Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI WARGA NEGARA INDONESIA TERHADAP PEROLEHAN HAK MILIK ATAS SATUAN RUMAH SUSUN OLEH WARGA NEGARA ASING Alya Nadia Saraswati; Faiz Suroyya; Ian Tri Anugrah; Mike Ayu Wulandari
Jurnal Education and Development Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v11i2.4905

Abstract

Kepadatan penduduk khususnya di perkotaan tidak hanya karena bertambahnya penduduk namun juga disebabkan adanya warga negara asing (WNA) yang memiliki pekerjaan atau berusaha berada di Indonesia. Hal tersebut pula yang menyebabkan semakin meningkatnya permintaan akan kebutuhan rumah tempat tinggal baik yang horizontal maupun vertikal berupa rumah susun. Tempat tinggal serupa itu tidak hanya dibutuhkan bagi warga negara Indonesia, tapi juga bagi WNA yang tinggal di Indonesia karena alasan kepraktisannya namun dengan fasilitas yang lengkap. Kepemilikan rumah susun untuk WNA diperkuat dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja). UU Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Dalam Perpu tersebut pada Pasal 144 menyatakan bahwa satuan rumah susun dapat diberikan kepada WNA yang memiliki izin. Adanya ketentuan ini dari awal telah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, karena dinilai menguntungkan WNA. Oleh karena itu kajian ini dibuat bertujuan untuk menganalisis konsep kepemilikan satuan rumah susun oleh WNA serta perlindungan hukum yang diberikan oleh pemerintah terhadap WNI atas kepemilikan satuan rumah susun oleh WNA. Guna memecahkan permasalahan hukum dalam kajian ini menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian ini menemukan bahwa WNA hanya dapat memiliki rumah susun yang dibangun diatas tanah Hak Pakai, serta dengan jenis rumah susun komersial saja. Batasan ini ditetapkan guna melindungi hak-hak WNI
Hubungan Persepsi Terhadap Sikap Remaja Tentang Perilaku Merokok Ade Reza Haryadi; Eka Wisanti; Mike Ayu Wulandari
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1045

Abstract

Data survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, tingkat awal merokok diperoleh dari usia 10-13 tahun dengan persentase 0,7%, usia 14-17 tahun mencapai (11,1%), dan usia 18-20 tahun sebesar (24,6%). Merokok berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk pada sistem kardiovaskular, kerusakan pada otak, penyakit diarea mulut dan tenggorokan, gangguan pada paru-paru, penyakit lambung, kerapuhan pada tulang, masalah reproduksi, serta isu psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi perilaku merokok terhadap sikap remaja tentang perilaku merokok pada siswa/i SMP Negeri 25 Pekanbaru. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan korelasional, dengan jumlah sampel sebanyak 208 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat, menggunakan uji Chi-Square. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner persepsi dan kuesioner sikap (Smoking Attitude Scale). Hasil penelitian univariat pada karakteristik responden yaitu jenis kelamin laki-laki 160 (76,9%), Usia 13,16 tahun, Usia pertama kali merokok 11,33 tahun, Perilaku merokok mayoritas pada ayah 156 (75,0%), teman sebaya 184 (88,5%), iklan rokok 180 (86,5%), persepsi positif 91 (43,8%), persepsi negatif 117 (56,3%), sikap negatif 124 (59,6%), sikap positif 84 (40,4%). Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi dengan sikap remaja tentang perilaku merokok dengan nilai signifikansi p = 0,000 (α = 0,05), dan nilai or = 0,527. Penelitian ini diharapkan adanya pemeriksaan skrining kesehatan terutama terhadap siswa di sekolah, serta adanya upaya pencegahan dan pengurangan angka merokok dan dampak buruk akibat merokok terhadap remaja.