Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERBEDAAN EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK KLASIK DAN TERAPI MUROTAL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI BEDAH MAYOR Sukron Sukron
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v9i1.115

Abstract

Latar belakang: Kecemasan pada pasien preoperasi arus diatasi, karena dapat menimbulkan perubahan-perubahan fisiologis seperti meningkatkan tekanan darah dan menimbulkan penyulit saat operasi berupa perdarahan dan menghambat penyembuhan post operasi. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas terapi musik klasik dan terapi murotal terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi bedah mayor di Ruang Bedah Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2018. Metode: Disain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment pretest and post test control group desain. Populasi seluruh pasien pre operasi bedah mayor di Rumah sakit Muhammadiyah Palembang, Metode pengumpulan data menggunaan kuesioner APAIS dengan sampel sebanyak 32 responden yang dibagi kedalam dua kelompok intervensi. Hasil: Kecemasan sebelum terapi musik klasik pada pasien pre operasi bedah mayor adalah 20,25 dan setelah terapi musik klasik 18,56, sebelum terapi murottal 21,69, setelah terapi murottal 20.00. Dari hasil analisi Ada perbedaan signifikan tingkat kecemasan sebelum dan setelah mendengarkan terapi musik klasik (p-value 0,009), dan sebelum dan setelah mendengarkan terapi murottal (p-value 0,014) namun tidak ada perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan pasien yang mendengarkan musik klasik dan mendengarkan murottal (p-value 0,107) Kesimpulan: Terapi musik klasik dan terapi murotal sangat efektif digunakan dalam menurunan tingkat kecemasan dan bisa menjadi bahan acuan bagi rumah sakit untuk memberikan intervensi keperawatan bagi pasien yang akan menjalani tindakan operasi mayor.Kata Kunci: Kecemasan, Musik Klasik, dan Terapi Murotal
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) sukron sukron
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i1.480

Abstract

Benign prostatic Hyperplasia (BPH) is an enlargement of the gland and cellular tissue of the prostate gland associated with endocrine changes related to the aging process, this condition is thought to be influenced by factors such as age, weight, smoking history, history of consuming drugs that trigger libido, history of diabetes mellitus (DM), cardiac history. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of BPH. This study used a quantitative analytical method with a cross sectional approach, this sample was taken using accidental sampling technique. The sample in this study were urological patients who were hospitalized at the surgical IRNA of Dr. Mohammad Hosein Hospital Palembang, totaling 61 respondents with a mean age of 70 years (0.30027). The results of the Chi-squere test showed a significant relationship between age and the incidence of BPH (p= 0.02), there was a relationship between body weight and the incidence of BPH (p=0.007), there was a relationship between smoking history and the incidence of BPH (p= 0.02) , there was a history of consuming libido-triggering drugs with the incidence of BPH (p= 0.05), there was no relationship between a history of diabetes mellitus and the incidence of BPH (p=1.00), there was no significant relationship between a history of heart disease and the incidence of BPH (p= 0.383). It is hoped that nurse practitioners can optimize themselves as educators in providing information about BPH, especially factors related to the incidence of BPH.
Terapi Komplementer yang Berpengaruh Terhadap Penurunan Teknanan Darah Pasien Hipertensi di Indonesia: Literature Review Weny Kusuma; Yulius Tiranda; Sukron Sukron
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.924 KB) | DOI: 10.36086/jkm.v1i2.1010

Abstract

Latar Belakang: Penatalaksanaan farmakologi dan non farmakologi merupakan bentuk pengobatan yang dapat dilakukan pada pasien hipertensi. Pengobatan atau perawatan pelayanan kesehatan tradisional komplementer dilakukan dengan menggunakan keterampilan, ramuan, atau kombinasi dengan memadukan antara keterampilan dan ramuan. Terapi komplementer yang ahkir-ahkir ini berkembang di Indoneisa dalam penatalaksanaan hipertensi akan tetapi belum banyak yang melakukan review mengenai terapi komplementer pada pasien hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui jenis terapi kompelemter penurunan tekanan darah hipertensi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan 3 database elektronik seperti google scholar, pubmed, perpusnas, antara tahun 2012-2020. Kata kunci yang digunakan yaitu hipertensi, terapi komplementer, Indonesia. Dari 791 artikel yang diidentifikasi, 25 yang dilakukan review. Artikel yang direview didapatkan dari hasil diskusi dan validasi antara peneliti dan pembimbing dengan menggunakan Prisma Guideline. Hasil: Dari literaturee review ini bahwa terapi komplementer seperti: (Rebusan dan Jus: infused air mentimun, jus mentimun, buah pisang, jus tomat, rebusan daun alpukat, rebusan daun sirih), yoga, meditasi, musik klasik, tekuk dan hipnotis, terapi SEFT, relaksasi otot progresif, teknik nafas dalam, pijat refleksi, dance movement terapi, mases kaki, hidroterapi, terapi tertawa, terapi akupresure, terapi akupuntur. menunjukan hasil signifikan terhadap penurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kesimpulan: Terdapat 15 terapi komplementer dapat digunakan dan dipercaya untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di Indonesia.
PENGARUH PROGRESIVE MUSCLE RELAXATION TECHNIQUE TERHADAP KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI BEDAH MAYOR DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG sukron sukron
Masker Medika Vol 11 No 1 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i1.521

Abstract

Introduction: Major surgery is a stressor that is quite severe for patients and can evoke stress reactions psychologically in the form of anxiety. Preoperative anxiety must be handled immediately by nurses to minimize complications that can occur after surgery, because they can cause physiological changes. Objective: To determine the effect of progressive muscle relaxation technique on the anxiety of patients with pre-major surgery at Muhammadiyah Palembang Hospital. Methods: This study used a pre-experimental approach with a pretest-posttest one group design without control approach. The population includes all patients pre-major surgery in January-February 2022 with a sample of 19 respondents and was taken by consecutive sampling. Hypothesis testing was carried out using the Paired Samples T-test in the form of a dependent t-test with a significance level of α 0.05. Results: The average anxiety before the progressive muscle relaxation technique intervention was 21.95, and after the intervention was 20.53. Then based on data analysis it is known that there are differences in anxiety levels before and after being given progressive muscle relaxation therapy with a p-value of 0.015. Conclusion: There are differences in the level of anxiety before and after the progressive muscle relaxation technique therapy at the Muhammadiyah Palembang Hospital
EFEKTIFITAS SENAM ERGONOMIS TERHADAP NILAI PROTEIN URINE PADA PENATALKASANAAN KEGAWATDARURAT PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG sukron sukron
Masker Medika Vol 11 No 2 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i2.555

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Nefropati Diabetik merupakan suatu keadaan dimana ginjal mengalami penurunan fungsi dan terjadinya kerusakan pada selaput penyaring darah yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi. Nefropati diabetik dijumpai pada 35-45% pasien diabetes melitus yang dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal terminal dan menjadi penyebab utama kematian tertinggi pada pasien diabetes melitus. senam ergonomis merupakan olahraga yang gerakannya sesuai dengan fungsi dari fisilogis dan psikologi pada penderita DM, yang mampu meninkatkan metabolisme sehingga tubuh dalam keadaan segar dan bugar serta dapat menjadikan pikiran lebih rileks. Tujuan: Mengetahui Efektifitas senam ergonomis terhadap nilai protein urine pada Penatalaksanaan Kegawatdaruratan pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan pre experiment dengan pendekatan pretest-posttest one group design without control. Populasi meliputi semua pasien diabetes melitus tipe 2 pada 11 Maret- 30 April 2023 dengan sampel 39 responden dan diambil dengan cara purposive sampling. Uji hipotesis dilakukan dengan Paired Samples T-test berupa t-test dependen dengan tingkat kemaknaan α 0,05. Hasil : rata – rata sebelum dilakukan intervensi nilai protein urine positif 2.69 dengan standar deviasi 0.47 dan rata rata setelah diberikan intervensi adalah positif 2.08 dengan standar deviasi 0.46 hasil uji statistik didapatkan bahwa nilai p value 0.000 yang berarti ada pengaruh senam ergonomis terhadap nilai protein urine pada pasien dm tipe 2. Kesimpulan: Pasien Diabetes Tipe 2 yang diberikan intervensi senam ergonomis memiliki nilai protein urine yang lebih rendah dibandingkan yang tidak diberikan intervensi di Rumah Sakit Muhammadiah Palembang.
PERAWATAN KAKI DIABETIC PADA PASIEN DIABETES MELITUS DALAM PENCEGAHAN DIABETIC FOOT ULCER (DFU) sukron sukron
Masker Medika Vol 12 No 1 (2024): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v12i1.604

Abstract

Pendahuluan: Perawatan Kaki diabetic merupakan suatu upaya dalam pencegahan terjadinya komplikasi kronik pada penderita DM, perawatan kaki merupakan Sebagian dari upaya pencegahan terjadinya luka. Tujuan: tujuan penelitian ini untuk mengetahui ditribusi frekuensi demografi dan Untuk Mengetahui perawatan kaki yang dilakukan pasien Diabetes mellitus. Metode: metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan jumlah responden 43. Hasil: Rata-rata usia responden berada pada usia (60,09) tahun, jenis kelamin perempuan (62,8%), Pendidikan terakhir SD (32,6%), pekerjaan responden tidak bekerja (44,2%), lama menderita DM dengan waktu 5- 10 tahun (58,1%). Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa perawatan kaki diabetic dalam pencegahan dibetic foot ulcer (DFU) pada pasien DM kurang baik. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan edukasi tentang perawatatan kaki diabetic yang akan menimbulkan komplikasi DFU.
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP DIET PASIEN HIPERTENSI DIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH SITI FATIMAH AZ – ZAHRA PROVINSI SUMATERA SELATAN Sukron
Jurnal Inspirasi Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inspirasi Kesehatan (JIKA)
Publisher : Fakultas Kesehatan IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jika.v2i1.81

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi mencapai sebesar 34,1%, dimana angka tesebut mengalami peningkatan disbanding dengan prevalensi hipertensi pada tahun 2013 sebesar 25,8%. Dengan tingkat penderita tertinggi terjadi di Kalimantan Selatan dengan tingkat angka sebesar 44%, dan tingkat penderita terendah berada di Papua dengan tingkat penderita sebesar 22,2%. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Untuk mengetahui dukungan keluarga terhadap diet pada pasien hipertensi. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan jumlah responden 30 orang yang memenuhu kriteria iklusi. Penelitian ini dilakukan di RS. Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan dari tanggal 16 – 31 April 2023. Hasil: Usia responden dengan frekuensi terbanyak pada usia 43 tahun, jenis kelamin perempuan sebanyak 22 responden (73,3%), pendidikan terakhir SMA (56%), Dukungan keluarga dalam kategori baik dengan frekuensi 15 responden (50%). Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga mempengaruhi terhadap berjalannya diet hipertensi dengan baik. Hal ini karena dukungan keluarga cukup berperan penting dalam membangun semangat dan perilaku baik oleh pasien. Kata Kunci: Hipertensi, Dukungan Keluarga, Diet Hipertensi.