p-Index From 2021 - 2026
3.718
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Online Baradha
Surana Surana
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pisuhan Dalam Tindak Tutur Ilokusi Direktif Menyuruh Di Pasar Turi Surabaya Rya Arya Puspita; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.84 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n1.p248-267

Abstract

Bahasa tidak dapat dipisahkan dari faktor sosial dan budaya masyarakat tempat bahasa itu digunakan. Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi antara pengguna lain. Tindak tutur ilokusi adalah suatu tuturan untuk melakukan sesuatu dengan tujuan dan fungsi tertentu. Tindak tutur direktif adalah jenis tuturan yang digunakan penutur untuk menyuruh mitra tutur untuk melakukan sesuatu. Tujuan dari penelitian ini adalah supaya mengerti karakteristik dan bentuk pisuhan dalam tindak tutur ilokusi direktif menyuruh. Sumber data dalam penelitian ini yaitu berupa rekaman percakapan dari masyarakat dan catatkan mengenai pisuhan dalam tindak tutur ilokusi direktif menyuruh di Pasar Turi Surabaya. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Didalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik semak dan mencatat. Sumber data yang diteliti yaitu berupa lisan, yaitu tuturan yang digunakan panutur dan mitratutur secara langsung yang diucapkan setiap harinya. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu peneliti sendiri bertindak sebagai human instrument. Setelah mendapatkan data yang diharapkan, data tersebut kemudian diolah menggunakan metode deskriptif. Data tersebut kemudian dijelaskan menggunakan kalimat yang disusun secara naratif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada dua belas karakteristik pisuhan dan dua belas pisuhan dalam tindak tutur ilokusi direktif menyuruh di Pasar Turi Surabaya. Tindak tutur tersebut diucapkan secara langsung yang menjukkan panutur menggunakan pisuhan sebagai tuturan menyuruh kepada mitratutur. Kata kunci: Pisuhan, Tindak tutur direktif, Karakteristik dan Wujud Kasar
Wujud Cecandran dalam Tindak Tutur Ilokusi di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang nanda nanda lestari; nanda lestari; surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.191 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n1.p344-363

Abstract

Tindak tutur ilokusi sering diucapkan dengan menggunakan unsur cecandran agar tuturan tersebut terlihat lebih indah jelas, dan akan memberikan gambaran tentang apa yang sedang diperumpakan dalam tuturan tersebut. Wujud cecandran dalam tindak tutur ilokusi di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang akan menjadi topik pembahasan dalam penelitian ini. Penelitian ini termasuk dalam jenis penlitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini akan digunakan teori pragmatik untuk mempelajari segala konteks yang ada diluar bahasa juga maksud tuturan yang ada di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan wujud, tujuan, serta konteks tindak tutur ilokusi yang memuat unsur cecandran. Data dalam penelitian ini diperoleh dari kegiatan simak dan catat terhadap percakapan yang terjadi di masyarakat Desa Tumpakrejo, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan model analisis Miles and Huberman. Dalam penelitian ini dijelaskan dengan lebih rinci tentang 12 jenis wujud cecandran dalam tindak tutur ilokusi. Dalam penelitian ini, juga dijelaskan beberapa tujuan dari tindak tutur ilokusi, diantaranya tujuan tindak tutur ilokusi convivial/menyenangkan menyapa, (2) tujuan tindak tutur ilokusi collaborative/kerjasama Selain itu juga dijelaskan empat konteks tindak tutur ilokusi, diantaranya (1) konteks kotekstual tempat, (2) konteks eksistensial waktu, (3) konteks aksional cemberut dan tertawa, (4) konteks psikologis marah. Kata Kunci: Ilokusi, cecandran, konteks tutur, tujuan tindak tutur
Gaya Bahasa dalam Lirik Lagu Bahasa Jawa Karya Gombloh (Kajian Stilistika) Yanuar Candra Winata; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.712 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n2.p449-468

Abstract

ABSTRAK Karya sastra dan manusia pastinya memiliki hubungan yang dekat dan tidak bisa dipisahkan di kehidupan setiap harinya. Lirik lagu bahasa Jawa karya Gombloh menarik perhatian untuk diteliti, karena memiliki gaya bahasa yang indah dan estetik. Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu: (1) Menjelaskan wujud pencitraan, (2) Menjelaskan wujud gaya bahasa dalam lirik lagu bahasa Jawa karya Gombloh. Di dalam penelitian ini, akan dikaji menggunakan kajian stilistika. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data lan data penelitian ditemukan dari lirik lagu bahasa Jawa karya Gombloh yang tepat dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data yaitu teknik mencatat dan menyimak dari rekaman video. Hasil dan pembahasan adanya penelitian ini yaitu: (1) Pencitraan yang dibagi ada: citraan pandulu, citraan pangrungu, citraan kinestetik, citraan panggrayah, citraan pangambu, citraan pangecap, dan citraan intelektual. (2) Gaya bahasa berupa majas ada dua, yaitu majas pengulangan: epistrofa, mesodiplosis, anafora, anadiplosis. Selanjutnya majas perbandingan: Hiperbola, Asosiasi, dan Personifikasi. Dari penjelasan tersebut, di setiap lagunya memiliki makna yang mendalam di lirik-lirik lagu bahasa Jawa karya Gombloh. Kata Kunci: Gaya Bahasa, Pencitraan, dan Stilistika.
Bebasan dalam Tindak Tutur Ilokusi di Desa Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Frely Maysinta Safrina; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.895 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n2.p748-767

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan kebiasaan manusia yang tidak bisa dipisahkan dengan komunikasi. Seperti masyarakat di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek ini. Tanpa disadari di tindak tutur ilokusi yang dilakukan masyarakat sering menggunakan wujud entar bebasan dengan maksud dan tujuan tertentu. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti akan meneliti tentang jenis wujud entar yang mengandung bebasan di tindak tutur ilokusi, konteks tuturan, dan tujuan tindak tutur. Penelitian ini menggunakan teori pragmatik, semantik, lan stilistik. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Cara pengumpulan data menggunakan cara simak lan cakap, kemudian menggunakan teknik sadap, rekam, lan catat. Hasil penelitian disajikan dengan cara informal dan tidak menggunakan lambang atau simbol tertentu. Pada penelitian ini ditemukan sepuluh jinis wujud entar ing bebasan, lima konteks tutur, dan empat tujuan tindak tutur ilokusi. Kata kunci: Bebasan, stilistis semantik, pragmatik, tindak tutur ilokusi
Penyimpangan Maksim Kesopanan dalam Film Tilik Karya Wahyu Agung Prasetyo (Kajian Pragmatik) Eriko Bagus Mangkudilaga; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.757 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n3.p1137-1156

Abstract

Bahasa adalah alat yang digunakan oleh manusia untuk sarana berkomunikasi atau melaukan kejadian tutur. Namun terkadang peserta tutur malah mendistorsi terjadinya tuturan dengan maksud tertentu, seperti menyimpang dari prinsip kesantunan. Film “Tilik” menarik untuk dikaji karena dalam tuturan para tokohnya banyak ditemukan bentuk tuturan yang memperhatikan maksim kesopanan dan menyimpang dari maksim kesopanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk penyimpangan maksim kesopanan yang terjadi dalam film pendek “Tilik” karya Wahyu Agung Prasetyo. Dalam perjalanan studi ini, akan dijabarkan dengan menggunakan pendekatan Pragmatik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian terdiri dari kata, frasa, dan kalimat dalam percakapan para tokoh dalam film “Tilik” yang sesuai dengan topik penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan metode transkrip, dan menggunakan teknik menyimak dan mencatat. Hasil penelitian ini yaitu bentuk-bentuk penyimpangan maksim kesopanan, diantaranya (1) penyimpangan maksimum kebijaksanaan, (2) penyimpangan maksim kedermawanan, (3) penyimpangan maksim pujian, (4) penyimpangan maksim kerendahan hati, (5) penyimpangan kepatutan maksimum, dan (6) penyimpangan maksim simpati. Dari hasil dan pembahasan tersebut, penyimpangan tuturan paling banyak di temukan pada penyimpangan prinsip kesopanan bab maksim pujian. Kata Penting : Maksim Kesopanan, Tilik, Pragmatik.
Analisis Wacana Monolog Rubrik Pangudarasa Panjebar Semangat Yulio Murdiana; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.401 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1351-1362

Abstract

Abstrak Didalam masyarakat Jawa terdapat sebuah majalah mingguan berbahasa Jawa yang bernama Panjebar Semangat. Majalah tersebut berisi banyak hal tentang bahasa, sastra, dan budaya Jawa yang terbagi dalam rubrik-rubrik penyusun majalah tersebut. Salah satu rubrik tersebut adalah rubrik pangudarasa. Rubrik tersebut adalah rubrik yang ditulis langsung oleh redaktur majalah tersebut. Jadi, rubrik tersebut merupakan ide atau gagasan pribadi seorang redaktur majalah dalam menyampaikan berita yang bersifat faktual dan terkini. Oleh sebab itu bahasa yang dipakai haruslah bahasa yang memenuhi aturan atau kaidah bahasa dalam penulisan rubrik tersebut agar penyampaian tujuan wacana ke pembaca tidak mengalami perbedaan makna antara penulis dan pembaca. Maka dari itu diadakan sebuah penelitian tentang unsur pembangun wacana tersebut. Penelitian tersebut diberi judul “Analisis Wacana Monolog Rubrik “Pangudarasa” Majalah Panjebar Semangat”. Untuk penelitian ini khusus membahas tentang unsur-unsur koherensi pembangun wacana tersebut. Dalam penelitian ini akan digunakan metode deskriptif kualitatif. Menurut Sugiyono (2016:9) metode deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci teknik pengumpulan data dilakukan secara trigulasi. Hasil dari penelitian ini memuat ada 12 jenis unsur koherensi pembangun sebuah wacana, yaitu: (1) penambahan, (2) repitisi, (3) pronomina, (4) sinonimi, (5) totalitas bagian, (6) komparasi, (7) penekanan, (8) kontras, (9) simpulan, (10) contoh, (11) paralelisme, (12) waktu dan tempat. Kata Kunci: wacana, analisis wacana, deskriptif kualitatif, koherensi, unsur koherensi.
Wujud Penggunaan Prinsip Kerjasama serta Implikatur Percakapan antar Tokoh dalam Film Turah karya Wicaksono Wisnu Legowo (Kajian Pragmatik) Ropi'ah Ropi'ah; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.741 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1363-1384

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui wujud penggunaan prinsip kerjasama beserta implikatur percakapan antartokoh dalam film Turah karya Wicaksono Wisnu Legowo dengan kajian pragmatik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Objek kajiannya yaitu film Turah karya Wicaksono Wisnu Legowo yang diproduksi oleh Fourclours Film. Analisis penelitian berpusat pada wujud pematuhan prinsip kerjasama, wujud pelanggaran prinsip kerjasama, dan makna pragmatis implikatur percakapan dari objek kajian yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaiku teknik operasional dasar yaitu penyimakan dan pencatatan. Kemudian keseluruhan data dikodifikasi dan dianalisis miturut panggolongannya masing-masing. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini, ditemukannya 12 data percakapan maksim kualitas, yang terbagi dalam 7 data pematuhan prinsip dan 5 data pelanggaran prinsip. Kemudian 27 data percakapan maksim kuantitas, yang terbagi dalam 10 data pematuhan prinsip dan 17 data pelanggaran prinsip. Didalam maksim relevansi, ditemukan 24 data percakapan yang terdiri dari 4 data pematuhan prinsip dan 20 data pelanggaran prinsip. Terkahir, ditemukan 23 data percakapan maksim cara yang terdiri dari 14 data pematuhan prinsip dan 9 data pelanggaran prinsip. Serta ditemukannya 32 data implikatur percakapan umum lan 54 data implikatur percakapan khusus. Kata Kunci: Prinsip Kerjasama, Pragmatik, Implikatur Percakapan, Makna Pragmatis, Turah.