Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan produksi babi pasca kejadian African swine fever (ASF) menggunakan metode Inseminasi buatan (IB) pada peternak babi di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang Yustinus Oswin Primajuni Wuhan; Dede Rival Novian; Jayusman A. Joesoef
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.635 KB)

Abstract

Peternakan babi menjadi salah satu sektor peternakan yang membawa dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Babi yang diternakkan digunakan pemenuhan kebutuhan akan daging babi dan kebutuhan acara adat. Babi tidak lepas dari permasalahan kesehatan. Salah satunya yang penyakit yang menimbulkan masalah kesehatan pada babi yaitu penyakit African Swine Fever (ASF). Penyakit African Swin Fever (ASF) disebabkan oleh virus ASF, yang merupakan virus dari genus Asfivirus. Penyakit ini dapat mengakibatkan penurunan ekonomi yang signifikan karena menyebabkan kematian pada babi. Belum adanya vaksin dan pengobatan efektif berimplikasi pada tingginya tingkat morbiditas dan mortalitas. Pencgahan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan biosecurity di kandang peternak. Salah satu metode yang dapat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kembali produksi babi di kota kupang adalah menggunakan metode inseminasi buatan (IB) menggunakan semen segar. Pengabdian yang dilakukan di salah satu peternak babi di kelurahan Sikumana ini merupakan usaha meningkatkan kembali produksi babi di kendang peternak yang pernah mengalami kejadian ASF. Babi betina yang dilakukan inseminasi buatan dalam pengabdian ini menghasilkan anak babi sebanyak 9 ekor.