I Made Suwasa Astawa
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MENINGKATKAN KREATIVITAS GURU MELALUI PEMBUATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DARI BARANG BEKAS DI KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA Rian Soleha; Baik Nilawati Astini; I Made Suwasa Astawa; Nurhasanah
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.566 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh sifat guru yang masih konsumtif dalam pembelian Alat Permainan Edukatif (APE) serta kurangnya pengetahuan guru dalam mengkereasikan barang bekas untuk dijadikan sebagai Alat Permainan Edukatif (APE) di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kreativitas guru melalui pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) dari barang bekas di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara dengan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kreativitas guru melalui pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) dari barang bekas di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang merupakan jenis penelitian kualitiatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa capaian peningkatan kreativitas guru dalam membuat Alat Permainan Edukatif (APE) dari barang bekas mengalami peningkatan sebesar 47,06% dari Siklus I sebesar 44,38% menjadi 91,43% pada Siklus II dan termasuk pada kriteria berkembang sangat baik. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa melalui pembuatan APE dari barang bekas dapat meningkatkan kreativitas guru di Kecamatan tanjung Kabupaten Lombok Utara.Penelitian ini dilatar belakangi oleh sifat guru yang masih konsumtif dalam pembelian Alat Permainan Edukatif (APE) serta kurangnya pengetahuan guru dalam mengkereasikan barang bekas untuk dijadikan sebagai Alat Permainan Edukatif (APE) di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kreativitas guru melalui pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) dari barang bekas di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara dengan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kreativitas guru melalui pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) dari barang bekas di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang merupakan jenis penelitian kualitiatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa capaian peningkatan kreativitas guru dalam membuat Alat Permainan Edukatif (APE) dari barang bekas mengalami peningkatan sebesar 47,06% dari Siklus I sebesar 44,38% menjadi 91,43% pada Siklus II dan termasuk pada kriteria berkembang sangat baik. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa melalui pembuatan APE dari barang bekas dapat meningkatkan kreativitas guru di Kecamatan tanjung Kabupaten Lombok Utara.
PENGEMBANGAN KEGIATAN KOLASE UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK DARI KULIT SALAK PADA ANAK USIA DINI DI PAUD MULIMUNTI DESA PENUJAK KECAMATAN PRAYA Baiq Norma Ningsih; M.A. Muazar Habibi; I Made Suwasa Astawa; Baik Nilawati Astini
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.933 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya perkembangan untuk meningkatkan kreativitas anak dari kulit salak pada anak usia 5-6 tahun di PAUD Mulimunti desa penujak. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan kegiatan kolase untuk meningkatkan kreativitas anak dari kulit salak pada anak usia 5-6 tahun di PAUD Mulimunti desa penujak tahun pelajaran 2020/2021. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk melakukan pengembangan mengetahui kegiatan kolase untuk meningkatkan kreativitas anak dari kulit salak di PAUD Mulimunti desa penujak tahun pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek dari penelitian ini adalah 10 orang anak 5 perempuan 5 laki-laki. Metode dalam penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi dan dokumentasi serta analisis data menggunakan teknik kuantitatif. Hasil yang diperoleh pada 10 subjek tersebut menunjukan pada tahap pengembangan I kegiatan I mencapai nilai rata-rata yaitu 38,46%, kegiatan II dengan nilai rata-rata 36,53% sedangangkan pada pengembangan ke II kegiatan I dengan nilai rata-rata 58,9%, kegiatan II dengan nilai rata-rata 72,3%, dan kegiatan III dengan nilai rata-rata 85,7%. Berdasarakn hasil penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan kolase dari kulit salak dapat mengembangan motorik kasara anak usia 5-6 tahun di PAUD Mulimunti desa penujak, yang dilaksakan secara berulang-ulang dengan selalu melakukan perbaikan pada setiap tahap pengembangan. AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya perkembangan untuk meningkatkan kreativitas anak dari kulit salak pada anak usia 5-6 tahun di PAUD Mulimunti desa penujak. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan kegiatan kolase untuk meningkatkan kreativitas anak dari kulit salak pada anak usia 5-6 tahun di PAUD Mulimunti desa penujak tahun pelajaran 2020/2021. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk melakukan pengembangan mengetahui kegiatan kolase untuk meningkatkan kreativitas anak dari kulit salak di PAUD Mulimunti desa penujak tahun pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek dari penelitian ini adalah 10 orang anak 5 perempuan 5 laki-laki. Metode dalam penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi dan dokumentasi serta analisis data menggunakan teknik kuantitatif. Hasil yang diperoleh pada 10 subjek tersebut menunjukan pada tahap pengembangan I kegiatan I mencapai nilai rata-rata yaitu 38,46%, kegiatan II dengan nilai rata-rata 36,53% sedangangkan pada pengembangan ke II kegiatan I dengan nilai rata-rata 58,9%, kegiatan II dengan nilai rata-rata 72,3%, dan kegiatan III dengan nilai rata-rata 85,7%. Berdasarakn hasil penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan kolase dari kulit salak dapat mengembangan motorik kasara anak usia 5-6 tahun di PAUD Mulimunti desa penujak, yang dilaksakan secara berulang-ulang dengan selalu melakukan perbaikan pada setiap tahap pengembangan.
PENGARUH METODE BERCERITA MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA TANGAN TERHADAP PERKEMBANGAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN KELOMPOK B TK ASMAUL HUSNA DESA EMBUNG Gevi Rizkika Sari; M.A. Muazar Habibi; I Made Suwasa Astawa
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.892 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi metode yang digunakan guru masih monoton sehingga mengakibatkan anak kurang memperhatikan saat proses pembelajaran sehingga berdampak pada perkembangan berbicara anak terutama dalam hal pengucapan kalimat dan kata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode bercerita menggunakan media boneka tangan terhadap perkembangan berbicara anak usia 5-6 tahun Kelompok B TK Asmaul Husna. Penelitian ini dilakukan di Desa Embung Raja, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan dokumentasi terhadap 44 anak yang telah mendapat perlakuan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang merupakan bagian dari metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh metode bercerita menggunakan media boneka tangan terhadap perkembangan berbicara anak tergolong masih rendah pada observasi awal berdasarkan 5 indikator dan 15 deskriptor yang sudah ditetapkan sehingga rata-rata capaian perkembangan termasuk pada kriteria Belum Berkembang (BB) sebesar 45,82%. Sedangkan pada hasil observasi akhir memiliki hasil perkembangan termasuk pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan rata-rata capaian perkembangan sebesar 88,48% pada anak. Sehingga dapat disimpulkan sesuai hasil observasi akhir perkembangan berbicara pada anak sudah berkembang dengan sangat baik setelah diberi perlakuan. Dapat dibuktikan juga melalui uji tes statistik menggunakan rumus wilcoxon sign ranks test diperoleh hasil Z Posttest-pretest adalah -5.791 dengan Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari <0,05, secara signifikan metode bercerita menggunakan media boneka tangan memiliki pengaruh terhadap perkembangan berbicara anak. Kata Kunci: Boneka Tangan, Metode Bercerita, Perkembangan Berbicara Penelitian ini dilatarbelakangi metode yang digunakan guru masih monoton sehingga mengakibatkan anak kurang memperhatikan saat proses pembelajaran sehingga berdampak pada perkembangan berbicara anak terutama dalam hal pengucapan kalimat dan kata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode bercerita menggunakan media boneka tangan terhadap perkembangan berbicara anak usia 5-6 tahun Kelompok B TK Asmaul Husna. Penelitian ini dilakukan di Desa Embung Raja, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan dokumentasi terhadap 44 anak yang telah mendapat perlakuan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang merupakan bagian dari metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh metode bercerita menggunakan media boneka tangan terhadap perkembangan berbicara anak tergolong masih rendah pada observasi awal berdasarkan 5 indikator dan 15 deskriptor yang sudah ditetapkan sehingga rata-rata capaian perkembangan termasuk pada kriteria Belum Berkembang (BB) sebesar 45,82%. Sedangkan pada hasil observasi akhir memiliki hasil perkembangan termasuk pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan rata-rata capaian perkembangan sebesar 88,48% pada anak. Sehingga dapat disimpulkan sesuai hasil observasi akhir perkembangan berbicara pada anak sudah berkembang dengan sangat baik setelah diberi perlakuan. Dapat dibuktikan juga melalui uji tes statistik menggunakan rumus wilcoxon sign ranks test diperoleh hasil Z Posttest-pretest adalah -5.791 dengan Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari <0,05, secara signifikan metode bercerita menggunakan media boneka tangan memiliki pengaruh terhadap perkembangan berbicara anak.
PENGGUNAAN KARTU KATA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD SAMARA LOMBOK TAHUN AJARAN 2020/2021 Siti Fatimatuzza'rah; M.A. Muazar Habibi; I Made Suwasa Astawa; Ika Rachmayani
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.127 KB)

Abstract

Salah satu satu aspek bahasa yang perlu dipersiapkan dan dikembangkan pada anak usia Taman Kanak-kanak (TK) untuk menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya adalah kemampuan mengenal huruf yang perlu dikembangkan dengan memberi stimulasi secara optimal sejak usia dini. Kemampuan mengenal huruf anak usia 4-5 tahun di PAUD Samara Lombok belum berkembang disebabkan karena kurangnya variasi kegiatan dan media belajar untuk menunjang kemampuan mengenal huruf anak usia 4-5 tahun. Media kartu kata bergambar menjadi salah satu cara menstimulasi kemampuan mengenal huruf anak. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kartu kata bergambar untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak usia 4-5 tahun di PAUD Samara Lombok tahun ajaran 2020/2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian ini berjumlah 6 orang anak kelompok TK A usia 4-5 tahun di PAUD Samara Lombok. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Data yang di dapatkan peneliti dideskripsikan berdasarkan indikator kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan mengenal huruf anak yang dapat terlihat dari persentase setiap kali tahap penelitian. Pada tahap I mendapatkan persentase sebesar 28,78%, tahap II dengan persentase 47,34%, tahap III dengan persentase 56,06%, tahap IV dengan persentase 67,42%, tahap V dengan persentase 80,30%, dan tahap VI dengan persentase 91,28%. Dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan kartu kata bergambar dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak usia 4-5 tahun di PAUD Samara Lombok tahun ajaran 2020/2021.
PENGEMBANGAN KEGIATAN MEWARNAI GAMBAR PADA PIRING PLASTIK UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI Ra As-SYAFI'IYAH MATARAM Karina Widhia Astuti; I Made Suwasa Astawa; Baik Nilawati Astawa; Nurhasanah
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.752 KB) | DOI: 10.29303/jmp.v3i1.3590

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya perkembangan motorik halus anak dalam kegiatan mewarnai gambar pada piring plastik usia 5-6 tahun di RA As-Syafi’iyah Mataram sehingga perkembangan motorik halus anak menjadi kurang terasah dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kegiatan mewarnai gambar pada piring plastik untuk meningkatkan motorik halus anak usia 5-6 tahun di RA As-Syafi'iyah Mataram. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subyek penelitian berjumlah 5 anak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Pengembangan Kegiatan Mewarnai Gambar Pada Piring Plastik untuk Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun di RA As-Syafi'iyah Mataram dapat dikatakan berkembang sesuai harapan (BSH) ini dapat dilihat dari instrumen penelitian yaitu 6 indikator untuk meningkatkan motorik halus anak. Pada pengembangan I rata-rata peresentase anak mencapai 40% yang berada dalam kategori mulai berkembang (MB), dan pada pengembangan II rata-rata persentase anak mencapai 70.6% dengan kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan kegiatan mewarnai gambar pada piring plastik dapat meningkatkan motorik halus anak usia 5-6 tahun di RA As-Syafi'iyah Mataram.
PENERAPAN BONEKA JARI SEBAGAI MEDIA DALAM MENINGKATKAN BAHASA SASAK ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD MELATI DESA NYURLEMBANG KECAMATAN NARMADA TAHUN 2021 Findy Febrianty Lusiana; M.A. Muazar Habibi; I Made Suwasa Astawa; Baik Nilawati Astini
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.944 KB) | DOI: 10.29303/jmp.v3i1.3610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan bahasa sasak anak usia 5-6 tahun di PAUD Melati Desa Nyurlembang Kecamatan Narmada. Jenis penelitian menggunakan PTK dengan 3 tahap pengembangan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi/refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah 10 anak berusia 5-6 tahun. Metode yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunaka analisis kualitatif deskriptif. Penelitian ini dapat mengembangkan bahasa sasak anak melalui permainan boneka jari dengan langkah-langkah: (1) Menyiapkan alat yang akan digunakan dalam penerapa boneka jari berupa beberapa boneka aggota keluarga. Pada langkah ini guru dan peneliti menyiapkan alat yang akan digunakan dalam penerapa boneka jari sebelum kegiatan berlangsung (2) Mengatur formasi duduk anak,dimana formasi yang dignakan adalah duduk melingkar agar semua anak bisa melihat boneka jari yang dimainkan (3) Sebelum permainan dimulai peneliti membuat kesepakatan main degan anak, agar ketika kegiata berlagsung anak bisa tertib dan mengikuti kesepakata yang telah dibuat bersama (5) Mengajak anak untuk berdo’a bersama-sama terlebih dahulu (4) Memulai kegiatan dengan melakukan pendekatan dan memperkenalkan alat permaian yang akan diguakan kepada anak dengan membuka wawasan anak terkait dengan alat permainan yang akan dimainkan (6) Peneliti memulai untuk bercerita sesuai dengan tema sambil bercakap-cakap melibatkan anak dalam bercerita dengan boneka jari menggunakan bahasa sasak (7) Setelah cerita selesai peneliti mengajak anak untuk menyanyikan lagu sesuai dengan cerita yang telah di sampaikan (8) Anak menceritakan kembali cerita yang telah disampaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan boneka jari dalam penelitian ini dapat meningkatkan kemampuan bahasa sasak anak, dapat dilihat pada siklus I mencapai persentase sebesar 34,66%, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 62,49%, serta pada siklus III mengalami peningkatan secara optimal dengan persentase sebesar 82,66%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan boneka jari dapat meningkatkan kemampuan bahasa sasak anak usia 5-6 tahun di PAUD Melati Desa Nyurlembang Kecamatan Narmada Tahun 2021.