This Author published in this journals
All Journal PIKAT
Bayu Akhmad Nugraha
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMPOS CAIR MASYARAKAT TELAGA SARI SEBAGAI UPAYA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK PEMUKIMAN Intan Dwi Wahyu Setyo Rini; Andi Idhil Ismail; Haris Arief Fahrurroji; Dzaki Allam Ziha; Bayu Akhmad Nugraha; Gabriel Sianipar; Bayu Wijaksana Atmawijoyo; Muhammad Ghiffari Faza
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 3 No. 1 (2022): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.843 KB) | DOI: 10.35718/pikat.v3i1.678

Abstract

Pemukiman merupakan salah satu penghasil sampah domestik organik terbanyak, seperti sisa makanan dan sisa taman atau daun dan rumput. Sedangkan sampah domestik anorganik, seperti plastik, kertas, kaca, dan logam tidak banyak. Salah satu alternatif pengolahan sampah domestik organik adalah pengomposan, baik padat maupun cair. RT 37 Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota adalah salah satu wilayah pemukiman di Kota Balikpapan yang cukup padat penduduknya. Gagasan untuk melakukan pemanfaatan sampah domestik organik menjadi kompos cair didasarkan dari pengamatan lapangan yang melihat ketertarikan warga merawat tanaman. Oleh karena itu diharapkan dengan adanya kegiatan pembuatan kompos cair dari sampah domestik organik dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPS/TPA dan menjadi salah satu sumber nutrisi bagi tanaman milik warga. Dalam pelaksanaannya masyarakat sangat antusias, yang dibuktikan dengan banyaknya warga yang berpartisipasi dalam proses pembuatan kompos cair sampai dengan penerapannya pada tanaman. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya kompos cair buatan warga RT 37 Kelurahan Telaga Sari yang digunakan untuk perawatan tanaman di rumah masing-masing. Pada akhir kegiatan, warga setempat menyarankan agar ke depannya kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi lebih produktif, salah satunya dengan adanya komersialisasi produk kompos cair.