p-Index From 2021 - 2026
3.718
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Online Baradha
Surana Surana
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Janturan di dalam Pagelaran Ringgit Purwa Lakon Wahyu Makutharama oleh Ki Nartosabdo Bening Choirul Anam; Bening Choirul Anam; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.063 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1502-1520

Abstract

Penelitian stilistika merupakan penelitian yang dilaksanakan untuk membedah isi dari sastra yang umumnya cerpen, novel, dan naskah yang menjadi objeknya. Di dalam penelitian ini objek yang digunakan yaitu janturan di rekaman wayang purwa dari Youtube dengan lakon Wahyu Makutharama oleh dhalang Ki Nartosabdo. Unsur stilistika di dalam janturan akan dicari dan dibedah dengan jelas melalui pengetahuan sastranya. Untuk unsur stilistik yang dicari di dalam janturan ada tiga yaitu rima, gaya bahasa, dan cecandran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membedah unsur stilistik di dalam janturan yang jumlahnya tiga (rima, gaya bahasa, dan cecandran) dengan teori stilistika di lakon Wahyu Makutharama oleh dhalang Ki Nartosabdo. Penelitian ini dikerjakan dengan cara deskriptif kualitatif karena data yang diambil berwujud data naratif janturan. metode atau teknik yang digunakan untuk melaksanakan penelitian ini yaitu menyimak dan mencatat. Hasil penelitian ini yaitu (1) Rima yang terkandung di dalam janturan lakon Wahyu Makutharama oleh Ki Nartosabdo. (2) Gaya bahasa apa saja yang digunakan di janturan lakon Wahyu Makutharama oleh Ki Nartosabdo. (3) Cecandran yang digunakan di janturan lakon Wahyu Makutharama oleh Ki Nartosabdo Kata kunci: Antawacana, Rima, Gaya Bahasa, Cecandran
BASA HUMOR SAJRONE AKUN MEDHIA SOSIAL KETAWA.COM (TINTINGAN PRAGMATIK) surana surana; Dinda ayu maulidiya
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.002 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n3.p1175-1198

Abstract

Basa minangka piranti kanggo komunikasi sosial asring digunakake kanggo objek panliten kanthi macem-macem tintingan lan pendekatan. Khususe ing panliten iki wigati kanggo ditliti amarga isih during akeh kang nliti ngenani basa humor sajrone medhia sosial. Panliten iki nggunakake tintingan pragmatic, lan methode deskrtiptif kualitatif, yaiku panliten kang ngandharake dhata kanthi deskripsi lan apa anane. Sumber dhata panliten iki saka postingan medhia sosial ketawa.com, dhata ing kene awujud tetembungan, lan ukara kang wis ditulis lan wis digolongake. Tujuwan saka panliten iki yaiku ngandharake (1) unsur pambangun humor sajrone medhia sosial ketaw.com, (2) penyimpangan prinsip Kerjasama lan penyimpangan prinsip kesopanan sajrone medhia sosial ketawa.com. Asil saka panliten iki yaiku ditemokake anane aspek fonologis kabasan kang dadi pambangun humor yaiku parikan, lan singkatan. Kapindho anane Penyimpangan prinsip Kerjasama ana 3, yaiku penyimpangan maksim kuantitas, penyimpangan maksim Kerjasama, penyimpangan maksim pelaksanaan. Penyimpangan prinsip kesopanan ana 3, yaiku penyimpangan maksim kebijaksanaan, penyimpangan maksim penerimaan, penyimpangan maksim kecocokan. Tembung wigati: Basa humor, pragmatik, ketawa.com
Register dalam Video Laman Youtube Bayu Skak Riyos Aldi Juniawan; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.771 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n3.p1031-1047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) register atau ragam bahasa berdasarkan penggunaannya pada video laman youtube Bayu Skak, (2) gaya bahasa berdasarkan jenis maksud yang ada pada register tersebut, (3) tema yang menjadi konten dalam register tersebut. Penelitian yang dilakukan ini berupa penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data dalam penelitian ini berupa kutipan percakapan dan kata-kata atau kalimat yang diucapkan oleh objek data yaitu Bayu Skak sebagai ragam bahasa berdasarkan penggunaannya. Sumber data yang digunakakn dari laman youtube Bayu Skak dengan mengambil video yang diunggah pada tahun 2018 khususnya pada video yang berjudul ““Lidah Orang Jawa” dan “Aku Wong Jawa.” Data-data tersebut dikumpulkan lalu dipilah, diklasifikasikan berdasarkan konten dan konteks pembahasan yang menjadi batasan penelitian, diidentifikasi apa saja yang penting, lalu disampaikan pada umum. Analisis yang dilakukan dibagi menjadi dua bagian yaitu mengani ragam bahasa atau register dan gaya bahasa dalam register tersebut. Register dalam video laman youtube Bayu Skak bisa digolongkan menjadi dua berdaasarkan ragam bahasa alih kode yaitu yaiku (1) Jawa-Indonesia, (2) Jawa-Inggris, lan (3) Indonesia-Inggris, serta ragam bahasa campur kode. Sedangkan register berdasarkan satuan lingualnya berupa kata-kata dan kalimat. Kosa kata yang menjadi ciri dalam register tersebut bisa dibagi menjadi (1) sapaan atau panggilan, (2) tanggapan/ responsiif, (3) penjelasan/ konfirmatif. Gaya bahasa berdasarkan jenis maksud dalam register tersebut berupa denotatif dan konotatif. Kata Kunci: Ragam Bahasa, Register, Maksud, Konotatif, Denotatif
Variasi Bahasa dalam Konten YouTube Gokil Abis Bajindul Vlog "Tuku Wedang Kentir Malah Dijak Padu" (Kajian Sosioliguistik) Vivi Nur Aida; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.085 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1351-1372

Abstract

Abstrak Bahasa merupakan bagain dari kemampuan paling dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Dimana bahasa merupakan alat komunikasi paling efektif yang digunakan untuk mengungkapkan ide, gagasan, maksud, dan tujuan. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk meneliti terkait penggunaan bahasa yang terdapat dalam video YouTube Gokil Abis Bajindul Vlog. Dari beberapa video yang ada, peneliti tertarik pada salah satu video yang berjudul “Tuku Wedang Kenthir Malah Dijak Padu”. Dalam video tersebut penggunaan bahasanya sangat bervariasi, ada bahasa.indonesia, bahasa inggris, bahasa arab, dan yang paling dominan yaitu penggunaan bahasa jawa. Selain variasi bahasa, peneliti juga akan membahas secara mnyeluruh terkait peristiwa kebahasaan seperti alih kode, campur kode, dan dialek. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari video YouTube Gokil Abis Bajindul Vlog dengan judul “Tuku Wedang Kenthir Malah Dijak Padu”. Untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat, yang kemudian dilanjutkan pada tahap pengolahan data. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 4 jenis variasi bahasa, 3 jenis alih kode intern, 4 jenis alih kode ekstern, 6 jenis campur kode, dan 2 jenis dialek yang biasa digunakan dalam keseharian para penutur yang trdapat dalam video tersebut. Kata kunci: Bahasa, Variasi Bahasa, Alih Kode, Campur Kode, Dialek
Temperamennya Tokoh-Tokoh Dalam Novel Langit Mendhung Sajroning Pangangen Karya Tulus Setiyadi (Kajian Psikologi Kepribadian Ludwig Klages) Catur Retno Purwiyanti; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.749 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1396-1416

Abstract

Abstrak Temperamennya tokoh-tokoh dalam novel Langit Mendhung Sajroning Pangangen karya Tulus Setyadi merupakan karya sastra jawa modern yaitu novel. Novel Langit Mendhung Sajroning Pangangen karya Tulus Setyadi itu tumbuh kekuwatan didalam bagian temperamen tokoh. Masalah demi masalah yang terjadi itu bisa tumbuh adanya temperamen tokoh. Temperamen tokoh merupakan bagian yang paling menonjol. Didalam novel Langit Mendhung sajroning Pangangen karya Tulus Setiyadi ini terpilih dengan judul temperamen karena adanya setiap tokoh itu mempunyai sifat juga karakter yang berbeda-beda yang menjadikan daya tarik terhadap peneliti. Temperamen yaitu sifat batin yang mempunyai pengaruh terhadap sifat, perasaan, dan pemikiran. Kepribadian seseorang itu bermacam-macam. Ludwig Klages membangun tiga model dalam sistem kepribadian manusia. Pertama yaitu temperamen, kedua yaitu perasaan, ketiga yaitu ekspresi. Didalam ketiga yang dijabarkan oleh Ludwig Klages yang lebih cocok dengan objek penelitian ini yaitu temperamen. Temperamen tokoh tersebut bisa melalui sifat tokoh dan sikap tokoh dalam novel Langit Mendhung Sajroning Pangangen. Pusat penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana perbuatan tokoh dalam Novel LMSP?, 2) Bagaimana wujud temperamennya tokoh dalam Novel LMSP?, 3) Bagaimana sifat tokoh dalam novel LMSP?. Berdasarkan pusat penelitian tersebut, tujuan penelitian yaitu: 1) Menjabarkan perbuatan tokoh, 2) Menjabarkan wujud temperamennya 3) Menjabarkan sifat tokoh dalam novel LMSP. Manfaat di penelitian ini yaitu memberikan sumbangsih kepada 1) penulis 2) pembaca 3) pengajar sastra. Penelitian ini menggunakan tintingan psikologi sastra khususnya psikologi kepribadian Ludwig Klages. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Data didalam penelitian ini yaitu berupa kalimat-kalimat mengenai temperamene tokoh. Sumber data penelitian ini yaitu novel Langit Mendhung Sajroning Pangangen karya Tulus Setiyadi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu dengan teknik studi kapustakan, membaca, memahami, menentukan kejadian-kejadian yang ada hubungannya dengan objek tersebut, dan dheskripsi. Studi kapustakan disini yaitu mengumpulkan data dengan cara menyiapkan data, dheskripsi, dan meringkas atau menyimpulkan. Hasil dari penelitian ini terbagi menjadi tiga yaitu pertama, perbuatan tokoh. Perbuatan tokoh yaitu Depresi dan balas dendam. Kedua yaitu mengenai wujud temperamen tokoh dibagi menjadi dua yaitu temperamen sanguinis dan temperamen Phlegmatis. Ketiga mengenai sifat tokoh terbagi menjadi lima yaitu menghargai, ambisius, pasrah, mudah mengeluh, setia. Kata Kunci: Kepribaden, Temperamen, Sifat
Proses Afiksasi Bahasa Jawa Pada Novel Wedhus Gembel Gunung Merapi Karya Suci Hadi Suwita (Kajian Morfologi) Auliyah Firdama Yanti; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.753 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1478-1501

Abstract

Proses afiksasi merupakan bagian dari proses morfologi yang disebut juga sebagai proses pengimbuhan. Dalam proses afiksasi ini ada empat jenis bagian yaitu prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks. Proses afiksasi ini akan dianalisis menggunakan teori morfologi. Rumusan masalah yang akan dianalisis dalam artikel ini ada dua, yaitu (1) bagaimana penggunaan afiksasi di dalam novel wedhus gembel gunung merapi karya Suci Hadi Suwita?, dan (2) bagaimana wujud makna penggunaan afiksasi di dalam novel wedhus gembel gunung merapi karya Suci Hadi Suwita?. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui bagaimana penggunaan afiksasi di dalam novel wedhus gembel gunung merapi karya Suci Hadi Suwita, dan (2) untuk mengetahui bagaimana wujud makna afiksasi di dalam novel wedhus gembel gunung merapi karya Suci Hadi Suwita. Manfaat penelitian yaitu supaya dapat memberi pengetahuan kepada masyarakat pembaca mengenai proses afiksasi dan menjadi sarana informasi bagi para peneliti selanjutnya. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data berupa novel berjudul wedhus gembel gunung merapi karya suci hadi suwita. Data berupa kata-kata di dalam novel wedhus gembel gunung merapi karya Suci Hadi Suwita yang telah dikumpulkan menggunakan teknik catat. Hasil penelitian ditemukan bagian afiks berupa prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks. Penggunaan afiks pada novel wedhus gembel gunung merapi karya Suci Hadi Suwita menyebabkan kata-kata yang ditambah afiks berubah arti dari kata dasarnya. Begitu juga wujud makna kata ketika mendapat afiks berubah dari makna dasarnya. Namun ditemukan pula beberapa kata yang tidak berubah dari makna dan arti dari kata dasar. Kata Kunci : afiksasi, prefiks, infiks, sufiks, konfiks
SENI JARANAN THÉK ING DESA SAMBIT KABUPATEN PONOROGO (TINTINGAN FOLKLOR) Erika Nindy Damayanti; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.802 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Folklor iku kalebu ana ing perangane kabudayan.Folklor yaiku salah sawijine perangan saka kabudayan koletif kang sumebar, ngrembaka lan diwarisake kanthi cara tradisional yaiku kanthi gethuk tular (turun-temurun).Folklor iku kaperang dadi telu jinis yaiku folklor lisan, folklor setengah lisan, lan folklor ora lisan. Panliten iki kalebu ana ing jinis folklor ora lisan amarga dijlentrehake kanthi nggunakake cara tuladha (praktek) lan dijangkepi gerak isyarat (tari). Panliten kanthi irah-irahan Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo bakal didhudhah kanthi nggunakake tintingan folklor. Underan panliten kang bakal di dudhah yaiku (1) Kepriye mula bukane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo? (2) Kepriye pangribawane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo tumrap pelestarian cagar budaya lan kahanan ekonomi masyarakat? (3) Kepriye mitos kang ana ing sajrone Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo? (4) Kepriye fungsi Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo?. Tujuwan panliten, yaiku (1) Ngandharake mula bukane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo. (2) Ngandharake pangribawane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo tumrap pelestarian cagar budaya lan kahanan ekonomi masyarakat. (3) Ngandharake mitos kang ana ing sajrone Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo. (4) Ngandharake fungsi Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo. Metode kang digunakake kanggo panliten yaiku metode deskriptif kanthi nggunakake pendekatan kualitatif. Sumber data kang digunakake anggone panliten iki yaiku asile wawancara, rekaman swara, foto lan video. Kata Kunci: Folklor, Kabudayan, Seni Jaranan Thék Ponorogo Folklor iku kalebu ana ing perangane kabudayan.Folklor yaiku salah sawijine perangan saka kabudayan koletif kang sumebar, ngrembaka lan diwarisake kanthi cara tradisional yaiku kanthi gethuk tular (turun-temurun).Folklor iku kaperang dadi telu jinis yaiku folklor lisan, folklor setengah lisan, lan folklor ora lisan. Panliten iki kalebu ana ing jinis folklor ora lisan amarga dijlentrehake kanthi nggunakake cara tuladha (praktek) lan dijangkepi gerak isyarat (tari). Panliten kanthi irah-irahan Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo bakal didhudhah kanthi nggunakake tintingan folklor. Underan panliten kang bakal di dudhah yaiku (1) Kepriye mula bukane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo? (2) Kepriye pangribawane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo tumrap pelestarian cagar budaya lan kahanan ekonomi masyarakat? (3) Kepriye mitos kang ana ing sajrone Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo? (4) Kepriye fungsi Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo?. Tujuwan panliten, yaiku (1) Ngandharake mula bukane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo. (2) Ngandharake pangribawane Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo tumrap pelestarian cagar budaya lan kahanan ekonomi masyarakat. (3) Ngandharake mitos kang ana ing sajrone Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo. (4) Ngandharake fungsi Seni Jaranan Thék ing Desa Sambit Kabupaten Ponorogo. Metode kang digunakake kanggo panliten yaiku metode deskriptif kanthi nggunakake pendekatan kualitatif. Sumber data kang digunakake anggone panliten iki yaiku asile wawancara, rekaman swara, foto lan video. Kata Kunci: Folklor, Kabudayan, Seni Jaranan Thék Ponorogo
Tindak Tutur Ilokusi Sajrone Film “ Jarene” Karya Hilya Murdika Arini Mery Fiqyh Dwinastity; surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.033 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n1.p1-18

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang bertujuan agar pesan atau makna yang diucapkan oleh penutur dapat dipahami oleh penutur. Tanpa bahasa, manusia akan kesulitan berinteraksi dengan manusia lain, oleh karena itu bahasa juga berfungsi sebagai mediator kehidupan dalam masyarakat. Percakapan sehari-hari bisa bersifat informatif atau bisa juga mendapatkan berita dari komunitas lain, bisa berupa ide, pemikiran, emosi dan sebagainya. Manfaat penelitian ini terbagi menjadi 2 yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoretis dimaksudkan untuk memastikan bahwa pembaca memiliki pengetahuan dan berguna bagi para pragmatis. Terutama dalam hal berbicara ilokusi. Sedangkan manfaat praktisnya adalah penelitian ini dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi siapa saja yang membutuhkan. Berdasarkan apa yang ingin kita pelajari tentang kefasihan dalam film "Jarene" oleh Sutradara Hilya Murdika Arini Sebagaimana dijelaskan dalam makalah penelitian 1) Jelaskan jenis-jenis kefasihan berbicara yang digunakan dalam film "Jarene" karya Sutradara Hilya Murdika Arini. (2) Menjelaskan konteks tuturan dalam tuturan fasih yang digunakan dalam film “Jarene” karya Sutradara Hilya Murdika Arini Kata kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Jinis Tindak Tutur, Tujuan Tindak Tutur, Konteks Tutur, Film “Jarene”
Ambiguitas Bahasa Jawa dalam Wacana Humor di Desa Bendo Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Riris Purbosari; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.051 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1721-1740

Abstract

Abstract Ambiguity is often found in humorous discourse. Ambiguity arises when the listener or reader has difficulty understanding the speech. Spoken language tends to often lead to ambiguity. Ambiguity is used to deceive the speech partner's mindset and misinterpret the meaning. This research uses several theoretical foundations, namely lexical semantics, grammatical semantics, ambiguity, pragmasemantics, things that determine linguistic meaning, and linguistic humor. This research is descriptive and includes qualitative research. The data collection procedure used is the listening method and the speaking method. Analysis of the data used is a pragmatic equivalent method. Based on the results of the research, there are three forms of ambiguity in Javanese language in humorous discourse in Bendo Village, Gondang District, Tulungagung Regency, namely phonetic ambiguity, lexical ambiguity, and grammatical ambiguity. There are five things that cause this ambiguity, namely homophones, homonyms, polysemy, grammatical word formation, and deviations from the maxim of cooperation in the way of implementation. The use of ambiguity is the result of human creativity. The breadth of language makes humans have the flexibility to process words to bring out humor. Keywords: Ambiguity, Discourse, Javanese Humor, Pragmasemantics. Abstrak Ambiguitas sering ditemukan dalam wacana humor. Ambiguitas muncul ketika pendengar atau pembaca sulit memahami tuturan. Bahasa lisan cenderung sering memunculkan ambiguitas. Ambiguitas digunakan untuk mengecoh pola pikir mitra tutur dan memelesetkan makna. Di dalam penelitian ini digunakan beberapa landasan teori, yaitu semantik leksikal, semantik gramatikal, ambiguitas, pragmasemantik, hal yang menentukan makna linguistik, dan humor linguistik. Penelitian ini bersifat deskriptif dan termasuk penelitian kualitatif. Tata cara pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan metode cakap. Analisis data yang digunakan adalah metode padan pragmatis. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga bentuk ambiguitas bahasa Jawa dalam wacana humor di Desa Bendo Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, yaitu ambiguitas fonetik, ambiguitas leksikal, dan ambiguitas gramatikal. Terdapat lima hal yang menyebabkan ambiguitas tersebut, yaitu homofon, homonimi, polisemi, pembentukan kata secara gramatikal, dan penyimpangan maksim kerja sama cara pelaksanaan. Penggunaan ambiguitas merupakan hasil dari kreativitas manusia. Keluasan bahasa menjadikan manusia mempunyai kelonggaran mengolah kata untuk memunculkan humor. Kata Kunci: Ambiguitas, Wacana, Humor Jawa, Pragmasemantik.
Saloka dalam Tindak Tutur Menasihati di Kelurahan Kepolorejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Vivi Indriana Merry Fatmawati; Vivi Indriana Merry Fatmawati; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.217 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n1.p195-213

Abstract

Abstrak Saloka dalam Tindak Tutur Menasihati (SDTTM) termasuk dalam tindak tutur direktif yang sering digunakan masyarakat. Saloka dalam tindak tutur menasihati, tidak hanya membahas mengenai pola dan bentuk bicara dari penutur terhadap mitra tutur saja. Namun, juga terdapat style atau gaya bahasa. Rumusan masalah dalam SDTTM berdasarkan (1) lageyane panutur dan (2) respon mitra tutur yang terdapat di Saloka dalam Tindak Tutur Menasihati ing Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka menimbulkan tujuan dari penelitian yaitu mengetahui dan menjelaskan jenis SDTTM berdasarkan lageyane panutur dan respon mitra tutur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teori pragmatik. Data penelitian diambil dari SDTTN yang telah dikumpulkan dan dicatat setelah melakukan teknik semak catat dari masyarakat Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Penelitian ini menjelaskan lebih rinci mengenai jenis SDTTM berdasarkan lageyane panutur yang dibagi menjadi empat yakni (1) terus terang langsung, (2) terus terang tidak langsung, (3) tidak terus terang langsung, dan (4) tidak terus terang tidak langsung. Serta berdasarkan respon mitra tutur dibagi menjadi empat, yakni (1) diterima dilakukan, (2) diterima tidak dilakukan, (3) ditolak namun dilakukan, dan (4) ditolak tidak dilakukan. Kata Kunci: Tindak tutur menasihati, lageyane panutur, respon mitra tutur.