konstruksi sosial karena pelaku, penonton dan guru membenarkan bullying terjadi karena kesalahan korban. Keempat, bullying dapat membuat korban mengalami kesulitan belajar. Kelima, tindakan intervensi yang dilakukan guru adalah memberikan materi mengenai bullying, membuat suasana kelas nyaman dan membuat gambar tentang larangan mem-bully.
Festival mata air (resistensi budaya masyarakat dalam pelestarian sumber Mata Air Gemulo Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji, Kota Batu) Tyas Tamara Aldilla; Sukamto Sukamto; I Nyoman Ruja; I Dewa Putu Eskasasnanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.168 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p277-284

Abstract

This research aims to describe the symbolic significance of the Spring Festival in Bulukerto Village, Bumiaji Subdistrict, Batu City as a form of Community Resistance to the construction of The Rayja Hotel. This research uses descriptive qualitative research approaches and types. The methods used in this study are with observation, interview and documentation. The results showed that: 1) Spring Festival is a form of community social movement to reject development that is not environmentally friendly, 2) As a form of gratitude of Bulukerto villagers for the abundance of water for greenness, 3) Increase public awareness of the importance of springs for life. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik Festival Mata Air di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu sebagai bentuk Resistensi Masyarakat terhadap pembangunan Hotel The Rayja. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Festival Mata Air merupakan bentuk gerakan sosial masyarakat untuk menolak pembangunan yang tidak ramah lingkungan, 2) Sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Desa Bulukerto atas berlimpahnya air bagi kehiduapan, 3) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sumber mata air bagi kehidupan.