Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WIRAUSAHA KELOMPOK WANITA TANI “DAHLIA” DENGAN BUDI DAYA LELE - SISTEM BIOFLOK Sugeng Priyanto Sugeng Priyanto; Dicky Arisudhana; Syaiful Anwar; M N Farid Thoha; Slamet Riyadi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.235 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i2.3667

Abstract

Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) di wilayah RW 1 Kelurahan Petukangan Selatan merupakan sarana untuk kegiatan Posyandu dan Bank Sampah. Untuk mendukung kegiatan tersebut diperlukan tambahan dana agar kegiatan dapat berkelanjutan, karena hal tersebut sangat bermanfaat bagi warga dan mendukung program pemerintah. Upaya mencari tambahan dana untuk keberlangsungan kegiatan Pos Bindu, diusulkan solusi berupa budi daya lele sangkuriang dengan sistem bioflok. Hal ini, mengingat, masih terdapat lahan yang tidak produktif di lokasi Posbindu dan memanfaatkan spanduk bekas dari sampah yang dikirim warga. Selain itu juga mendidik masyarakat untuk berwirausaha dengan budi daya lele dengan sistem bioflok karena berbagai keuntungan yang diperoleh, antara lain mudah dilakukan, biaya murah dan cepat memberikan hasil dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Dengan program wirausaha ini, dapat mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumberdaya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan berwirausaha merupakan suatu pembelajaran dalam upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pendapatan masyarakat. Pelatihan kewirausahaan merupakan suatu langkah penting dan perlu dilakukan dalam rangka membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Setelah dua setengah bulan, panen perdana lele sangkuriang. Hasil yang diperoleh masih jauh dari harapan. Hal ini karena belum adanya personal yang sepenuhnya mengelola budidaya, mengingat adanya proses pembersihan kolam, proses sortir lele agar tidak terjadi kanibalisme.
Determinants of Innovative Leadership, Competence, and Motivation through Job Satisfaction to Improve School Performance in Tangerang Heru Nugroho; Slamet Riyadi; Setyani Dwi Lestari; Agus Kusnawan; Heni Iswati
eCo-Buss Vol. 8 No. 1 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i1.2850

Abstract

This study aims to assess the impact of innovative leadership styles, as well as competence and motivation, on job satisfaction, and how these factors can enhance school performance in Tangerang. The study also focuses on highlighting the role of job satisfaction as a mediating variable, which is expected to strengthen the relationship between these factors and school performance. A quantitative approach using Structural Equation Modeling (SEM) was employed in this research. The results indicate that innovative leadership, individual competence, and motivation have a significant positive impact on job satisfaction and institutional performance. Additionally, job satisfaction acts as a mediator in the relationship between these three factors and school performance, suggesting that job satisfaction plays a crucial role in driving overall school performance improvements. The findings provide valuable insights for education leaders to focus on the development of innovative leadership, the enhancement of competence, and motivation. By strengthening these three elements, schools can create a more productive and collaborative work environment.