Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENENTUAN POLA KELELAHAN FISIK PADA PEROKOK AKTIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (Studi Kasus: Mahasiswa PS. Teknik Industri UIN Sunan Kalijaga) Farihah, Tutik
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 11, No. 2, Mei 2016
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2446.497 KB) | DOI: 10.14710/jati.11.2.107-112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kelelahan fisik pada perokok aktif baik di beban kerja ringan, menengah dan beban kerja yang berat dengan faktor suhu dan cahaya. Response Permukaan Metodologi ( RSM ) adalah kumpulan teknik statistik dan matematika yang berguna untuk evaluasi hubungan yang ada pada beberapa faktor kuantitatif terhadap variabel respon. Berdasarkan hasil pengolahan data pada beban kerja ringan dan beban kerja menengah memiliki fungsi pola pelana. Sedangkan pada beban kerja berat memiliki fungsi respon permukaan minimum. AbstractThis study aims to identify workload pattern in active smokers both in  light workload, medium and heavy workload with controlled faktor are temperature and light.Response Surface Metodology (RSM) is a collection of statistical and mathematical techniques useful for evaluation of relationship existing between some controlled experiment faktors and measured responses according to one or more selected criteria. Based on the results on light workload optimization functions have saddle pattern functions so it is with medium workload. While the heavy workload optimization functions are obtained based on the minimum surface.
Pendampingan Industri Kecil Obat Tradisional Guna Peningkatan Ekonomi Pasca Bencana Erupsi Merapi di Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman Yogyakarta Tutik Farihah; Mohammad Farhan Qudratullah; Didik Krisdiyanto
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.833 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1155

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang menjadi salah satu pilar tegaknya Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan melaksanakan kegiatan ini, institusi pendidikan tinggi secara langsung mendharmakan dirinya memberikan solusi-solusi untuk masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan program Pendampingan dengan kasus yang disesuaikan dengan kondisi lapangan masing-masing IKM. Lokasi pengabdian adalah sekelompok industri obat yang berada di seputaran Desa Wonokerto, Kecamatan Turi Kabupaten Sleman. Atas saran dan arahan Pemerintah Desa Wonokerto, sebagai sasaran khusus dipilih Kelompok PKK dengan beragam kondisi dan kemampuan produksi dengan harapan Kelompok tersebut dapat menjadi ‘agent of change’ bagi kelompok yang lain. Hasil dari kegiatan pendampingan masyarakat adalah, Kesadaran yang rendah terhdap pentingnya keselamatan kerja, Belum adanya perencanaan produksi yang tersistematis, Proses produksi yang masih menggunakan alat tradisional, Tempat kerja yang kotor dan tidak ergonomis, Luas lantai produksi yang tidak optimal, Utilisasi peraalatan yang rendah, Produktivitas rendah.
Penerapan 5S (Seiri, Seiso, Seiton, Sheiketsu, Shitsuke) pada UKM Olahan Makanan di Dusun Sempu, Desa Wonokerto Tutik Farihah; Didik Krisdiyanto
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.425 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1260

Abstract

Desa Wonokerto berada di kaki /lereng gunung merapi yang terletak di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis, Desa Wonokerto terletak pada ketinggian 400 s/d 900 m dari permukaan air laut. Dengan ketinggian tersebut, sebagian besar wilayahnya adalah pertanian. Salak terutama salak pondoh merupakan salah satu produk pertanian unggulan yang dimiliki oleh desa wonokerto. Metode dalam pengabdian masyarakat ini terdapat tiga tahap yakni: pra pelaksanaan (pemetaan masalah, rekomendasi pendampingan/pelatihan yang diberikan dan koordinasi dengan pihak desa dan UKM tersebut), pelaksanaan (FGD dengan perangkat desa dan ukm untuk mengetahui dengan detail permasalahan dari tiap jenis UKM yang ada, pelatihan dan penjelasan mengenai konsep 5S (Seiri, Seiso, Seiton, Sheiketsu, Shitsuke), implemetasi pelaksanaan 5S dan pasca pelaksanaan (monitoring). Output pada pengabdian masyarakat ini adalah: adanya implementasi 5S dalam proses produksi melalui penetaan ulang area produksi, adanya logistic book untuk setiap material yang digunakanWonokerto.[Wonokerto Village is located at an altitude of 400 s/d 900 m above sea level. With these altitudes, most of the area is farming. Salak especially salak pondoh is one of the leading agricultural products owned by the village wonokerto. Methods of community service are three stages: pre-implementation (problem mapping, recommendations of mentoring/training provided and coordination with village and SMEs), implementation (FGDs with government and SME) to find out details of the problems of each type of SME, training and explanation of 5S (Seiri, Seiso, Seiton, Sheiketsu, Shitsuke) related rules, Implementation of 5S  and  post-implementation (monitoring).Outputs on community service are: Implementation of 5S with relayout the production area, logistic book for every production material.]
Empowerment of Mangrove Ecotourism Annisa Solehatul J; Tutik Farihah; Noor Aliya Abdillah; Latifani Akyuni; Lutfi Sunani; Abdul Kadir Jailani; Rokhmad Joko Santoso; Karisma Dwi A; Sunarto Sunarto
Kaunia: Integration and Interconnection Islam and Science Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kaunia.1345

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN or Student Community Service) is the program of UIN Sunan Kalijaga to devotion in society and providing change for the community. In this program we gave them knowledge about Local Potential of Mangrove Tourism in Jangkaran Village. This program is expected to make mangrove tourism as one of the famous touristThe aim of KKN Program are 1) Improve the management of mangrove tourism, 2) To complete the facilities and infrastructure of mangrove tourism, 3) Improve the awareness to mangrove tourism. The object of this study is the society and mangrove tourism in Jangkaran village. activity that have been done are clean up mangrove, procurement of trash bins, procurement of banner slogans, and planting mangroves. The result of the KKN program are maximizing mangrove forest potential as tourism and provide comfortable tourism facilities.
Peningkatan Kesadaran Lingkungan Masyarakat Dusun Somodaran Desa Purwomartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman Melalui Pembuatan Biogas Dari Kotoran Sapi. Tutik Farihah
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 19 No. 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v19i1.1913

Abstract

Abstrak. Permasalahan energi mempunyai kecenderungan untuk meningkat setiap tahunnya, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Dusun Somodaran Desa Purwomartani merupakan dusun yang sebagian besar warganya merupakan peternak sapi. Tingginya ketersedian bahan baku biogas inilah yang mendasari pengabdian masyarakat pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas dilakukan. Dalam pengabdian masyarakat ini terdapat tiga tahap yakni: pra pelaksanaan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan. Dalam pra pelaksanaan akan dilakukan pemetaan masalah, penentuan kapasitas instalasi biogas, rekomendasi pendampingan/pelatihan yang diberikan dan koordinasi dengan pihak desa dan peternak. Pelaksanaan dilakukan Pelatihan dan penjelasan mengenai pembuatan instalasi biogas (pembuatan instalasi, cara pengisian, cara analisa kapasitas produksi biogas, analisa penurunan kapasitas biogas akibat penggunaan), pembuatan instalasi biogas. Ouput pengabdian ini yakni terciptanya instalasi biogas dan adanya pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif tercapai.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN PRODUK SAMPINGAN BIOGAS (BIO-SLURRY) DI DUSUN SOMODARAN DESA PURWOMARTANI Tutik Farihah
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 20 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v20i1.2362

Abstract

Kondisi perekonomian Dusun Somodaran desa Purwomartani terbagi menjadi beberapa sektor dengan sektor utama adalah pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan industri. Potensi peternakan dapat dilihat dari terdapatnya kandang sapi yang dikelola secara bersama dengan jumlah sapi berkisar 15-20 ekor. Dengan jumlah rata-rata kotoran 15-20 kilogram per sapi perhari, maka jumlah kotoran sapi dalam satu bulan dapat mencapai 9000 -12,000 kilogram atau 108 - 144 ton dalam satu tahun untuk satu kandang sapi bersama. Jumlah ini akan menjadi sumber pencemaran (bau, air) apabila tidak mampu memanfaatkan secara baik namun akan menjadi ladang emas apabila dapat termanfaatkan secara baik. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian yang berbasis pada permasalahan pemanfaatan hasil samping biogas. Dalam penelitian ini terdapat tiga tahapan yakni: identifikasi dan analisis asset.pelatihan pembuatan produk-produk bio slurry, survei untuk mengetahui pengaruh pendampingan terhadap pemahaman kemanfaatan bio-slurry berdasarkaan Analisis Cluster. Berdasarkan analisa cluster pemahaman masyarakat dusun Somodaran diperoleh tiga clusster masyarakat dengan lebih dari 50 % responden berada pada cluster 2 yakni cluster yang memiliki pemahaman secara detail dalam pelaksanaan pembuatan kemanfaatan biogas.
MANAJEMEN RESIKO DAN ANALISIS HAZARD SEBAGAI DASAR MANAJEMEN K3 DI UKM LOGAM (STUDI KASUS: WL ALUMUNIUM) Tutik Farihah
Integrated Lab Journal Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.143 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2016.%x

Abstract

Industrial workplace accidents are accidents that occur in the workplace, especially in industrial environments, where there is no element of intent or sabotage elements in it. Hazard is the activity, objects, components that are considered to cause damage or disruption of the process / activity therein to accidents. WL ALUMUNIUM as SMEs need sustainability production which can not be achieved in case of work accidents or worker safety is not assured due to the existing hazard. Therefore, this research wanted to determine the types of hazards that occur in these SMEs and risk analysis of existing hazard. Hazard Identification (HAZID) is a process of identifying hazards as a first step of determining the risk analysis. There are two main objectives in the hazard identification to obtain a list of hazard and the order based on the level of risk as well as to obtain a qualitative assessment of hazards and ways to reduce the hazard risk level. Based on the processing and analysis that has been done can be seen these SMEs have a hazard which are in the category of Low, Moderate, High and Unacceptable.
ANALISA BEBAN KERJA FISIK SEBAGAI DASAR PENENTUAN WAKTU ISTIRAHAT YANG OPTIMAL (Studi Kasus Di PT. X) Rizki Nur Annisa; Tutik Farihah
Integrated Lab Journal Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.556 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2017.%x

Abstract

Workload can be defined as difference between the capacity or ability and the amount of work in specified periods. This research at PT. X in the printing and lathe jobs which exposed to environmental factors to identify and evaluate the workload of employees on the job of printing and lathe based on the pulse and the optimal rest time. The method of this research is physiological approach using measurement data of pulse and physical data of respondent to calculate %CVL, energy consumption level, and optimal rest time. The results obtained that workload significant  with  work environment factors(independent t test) with %CVL 33.67%  for lathe and for %CVL 21.21% for printing unit. Based on paired T test the significant , working pulse significantly difference with resting pulse with 35.60 beats/ min working pulse for lathe  and 23.95 beats/min for printing. Optimal rest time through calculation of energy consumption is 217.79 minutes for lathe unit and 98.69 minutes for printing unit.
ANALISA BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN METODE NASA Task Load Index (NASA-TLX) (Studi Kasus: RS. X) Fandi Achmad; Tutik Farihah
Integrated Lab Journal Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.19 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2018.%x

Abstract

Intensive Care Units (ICUs) is an installation that held health care in the patient's clinical circumstances requiring immediate medical action to saving lives and preventing further disability, complications and mortality. 24 hours services, highly demanding tasks to support urgent therapeutic intervention, highly possibility complications, poor patients outcomes make high workload of nurses in ICUs. The objective of the study is to measure ICU nurses workload and analysis based in nurses characteristics in RS X. NASA-TLX method used to measure the workload. Based on research, the level of nurses workload in RS X are have high and very high workload. The dimension ranking of the workload from the highest to the lowest is the Temporal Demand (62), Frustration (63), Mental Demands (65), Physical Demands (69.667), Effort (76.67) and Performance (80.667).
Pemberdayaan Buruh Migran Masyarakat Pesisir Kulon Progo Melalui Pemanfaatan Kelapa Menjadi Nata de Coco Sofa Mauliyana; Tutik Farihah; Didik Krisdiyanto
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa (Cocos nucifera) adalah tanaman yang dapat dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia dan dianggap sebagai tumbuhan serbaguna bagi masyarakat, khususnya daerah pesisir di ujung Kulonprogo. Di daerah tersebut banyak dijumpai pohon kelapa yang tumbuh namun belum pernah dibuat oleh warga pengolahan kelapa yang menghasilkan nilai ekonomis kelapa lebih meningkat. Oleh karena itu diperlukan program pelatihan dan pendampingan pembuatan nata de coco dari kelapa yang merupakan sumber daya alam melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Pelatihan tersebut dapat memberikan pengalaman bagi warga purna migran dalam berkreasi menciptakan sebuah produk rumah tangga. Harapan dilakukannya program pelatihan pembuatan nata de coco tersebut supaya dapat memberdayakan masyarakat buruh migran di Pasir Mendit, Kulonprogo, meningkatkan skill ibu rumah tangga dalam usaha menaikkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan analisis kuisioner kemanfaataan pelatihan urutan variabel adalah kemanfaatan ekonomi (4.533) dengan standard deviasi (0.74322) disusul dengan variabel keterjangkauan biaya utama (air kelapa) dengan rata-rata (4.2) dan standard deviasi (0.7745). Dua variabel terendah yakni kemudahan identifikasi kegagalan dengan rata-rata 3.133 dan standard deviasi 1.125 dan variabel kemudahan penyimpanan dengan rata-rata 3 dan standard deviasi 0.845. [Coconut (Cocos nucifera) is a plant that can be used in almost all parts by humans and is considered a versatile plant for the community, especially the coastal area at the end of Kulonprogo. In that area, there are many coconut trees that grow but have never been made by the coconut processing community which results in an increased economic value of coconuts. Therefore, it requires a training program and assistance in making nata de coco from coconut, which is an abundant natural resource that has not been fully utilized. This training can provide experience for former migrant citizens in creating a household product. The benefit of the training program for making nata de coco can empower the migrant worker community in Pasir Mendit, Kulonprogo, to improve the skills of housewives in an effort to improve community welfare. Based on the questionnaire analysis, the variable order training benefit is economic benefit (4,533) with a standard deviation (0.74322) followed by the main cost affordability variable (coconut water) with an average (4.2) and a standard deviation (0.7745). The two lowest variables were the ease of identification of failures with a mean of 3.133 and a standard deviation of 1.125 and the variable of ease of storage with a mean of 3 and a standard deviation of 0.845.]