Sri Yulia
Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Masker Medika

HUBUNGAN SUPERVISI DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT XX Afrianto Guntur Irawan; Sri Yulia; Mulyadi Mulyadi
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya penerapan budaya keselamatan pasien bagi perawat pelaksana memerlukan peran supervisi untuk mewujudkan keselamatan pasien dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan supervisi dengan penerapan budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Palembang tahun 2017. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 48 perawat. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil: Supervisi yang baik sebanyak 33 responden (69%), sedangkan penerapan budaya keselamatan pasien yang baik sebanyak 31 responden (64,6%). Hasil uji statistik menggunakan Chi Square test menunjukkan bahwa ada hubungan supervisi dengan penerapan budaya keselamatan pasien (p value = 0,006). Kesimpulan & Saran: Peran supervisi sangat penting dalam membangun budaya keselamatan pasien, sehingga diharapkan kompetensi supervisi dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan dapat menerapkan aktivitas supervisi melalui program sosialisasi, mentoring, konseling, serta penguatan peran komite kesalamatan pasien dalam melakukan survei budaya keselamatan.
ANALISIS PERENCANAAN SUMBER DAYA KEPERAWATAN DI RS X DEPOK DENGAN PENDEKATAN RESEARCH FRAMEWORK Sri Yulia
Masker Medika Vol 4 No 1 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman dan kemampuan pengelolaan sumber daya keperawatan perlu dimiliki oleh perawat manajer agar sumber daya keperawatan yang dimiliki rumah sakit dapat lebih baik dan berpengaruh positif terhadap peningkatan mutu pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan berdasarkan kajian situasi dan merumuskan alternatif solusi dengan pendekatan research framework SDM Keperawatan di RS X Depok. Hasil kajian menemukan 3 permasalahan perencanaan SDM Keperawatan di RS X Depok yaitu: kuantitas/kualifikasi tenaga keperawatan, sistem pendidikan berkelanjutan perawat serta sistem pengelolaan dan pengembangan jenjang karir perawat di Instalasi Rawat Inap RS X yang belum optimal. Diharapkan RS merumuskan kebijakan dan pola rekrutmen seleksi hingga pola jenjang karir dan sistem penghargaan yang tepat agar perencanaan SDM Keperawatan di RS X semakin berkualitas The comprehension and ability of nursing resource management need to be owned by nurse manager in order to nursing resource of hospital can be better and positive influence on improving the quality of nursing services. The purpose of this research to identify problem base on situation study and state the alternative solution with research framework approach of nursing human resource at X hospital Depok. The result of study finds three problems in nursing human resource at X hospital Depok, namely: the quality/qualification of nursing staff, the sustainable nursing education system and the management and development of nurse’s level career system in inpatient ward have been optimal yet. To be expected for hospital to formulate the policy and selection recruitment pattern toward the level career and proper achievement system for improving the quality of nursing human resource planning at X hospital.
HUBUNGAN ANTARA OTONOMI PERAWAT DAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DARI ASPEK HUBUNGAN INTERPERSONAL, TANGGUNG JAWAB TERHADAP TUGAS DAN KEBIJAKAN ORGANISASI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR. IBNU SUTOWO BATURAJA TAHUN 2008 Sri Yulia
Masker Medika Vol 1 No 1 (2013): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kerja yang sehat bagi organisasi adalah lingkungan kerja yang mampumempengaruhi, mendorong dan memberikan motivasi bagi seseorang untuk bekerjasecara optimal sesuai dengan profesinya, Otonomi dalam konteks kepuasan kerjaperawat merupakan persepsi perawat tentang derajat kemandirian yang mereka rasakandalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari dan mencapai kepuasan kerja. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menggali hubungan antara otonomi perawat dan kepuasankerja perawat dari aspek hubungan interpersonal, tanggung jawab terhadap tugas dankebijakan organisasi di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr.Ibnu Sutowo Baturaja. Penelitian inimenggunakan pendekatan studi lapangan dengan metode pengumpulan data melaluikuesioner terhadap persepsi perawat mengenai otonomi dan kepuasan kerja. Kepuasankerja yang akan diukur adalah kepuasan kerja dari aspek hubungan interpersonal,tanggung jawab terhadap tugas dan kebijakan organisasi bagi perawat di Instalasi RawatInap RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja. Hasil pengumpulan data yang dilakukanselanjutnya akan dianalisis secara statistik untuk melihat hubungan antara otonomi dankepuasan kerja perawat. Dari hasil analisis hubungan otonomi perawat dengan kepuasanmenunjukan nilai p Value = 0,0005 lebih kecil dibandingkan nilai alpha = 0.05. Hasil inimenunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara otonomi perawat dengankepuasan kerja, artinya semakin baik otonomi perawat dipersepsikan maka semakin puasperawat terhadap pekerjaannya. Dari hasil penelitian ini diharapkan Rumah sakitsebaiknya lebih memahami dan lebih memperhatikan aspek individu secara spesifikdalam hal ini adalah otonomi dan kepuasan yang mempengaruhi tercapainya tujuanorganisasi rumah sakit dalam memberikan pelayanan keperawatan.
HUBUNGAN KERJASAMA TIM DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PALEMBANG TAHUN 2018 Tiara P Arini; Sri Yulia; Romiko Romiko
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Budaya Keselamatan pasien merupakan fondasi keselamatan pasien. Membangun budaya keselamatan pasien merupakan kata kunci terwujudnya pelayanan yang bermutu dan aman, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penerapan budaya keselamatan pasien yaitu salah satunya yaitu kerjasama tim. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan kerjasama tim dengan penerapan budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Tahun 2018. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah quantitative descriptive study dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 42 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner tentang kerjasama tim, dan penerapan budaya keselamatan pasien. Hasil : Kerjasama tim baik 30 responden (71,4%), dan penerapan budaya keselamatan pasien baik 28 responden (66,7%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan kerjasama tim dengan penerapan budaya keselamatan pasien (p value 0,009). Kesimpulan: Perlu diadakan evaluasi standar kriteria seorang leader tim dengan merumuskan niai-nilai professional perawat, perlu adanya seorang leader yang yang dapat mendrong anggota tim dalam membudayakan komunikasi yang terbuka, adanya evaluasi tim baik individu maupun kelompok melalui kegiatan informal ruang rawat, bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien dengan menerapkan budaya keselamatan pasien di semua lini tatanan rumah sakit mulai dari perawat pelaksana sampai ke level manajer di semua ruang rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Background: The culture of patient safety is the foundation of patient safety. Building a patient safety culture is the key word for creating good and safe service, there are several factors that influence the implementation of patient safety culture, one of them is team work. Research Objectives: To find out the correlation between teamwork and the implementation of patient safety culture hospitalization room of Bhayangkara Hospital Palembang 2018. Research Method: This study was quantitative descriptive study with cross sectional approach. The total sample that has been collected through total sampling were 42 respondents. The questionnaire used in this study consisted of 19 questions of team work, and 30 questions of patient safety culture implementation. Results: Good teamwork consisted of 30 respondents (71.4%), and patient safety culture implementation consisted 28 respondents (66.7%). The result of statistical test showed that there was a correlation between teamwork and patient safety culture implementation (ρ value 0,009). Conclusions and Suggestion: It is necessary to evaluate the criteria standards of a team leader by formulating the values of professional nurses, the need for a leader who can support team members in cultivating open communication, evaluating both individual and group teams through informal activities in the ward, building awareness of the value of safety patients by applying a culture of patient safety in all lines of the hospital setting from the nurse level to the manager level at all inpatient rooms of Bhayangkara Hospital Palembang.