Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PUPUK CAIR AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI POLIBAG Pahala L. L. Sianturi; Chichi Josephine Florestina Manalu; Eben Ezer Marpaung
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 11 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.351 KB) | DOI: 10.46880/methoda.Vol11No1.pp1-9

Abstract

The need for red chilies continues to increase. Therefore, it is necessary to increase production through improved cultivation techniques, including fertilization. For this reason, research is needed to determine the effect of concentration and time interval of giving AB mix liquid fertilizer on the growth and production of red chili plants (Capsicum annum L). This research was conducted at Jalan Tinta, Ayahanda, Medan Petisah District, Medan, North Sumatra with a height of ± 25 meters above sea level, which was conducted in May - August 2020. This study used a factorial randomized block design (RBD) with 2 factors. The first factor is the nutrition of AB mix (N) which consists of 3 levels, namely: N1 = 1000 ppm, N2 = 1250 ppm and N3 = 1500 ppm. The second factor is the time of giving AB mix nutrition (W) consisting of 3 levels, namely: W1 = 1 x 2 days, W2 = 1 x 4 days and W3 = 1 x 6 days. The results showed that the treatment of 1500 ppm AB Mix nutrient concentration had a significant effect on plant height at the age of 56 HST, but had no significant effect on flowering age, number of fruits per plant, fruit diameter, fruit length, weight per fruit, fruit weight per plant and weight. pieces per plot. The time interval for AB Mix nutrition gave significant effect on the number of fruits per plant, fruit weight per plant and fruit weight per plot, but had no significant effect on plant height, flowering age, fruit diameter, fruit length and weight per fruit of red chilies. The interaction between concentration and time interval of AB Mix nutrition had no significant effect on plant height, flowering age, number of fruits per plant, fruit diameter, fruit length, fruit weight per plant and fruit weight per red chili plant plot.
RESPON PRODUKSI KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM PADA BEBERAPA VARIETAS Pahala L. L. Sianturi; Pantas Simanjuntak; Andre Sagala
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 10 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.529 KB) | DOI: 10.46880/methoda.Vol10No1.pp31-37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat produksi kacang tanah (Arachis hypogaea) akibat pemberian pupuk kandang ayam pada beberapa varietas. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Anom, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dengan ketinggian tempat ± 30 meter diatas permukaan laut (mdpl). Penelitian ini di laksanakan pada bulan Januari 2019 sampai dengan April 2019. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah Pupuk Kandang Ayam (A) dengan 3 taraf, yaitu : K1 = 1,5 kg/plot, K2 = 3 kg/plot, K3 = 4,5 kg/plot. Faktor kedua adalah Varietas Kacang Tanah (V) dengan 3 taraf yaitu: V1 = Varietas Gajah, V2 = Varietas Garuda, V3 = Varietas Kelinci. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah, umur berbunga, jumlah ginofor per sampel, jumlah bintil akar, jumlah polong berisi per sampel, jumlah polong hampa per sampel dan bobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah ginofor per sampel, jumlah bintil akar, jumlah polong berisi per sampel dan bobot 100 biji tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap umur berbunga dan jumlah polong hampa per sampel. Perlakuan varietas kacang tanah berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah ginofor per sampel, jumlah polong berisi per sampel dan bobot 100 biji tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah bintil akar dan jumlah polong hampa per sampel. Interaksi pupuk kandang ayam dengan beberapa varietas berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah ginofor per sampel, jumlah bintil akar, jumlah polong berisi per sampel, jumlah polong hampa per sampel dan bobot 100 biji.
Pemanfaatan Ekstrak Limbah Buah Nanas dan Belimbing Wuluh sebagai Koagulan Alami pada Pengolahan Lateks Karet Gali Rakasiwi; Andi Setiawan; Pahala L. L. Sianturi; Swati Sembiring
Jurnal Kajian dan Inovasi Ilmu (JKII) Vol. 2 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/jkii.v2.i1.5

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan koagulan kimia pada pengolahan lateks karet yang mahal dan berpotensi mencemari lingkungan, sehingga diperlukan alternatif koagulan alami berbasis limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak limbah buah nanas (Ananas comosus) dan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) sebagai koagulan alami pada lateks karet (Hevea brasiliensis). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis koagulan dan variasi dosis. Parameter yang diamati meliputi waktu koagulasi, berat basah, berat kering, dan kadar karet kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ekstrak berpengaruh signifikan terhadap waktu koagulasi serta berat basah dan kering, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar karet kering. Ekstrak nanas dosis 50 mL memberikan waktu koagulasi tercepat, sedangkan belimbing wuluh dosis 25 mL menghasilkan kadar karet kering tertinggi. Kesimpulannya, kedua limbah buah tersebut efektif sebagai koagulan alami dan berpotensi menggantikan koagulan kimia. Disarankan pemanfaatan lebih lanjut pada skala lapangan untuk mendukung industri karet berkelanjutan dan ramah lingkungan.