Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI CROWD DAN CRISIS MANAGEMENT PADA KAPAL PENUMPANG DI PELABUHAN MAKASSAR DAN TERNATE Ahmad Fauzi; Arlizar Djamaan; Prolin Tarigan; Aries Allolayuk; Siti Zulaikah
JURNAL VENUS Vol 6 No 12 (2018): Desember
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.122 KB) | DOI: 10.48192/vns.v12i06.381

Abstract

Pengangkutan penumpang dengan kapal penumpang merupakan urat nadi kehidupan ekonomi, politik, sosial budaya, pertahanan keamanan, sarana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan. Kesuksesan transportasi laut.Mengatur penumpang pada kapal penumpang menghadapi kedaan darurat agar terhindar dari terjadinya kepanikan pada saat kapal menghadapi situasi darurat seperti kebakaran atau kecelakaan yang mengakibatkan kapal harus ditinggalkan atau abandon ship.Crisis and Human Behavior Management merupakan salah satu kompetensi awak kapal yang dengan seksama dan tindakan yang tepat dapat mengatasi penumpang yang mengalami kepanikan yang luar biasa yang ditunjukkan dengan berebut atau berkelahi, sehingga penumpang dapat dikondisikan kembali dalam keadaan tenang. Seperti dicontohkan dalam Film Tetanic dimana seluruh penumpang mengalami kepanikan yang luar biasa, dalam film tersebut jelas terlihat perilaku berbeda dari setiap penumpang dalam menghadapi keadaan crisis, misalnya ada yang loncat dari atas kapal ke laut, ada yang depresi, berebut, berkelahi, dan sebagainya. Menghadapi kedaan demikian di kapal maka sangat penting bagi seluruh awak kapal penumpang untuk memiliki komptensi dalam CCM.
The Optimalisasi Pencegahan Tubrukan Di Alur Pelayaran Sempit MT. Aerosea Catalina Yusran Ababil; Prolin Tarigan; Firnayati
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.205

Abstract

Kecelakaan kapal di alur pelayaran sempit mayoritas disebabkan oleh faktor kesalahan manusia (human error) dalam operasional navigasi dan olah gerak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur dan teknik olah gerak kapal yang tepat saat melintasi alur sempit guna menjamin keselamatan navigasi dan mencegah bahaya tubrukan. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara terstruktur dengan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan navigasi dan pemanduan kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi tubrukan di alur sempit utamanya dipicu oleh rendahnya pemahaman terhadap aturan pencegahan tubrukan di laut (COLREG), khususnya saat melakukan manuver penyusulan (overtaking) dan berpapasan (passing). Selain itu, komunikasi yang tidak efektif antara pandu (pilot) dan nakhoda (master), serta kondisi lingkungan perairan seperti arus yang kuat dan keterbatasan lebar alur, secara signifikan meningkatkan eskalasi risiko navigasi. Kesimpulannya, sinergi komunikasi di atas anjungan dan kepatuhan penuh terhadap regulasi navigasi sangat krusial untuk meminimalisasi insiden di alur pelayaran sempit.   Ship accidents in narrow shipping channels are predominantly caused by human errors in navigation and maneuvering operations. This study aims to analyze the proper operational procedures and ship maneuvering techniques when navigating narrow channels to ensure navigational safety and prevent collisions. A descriptive qualitative approach was employed, with primary data gathered through direct field observations and structured interviews with key personnel directly involved in navigation and pilotage operations. The findings indicate that the potential for collisions in narrow channels is primarily triggered by a lack of understanding of the International Regulations for Preventing Collisions at Sea (COLREGs), particularly during overtaking and passing maneuvers. Furthermore, ineffective communication between the pilot and the master, compounded by environmental factors such as strong currents and limited channel width, significantly escalates the risk of navigational hazards. In conclusion, effective bridge team synergy and strict compliance with navigational regulations are crucial to minimizing incidents in narrow shipping channels.