Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan koagulan kimia pada pengolahan lateks karet yang mahal dan berpotensi mencemari lingkungan, sehingga diperlukan alternatif koagulan alami berbasis limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak limbah buah nanas (Ananas comosus) dan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) sebagai koagulan alami pada lateks karet (Hevea brasiliensis). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis koagulan dan variasi dosis. Parameter yang diamati meliputi waktu koagulasi, berat basah, berat kering, dan kadar karet kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ekstrak berpengaruh signifikan terhadap waktu koagulasi serta berat basah dan kering, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar karet kering. Ekstrak nanas dosis 50 mL memberikan waktu koagulasi tercepat, sedangkan belimbing wuluh dosis 25 mL menghasilkan kadar karet kering tertinggi. Kesimpulannya, kedua limbah buah tersebut efektif sebagai koagulan alami dan berpotensi menggantikan koagulan kimia. Disarankan pemanfaatan lebih lanjut pada skala lapangan untuk mendukung industri karet berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2026