Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN KONSELING KEBENCANAAN UNTUK TAGANA (PEMUDA TANGGAP BENCANA) KARANG TARUNA KECAMATAN DAWE Edris Zamroni; Adnan Fadkhurosi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Mei 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i5.538

Abstract

Pemuda TAGANA adalah kader siaga bencana yang saat ini telah disiapkan di masing-masing Karang Taruna Kecamatan di Seluruh Kabupaten Kudus. Seringnya terjadi bencana alam di kecamatan dawe menjadi penting untuk memiliki pemuda TAGANA yang mumpuni baik dalam hal mitigasi bencana fisik maupun rehabilitasi psikis kebencanaan. Saat ini, kemampuan pelayanan psikis kebencanaan masih sangat rendah sehingga diperlukan pelatihan konseling kebencanaan. Tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan pemuda TAGANA yang berperan dalam membantu penanganan masalah psikologis korban bencana alam dengan memanfaatkan kader Karang Taruna Kecamatan Dawe. Kegiatan pelatihan ini akan dilaksanakan dalam 8 kali rancangan kegiatan mulai identifikasi pelayanan pemuda TAGANA sampai pada pelatihan kemampuan dasar pelaksanaan konseling kebencanaan. Kegiatan dilaksanakan mulai Agustus hingga September 2021 di Aula Kecamatan Dawe. Hasilnya dibentuk kelompok tagana yang memiliki spesialisasi penanganan pada orang dewasa dan anak-anak. Hal ini bertujuan untuk efisiensi dan efektifitas pelayanan konseling yang diberikan kepada klien pengguna layanan.
PELATIHAN KONSELING KEBENCANAAN UNTUK TAGANA (PEMUDA TANGGAP BENCANA) KARANG TARUNA KECAMATAN DAWE Edris Zamroni; Adnan Fadkhurosi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Mei 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i5.538

Abstract

Pemuda TAGANA adalah kader siaga bencana yang saat ini telah disiapkan di masing-masing Karang Taruna Kecamatan di Seluruh Kabupaten Kudus. Seringnya terjadi bencana alam di kecamatan dawe menjadi penting untuk memiliki pemuda TAGANA yang mumpuni baik dalam hal mitigasi bencana fisik maupun rehabilitasi psikis kebencanaan. Saat ini, kemampuan pelayanan psikis kebencanaan masih sangat rendah sehingga diperlukan pelatihan konseling kebencanaan. Tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan pemuda TAGANA yang berperan dalam membantu penanganan masalah psikologis korban bencana alam dengan memanfaatkan kader Karang Taruna Kecamatan Dawe. Kegiatan pelatihan ini akan dilaksanakan dalam 8 kali rancangan kegiatan mulai identifikasi pelayanan pemuda TAGANA sampai pada pelatihan kemampuan dasar pelaksanaan konseling kebencanaan. Kegiatan dilaksanakan mulai Agustus hingga September 2021 di Aula Kecamatan Dawe. Hasilnya dibentuk kelompok tagana yang memiliki spesialisasi penanganan pada orang dewasa dan anak-anak. Hal ini bertujuan untuk efisiensi dan efektifitas pelayanan konseling yang diberikan kepada klien pengguna layanan.
TREND PENELITIAN KESEHATAN MENTAL TAHUN 2022-2023 DI INDONESIA: ANALISIS BLIBLIOGRAFI Adnan Fadkhurosi; Richie Annisa Cikal; Aulia Nisa’ Cahya Ningrum
SOSIOEDUKASI Vol 13 No 2 (2024): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v13i2.4699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian kesehatan mental di Indonesia selama periode 2022-2023 menggunakan metode bibliografi. Data dikumpulkan dari berbagai database akademik, termasuk Scopus, PubMed, dan Google Scholar, dengan total 250 artikel yang relevan. Analisis dilakukan berdasarkan jumlah publikasi, topik utama, institusi yang berkontribusi, serta jurnal yang menjadi wadah penerbitan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah publikasi dari 120 artikel pada tahun 2022 menjadi 130 artikel pada tahun 2023. Topik utama meliputi dampak pandemi COVID-19 terhadap kesehatan mental (30%), intervensi berbasis komunitas (25%), kesehatan mental remaja dan mahasiswa (20%), teknologi dalam layanan kesehatan mental (15%), serta kesehatan mental pekerja (10%). Institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Airlangga menjadi kontributor utama dalam penelitian ini. Jurnal internasional seperti Asian Journal of Psychiatry, Heliyon, dan BMC Public Health mendominasi publikasi, didukung oleh jurnal nasional seperti Jurnal Psikologi. Penelitian ini mengidentifikasi tren positif dalam perhatian terhadap isu kesehatan mental, namun mencatat adanya tantangan seperti distribusi penelitian yang tidak merata dan kurangnya fokus pada kelompok rentan tertentu. Kesimpulan menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan signifikan dalam jumlah dan kualitas penelitian, perluasan cakupan populasi penelitian serta penguatan kolaborasi antar institusi tetap diperlukan. Studi ini memberikan wawasan penting bagi para peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan mental yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Group Guidance Problem-Solving Techniques Effectively Improve Student Time Management: Teknik Pemecahan Masalah Dalam Bimbingan Kelompok Efektif Meningkatkan Manajemen Waktu Siswa Arin Okvitta; Indah Lestari; Adnan Fadkhurosi
Academia Open Vol. 11 No. 2 (2026): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.11.2026.15097

Abstract

General Background Secondary education requires adolescents to independently organize daily activities and assume responsibility for balancing academic and non-academic pursuits. Specific Background At SMAN 1 Mejobo Kudus, eleventh-grade pupils currently face severe difficulties in harmonizing organizational commitments with study routines, resulting in delayed assignments, reduced learning concentration, and physical exhaustion. Knowledge Gap Although individualized counseling exists, the specific application of structured collaborative problem-solving to systematically resolve time management deficits among heavily burdened senior high school pupils remains underexplored. Aims This study evaluates the capacity of problem-solving techniques within collaborative guidance sessions to optimize time management behaviors among heavily burdened eleventh-grade pupils. Results Utilizing a one-group pretest-posttest pre-experimental design with eight participants, the analysis revealed a substantial progression in mean time management scores from 60 to 88. Novelty This research specifically demonstrates how integrating systematic problem identification, alternative solution formulation, and collaborative peer evaluation directly resolves the scheduling conflicts of highly ambitious, multi-tasking adolescents. Implications School counselors must implement structured collaborative guidance to empower adolescents with systematic decision-making tools, ensuring they effectively prioritize academic obligations without sacrificing organizational engagement or personal well-being. Highlights Pre-experimental testing demonstrated a significant progression in mean time management scores from 60 to 88. Collaborative guidance interventions successfully resolved scheduling conflicts for highly ambitious, multi-tasking eleventh-grade pupils. Systematic problem identification and alternative solution formulation effectively mitigated delayed assignments and reduced physical exhaustion. Keywords Time Management; Group Guidance; Problem-Solving Techniques; Student Productivity; School Counseling
ACADEMIC PROCRATINATION OF STUDENTS POST PANDEMIC COVID-19 Adnan Fadkhurosi; Muhammad Ramadhan; Mashurin
BIMBINGAN DAN KONSELING BANYUWANGI Vol. 2 No. 1 (2023): Bimbingan dan Konseling Banyuwangi 
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/bikangwangi.v2i1.2505

Abstract

The research aims to determine the level of academic procrastination of Solo students after the Covid-19 pandemic. The research method used was a quantitative survey with a population of 35,000 and a sample of 268 students. The data sampling technique uses simple random sampling, so that the sample used will be fair and impartial. The data analysis technique used was descriptive analysis, which was processed through the IBM SPPS 22 application. The results of the study revealed that the majority of Solo students were moderately procrastinated or 75.7% equivalent to 203 of the 268 student samples. The results of the procrastination survey are supported by the average results of aspects that support procrastination, namely aspects of desire and action, aspects of failing to meet the specified time, aspects of self-ability, and aspects of feelings of anxiety. These aspects show that the average student tends to moderate academic procrastination after the Covid-19 pandemic. This research can be used as a reference for further research in order to develop relevant knowledge.