Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menciptakan Sekolah Berkarakter Guna Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Indonesia Ahmad Rizki Muhibi; Chindi Widya Arifin
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i2.1436

Abstract

A school with character is a school that does not only focus on academic achievement, but also on building positive student character. The strategy for creating a school with character must involve all stakeholders, including students, teachers, parents and school staff. This article shows that there are several strategies that must be implemented by school principals in terms of creating a school with character, the first is to form a character team consisting of teachers, parents, and students to create a positive and supportive school culture, the second is to integrate the values character in the curriculum and learning in the classroom, the third provides good examples in everyday life to inspire students, the fourth provides space and time for students to participate in extracurricular and social activities, and the last provides support and guidance for students in need
Kontribusi Masyarakat Pegunungan Dalam Pengelolaan Usaha Ternak Di Kampung Domba Andriani, Wilda; Sunggu, Oktavia Theresia Ompu; Fatimatuzzahrah, Fatimatuzzahrah; Farwati, Riska; Solihah, Roudatus; Bustomi, Yurista; Muhibi, Ahmad Rizki; Ripadli, Ripadli
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1680

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sebagian besar wilayahnya pegunungan, budayanya beragam dari berbagai suku yang tinggal di dataran tinggi. Masyarakat pegunungan memiliki filosofi dan kearifan lokal yang menarik. Pola sosial di daerah pegunungan, seperti Kabupaten Pandeglang, Banten, berbeda dalam mengelola sumber daya alam dan kegiatan sehari-hari. Penelitian ini berfokus pada Kampung Domba yang terletak di Desa Cinyurup, yang berada di wilayah pegunungan. Kampung ini menggabungkan peternakan domba dengan pertanian sayur-sayuran sejak tahun 2004. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melibatkan ulasan literatur dan wawancara. Ulasan literatur membantu dalam membangun dasar-dasar teoritis, mengidentifikasi makna pengetahuan, dan membangun basis argumen penelitian. Wawancara dengan informan utama Pak Uti, seorang penduduk yang terlibat dalam mengelola pariwisata desa domba, memberikan wawasan dari tangan pertama. Studi ini menjelaskan pengalaman dan keberhasilan kontraktor masyarakat pegunungan dalam proyek pengekonomian usaha ternak, mengidentifikasi masalah, dan mempelajari adaptasi serta strategi pengelolaan wisata. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat sadar akan prospek wisata Kampung Domba. Kesiapan untuk pengembangan dan pemeliharaan prasarana, serta fungsi lembaga terkait, masih kurang optimal. Studi ini memberikan landasan untuk kebijakan dan upaya masyarakat yang mendukung kontraktor masyarakat pegunungan dalam pengelolaan ekonomi dan kampung domba. Kata Kunci: Kontribusi, Pegunungan, Kampung Domba.
Menciptakan Sekolah Berkarakter Guna Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Indonesia Ahmad Rizki Muhibi; Chindi Widya Arifin
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i2.1436

Abstract

A school with character is a school that does not only focus on academic achievement, but also on building positive student character. The strategy for creating a school with character must involve all stakeholders, including students, teachers, parents and school staff. This article shows that there are several strategies that must be implemented by school principals in terms of creating a school with character, the first is to form a character team consisting of teachers, parents, and students to create a positive and supportive school culture, the second is to integrate the values character in the curriculum and learning in the classroom, the third provides good examples in everyday life to inspire students, the fourth provides space and time for students to participate in extracurricular and social activities, and the last provides support and guidance for students in need
FENOMENA SOSIAL ANAK PUTUS SEKOLAH JENJANG PENDIDIKAN 12 TAHUN (STUDI DESKRIPTIF DI KELURAHAN TAKTAKAN KECAMATAN TAKTAKAN KOTA SERANG) Rizki Muhibi, Ahmad; Sari Dewi, Ratna; Hardika Legiani, Wika
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 4 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i4.2025.1527-1534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana faktor penyebab anak putus sekolah jenjang Pendidikan 12 tahun di Kelurahan Taktakan Kecamatan Taktakan Kota Serang serta bagaimana upaya kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang dan Pemerintah Kelurahan Taktakan dalam mengelola anak putus sekolah di Kelurahan Taktakan Kecamatan Taktakan Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk memahami fenomena sosial secara mendalam. Metode ini digunakan untuk menggambarkan fenomena secara terperinci dalam bentuk kata-kata dan bahasa sesuai dengan konteksnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak putus sekolah di Kelurahan Taktakan Kecamatan Taktakan Kota Serang disebabkan oleh beberapa faktor seperti rendahnya minat belajar, kondisi ekonomi kurang memadai, budaya masyarakat yang agamis, latar belakang pendidikan orang tua yang rendah, serta masih sulitnya akses ke Sekolah Menengah Atas Negeri. Adapun upaya kolaborasi Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Serang dan Pemerintah Kelurahan Taktakan dalam mengelola anak putus sekolah dilakukan melalui program Gerakan Aje Kendor Sekolah. Program Aje Kendor Sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan SDM di Kota Serang dengan mengembalikan anak-anak yang tidak sekolah kembali ke sekolah sekaligus sebagai solusi agar tercapainya wajib belajar 12 Tahun dan tepat sasaran.