Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN IKAN MAYONG MENJADI ABON DI DESA BATU BERIGA, KECAMATAN LUBUK BESAR, KABUPATEN BANGKA TENGAH Sri Wahyu Maharani; Okta Berlianti; Nurlia Dewi Ambarwati; Tiara Fiska; Meluridna Tiurangi Islamadina; Hikmatul Uzma; Karsia Karsia; Viona Natasya; Efryadi Efryadi; Bayu Saputra; Fitri Apriani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.982-987

Abstract

Sumber daya alam adalah segala sumber yang berasal dari alam, bisa dimanfaatkan dan dikembangkan dengan baik oleh manusia untuk keberlangsungan hidup serta meningkatkan perekonomian manusia. Desa Batu Beriga memiliki potensi sumber daya ikan laut yang paling tinggi yang terletak di wilayah kabupaten Bangka Tengah. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Batu beriga dapat dilakukan dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam. Ikan manyong mengandung protein yang tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan serta mencegah penyakit ikan. Kandungan Omega-3 yang dikandung dalam ikan mayong sangat berguna bagi tubuh manusia. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan alternatif produk pangan baru berbasis ikan sebagai peluang peningkatan UMKM, menghasilkan produk abon ikan mayong, memberikan pengetahuan kepada UMKM tentang pengemasan produk, dan menambah ketrampilan warga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pendampingan dengan tahapan perencanaan, observasi, pelaksanaan, dan pendampingan kegiatan melalui kegiatan penyuluhan. Kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir, dengan adanya kegiatan tersebut dapat menjadikan potensi lokal menjadi suatu produk inovasi yang bernilai ekonomis tinggi, salah satu produk yang di praktekkan ke masyarakat berbahan baku ikan mayong yaitu Abon Batu Beriga (ABG). Pengolahan bahan baku ikan dapat memanfaatkan potensi lokal dengan menciptakan produk baru. Harapan kami, dengan mempraktekkan pembuatan produk berbahan baku ikan mayong dapat diteruskan nantinya oleh masyarakat pesisir. Sehingga dapat menambah perekonomian bagi keluarga.
PEMANFAATAN IKAN MAYONG MENJADI ABON DI DESA BATU BERIGA, KECAMATAN LUBUK BESAR, KABUPATEN BANGKA TENGAH Sri Wahyu Maharani; Okta Berlianti; Nurlia Dewi Ambarwati; Tiara Fiska; Meluridna Tiurangi Islamadina; Hikmatul Uzma; Karsia Karsia; Viona Natasya; Efryadi Efryadi; Bayu Saputra; Fitri Apriani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.982-987

Abstract

Sumber daya alam adalah segala sumber yang berasal dari alam, bisa dimanfaatkan dan dikembangkan dengan baik oleh manusia untuk keberlangsungan hidup serta meningkatkan perekonomian manusia. Desa Batu Beriga memiliki potensi sumber daya ikan laut yang paling tinggi yang terletak di wilayah kabupaten Bangka Tengah. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Batu beriga dapat dilakukan dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam. Ikan manyong mengandung protein yang tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan serta mencegah penyakit ikan. Kandungan Omega-3 yang dikandung dalam ikan mayong sangat berguna bagi tubuh manusia. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan alternatif produk pangan baru berbasis ikan sebagai peluang peningkatan UMKM, menghasilkan produk abon ikan mayong, memberikan pengetahuan kepada UMKM tentang pengemasan produk, dan menambah ketrampilan warga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pendampingan dengan tahapan perencanaan, observasi, pelaksanaan, dan pendampingan kegiatan melalui kegiatan penyuluhan. Kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir, dengan adanya kegiatan tersebut dapat menjadikan potensi lokal menjadi suatu produk inovasi yang bernilai ekonomis tinggi, salah satu produk yang di praktekkan ke masyarakat berbahan baku ikan mayong yaitu Abon Batu Beriga (ABG). Pengolahan bahan baku ikan dapat memanfaatkan potensi lokal dengan menciptakan produk baru. Harapan kami, dengan mempraktekkan pembuatan produk berbahan baku ikan mayong dapat diteruskan nantinya oleh masyarakat pesisir. Sehingga dapat menambah perekonomian bagi keluarga.
PENGEMBANGAN E-MODUL TERINTEGRASI QR CODE MATERI KEBERAGAMAN BUDAYA BANGSAKU KELAS IV SDN 14 MENDO BARAT Hikmatul Uzma; Nurjannah; Feni Kurnia
JBES (Journal Basic Education Skills) Vol 3 No 3 (2025): JBES (Journal Basic Education Skills)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/jbes.v3i3.193

Abstract

This research was motivated by the limitations of the media used in the learning process, causing a lack of student response, which affected student learning outcomes. The aim of this research is 1) to produce an integrated e-module QR Code teaching material product on the cultural diversity of my nation for grade 4 elementary schools that is feasible and practical, and 2) to determine the effectiveness of the e-module integrated with QR Code material on the cultural diversity of my nation for grade 4 elementary schools that was developed. This type of research is R&D (research and development) based on the ADDIE (analysis, design, development, implementation, and evaluation) model. This study was conducted with fourth graders at SD Negeri 14 Mendo Barat. Data collection techniques include tests and non-tests. Data collection instruments include questionnaires, interviews, and 10 test questions. To test effectiveness, the data analysis techniques used are descriptive qualitative, normality testing, and hypothesis testing using the paired samples t-test. Based on the assessment results, material validators received an average of 92.3%, and media validators received an average of 82%. Small-group trials had 100% results, whereas large-group trials had 100%. Class IV student responses to the questionnaire were 100%. The results of the paired sample t-test (t-count > t-table) are 10.825> 2.068. Thus, Ha is accepted, meaning that there is effectiveness in using the E-Module in the Cultural Diversity of My Nation class IV material at SD Negeri 14 Mendo Barat. It can be concluded that the e-module, combined with QR Code material on cultural diversity in my country, is feasible, practical, and effective for use as teaching material.