Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Preload Cairan Terhadap Pencegahan Hipotensi Pasca Anestesi  Spinal Pada Pasien Sectio Caesarea di Ruang Operasi Rumah Sakit Cut Meutia Langsa Mulya Albar Ariga; Septian Mixrova Sebayang; Martyarini Budi S
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipotensi merupakan komplikasi yang sering terjadi setelah anestesi spinal pada pasien sectio caesarea akibat blokade simpatis, sehingga dapat mengganggu perfusi organ vital ibu dan janin. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah pemberian preload cairan sebelum anestesi spinal untuk mempertahankan stabilitas hemodinamik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian preload cairan terhadap pencegahan hipotensi pasca anestesi spinal pada pasien sectio caesarea di Ruang Operasi Rumah Sakit Cut Meutia Langsa. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan posttest-only control design. Populasi penelitian berjumlah 57 pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal, sedangkan sampel sebanyak 40 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (20 responden) dan kelompok kontrol (20 responden) menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan Mean Arterial Pressure (MAP) pada kelompok intervensi sebesar 9,6% (median 9,4%; SD 4,49), sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 28,4% (median 28,3%; SD 7,84). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,038 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh pemberian preload cairan terhadap pencegahan hipotensi pasca anestesi spinal pada pasien sectio caesarea. Disimpulkan bahwa pemberian preload cairan efektif menurunkan penurunan tekanan darah setelah anestesi spinal sehingga dapat dijadikan salah satu tindakan pencegahan hipotensi pada pasien sectio caesarea.
Hubungan Antara Tingkat Kecemasan dan Mekanisme Koping pada Pasien Anestesi Regional di RSU Yarsi Pontianak Justitia Wijaya Raymon; Topan Heri Wibowo; Danang Tri Yudono; Martyarini Budi S
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 10 (2026): Volume 8 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i10.22899

Abstract

ABSTRACT Surgery and regional anesthesia are medical procedures that can trigger anxiety in patients. Poorly managed anxiety can negatively impact patients' coping mechanisms during the surgical process. This study aims to determine the relationship between anxiety levels and coping mechanisms in patients undergoing regional anesthesia at YARSI General Hospital, Pontianak. This study used an explanatory research design with a cross-sectional approach. A sample of 51 respondents was selected using accidental sampling techniques according to inclusion and exclusion criteria. The instruments used were questionnaires on anxiety levels and coping mechanisms. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The majority of respondents experienced moderate to severe levels of anxiety. Respondents with low levels of anxiety used more adaptive coping mechanisms, while those with high levels of anxiety tended to use maladaptive coping mechanisms. Rank Spearman test results showed a significant relationship between anxiety levels and coping mechanisms (p = 0.000). There is a significant relationship between anxiety levels and coping mechanisms in patients undergoing regional anesthesia. The higher the anxiety level, the greater the tendency for patients to use maladaptive coping mechanisms. Preoperative psychological interventions and education are needed to reduce anxiety and increase the use of adaptive coping. Keywords: Anxiety, Coping Mechanisms, Regional Anesthesia, Surgical Patients.  ABSTRAK Prosedur pembedahan dan pemberian anestesi regional sering menimbulkan perasaan cemas pada pasien. Kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat mengganggu kemampuan pasien dalam menerapkan strategi koping yang efektif selama proses pembedahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada pasien yang menerima anestesi regional di Rumah Sakit Umum YARSI Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan explanatory research dengan desain cross-sectional. Sebanyak 51 pasien dipilih sebagai sampel melalui teknik accidental sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat kecemasan dan mekanisme koping. Analisis statistik dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien mengalami kecemasan dengan tingkat sedang hingga berat. Pasien dengan kecemasan rendah cenderung menggunakan mekanisme koping adaptif, sementara pasien dengan kecemasan tinggi lebih sering menggunakan mekanisme koping maladaptif. Analisis Rank Spearman memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan mekanisme koping (p = 0,000).  Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan mekanisme koping pada pasien yang menjalani anestesi regional. Semakin tinggi kecemasan, semakin besar kemungkinan pasien menggunakan koping maladaptif. Oleh karena itu, intervensi psikologis serta edukasi pra-operatif sangat diperlukan untuk mengurangi kecemasan dan mendorong penggunaan koping adaptif. Kata Kunci: Kecemasan, Mekanisme Koping, Anestesi Regional, Pasien Bedah.