p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Salamata
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komposisi Jenis Lamun di Perairan Tanjung Palette dan Tangkulara, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan Khairul Jamil; Agus Surachmat; Dwi Rosalina; Katarina Hesty Rombe; Ali Imran
Jurnal Salamata Vol 2, No 1 (2020): Juni
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.676 KB) | DOI: 10.15578/salamata.v2i1.11250

Abstract

Padang lamun merupakan ekosistem perairan dangkal yang kompleks, memiliki produktivitas hayati yang tinggi. Oleh karena itu padang lamun merupakan sumberdaya laut yang penting baik secara ekologis maupun secara ekonomi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis lamun yang ada di Perairan Tanjung Pallette dan Tangkulara. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan, mulai bulan Agustus sampai September 2019. Pengambilan data lamun dilakukan di dua titik dengan masing-masing tiga kali ulangan. Pengambilan data lamun menggunakan metode transek garis dan kuadran. Parameter kualitas yang diambil adalah suhu, arus, kecerahan, pH, dan salinitas. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat 5 spesies lamun yang ditemukan di Perairan Pallette dan Tangkulara, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, Cymodocea rotundata, dan Halophila sp.Penutupan jenis lamun tertinggi pada Perairan Pallette adalah Thalassia hemprichii sebesar 22,67% sedangkan penutupan lamun tertinggi pada Perairan Tangkulara adalah Cymodocea rotundata sebesar 25,6 %. Data kualitas air yang diambil menunjukkan masih optimal untuk lamun bertumbuh.
Struktur Komunitas dan Asosiasi Biota pada Ekosistem Lamun di Pulau Tambakulu Taman Wisata Perairan (TWP) Kapoposang Kabupaten Pangkajene Dwi Rosalina; Khairul Jamil; Nursal Nursal
Jurnal Salamata Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.235 KB) | DOI: 10.15578/salamata.v3i2.11264

Abstract

Lamun (seagrass) adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan laut dangkal. Penelitian dengan judul Struktur komunitas ekosistemlamun dan Asosiasi Biota Pada Ekosistem Lamun di Pulau TambakuluTaman Wisata Perairan (TWP) Kapoposang  Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2021. Tujuan penelitian yaitu mengetahui jenis lamun dan menghitung kerapatan, penutupan serta mengetahui biota yang berasosiasi pada ekosistem lamun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan metode transek kuadrat yang terdiri dari transek (garislurus) dan frame  berbentuk  kuadrat  (bingkai  berbentuk  segi  empat  yang  diletakkan  pada  garis), stasiun pengamatan ada 4 stasiun, setiap stasiun dibagi 3 transek garis. Pengamatan lamun di lapangan meliputi jenis lamun, kerapatan, Penutupan danbiota yang berasosiasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat dua jenis lamun Cymodocea rotundata dan Thalassiahemprichii. Berdasarkan hasil pengamatan tutupan ekosistem lamun 23,97 % masuk dalam kondisi rusak dengan kategori kurangsehat/kurang kaya. Dua jenis biota yang ditemukan hidup berasosiasi dengan lamun adalah Cypraea tigris dan Protoreasternodosus.
PEMETAAN VARIABILITAS SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A BERBASIS CITRA AQUA MODIS DI PERAIRAN SPERMONDE, SELAT MAKASSAR Anisa Aulia Sabilah; Hawati Hawati; Ismail Ismail; Khairul Jamil; Wahira Wahira
Jurnal Salamata Vol 8, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v8i1.20349

Abstract

Suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a merupakan parameter oseanografi penting yang mencerminkan kondisi produktivitas perairan dan berpengaruh terhadap distribusi sumber daya ikan. Variabilitas musiman kedua parameter tersebut di Perairan Spermonde perlu dipahami untuk mendukung pengelolaan sumber daya laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi spasial dan temporal SPL serta klorofil-a dan mengkaji hubungan keduanya di Perairan Spermonde selama Januari–Desember 2024 menggunakan data citra Aqua MODIS Level 3 beresolusi spasial 4 km. Data diolah dan dianalisis untuk memperoleh pola sebaran musiman kedua parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPL tertinggi terjadi pada Musim Peralihan II dengan kisaran 30,64–31,33°C, sedangkan SPL terendah ditemukan pada Musim Timur sebesar 29,56–30,09°C. Sebaliknya, konsentrasi klorofil-a tertinggi terjadi pada Musim Timur mencapai 0,50–0,69 mg/m³ dan terendah pada Musim Peralihan II sebesar 0,26–0,35 mg/m³. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif yang kuat antara SPL dan klorofil-a dengan koefisien korelasi sebesar -0,88 (p<0,05). Penurunan SPL berkaitan dengan peningkatan konsentrasi klorofil-a yang diduga dipengaruhi oleh suplai nutrien akibat proses upwelling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabilitas oseanografi musiman berperan penting dalam menentukan tingkat kesuburan perairan dan dapat menjadi dasar dalam identifikasi daerah penangkapan ikan potensial di Perairan Spermonde.Sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a are important oceanographic parameters that reflect water productivity conditions and influence the distribution of fish resources. Understanding the seasonal variability of these two parameters in the Spermonde Waters is essential for supporting the management of marine resources. This study aims to analyze the spatial and temporal distribution patterns of SST and chlorophyll-a and to examine the relationship between the two in the Spermonde Waters during January–December 2024 using Aqua MODIS Level 3 imagery with a spatial resolution of 4 km. The data were processed and analyzed to determine the seasonal distribution patterns of both parameters. The results show that the highest SPL occurred during Transition Season II, ranging from 30.64–31.33°C, while the lowest SPL was found during the East Monsoon at 29.56–30.09°C. Conversely, the highest chlorophyll-a concentration occurred during the East Monsoon, reaching 0.50–0.69 mg/m³, and the lowest during the Second Intermonsoon at 0.26–0.35 mg/m³. Pearson’s correlation analysis revealed a strong negative relationship between SPL and chlorophyll-a, with a correlation coefficient of -0.88 (p < 0.05). A decrease in SPL is associated with an increase in chlorophyll-a concentration, which is believed to be influenced by nutrient supply resulting from upwelling processes. The results of this study indicate that seasonal oceanographic variability plays a significant role in determining water fertility levels and can serve as a basis for identifying potential fishing grounds in the Spermonde Waters.