Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UNGKAPAN KEPERCAYAAN RAKYAT DALAM UPACARA PENYELENGARAAN JENAZAH DI KENAGARIAN SELAYO KECAMATAN KUBUNG KABUPATEN SOLOK Riri Purnama Sari; Novia Juita; Zulfadhli Zulfadhli
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 2, No 2 (2014): SERI B
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/833600

Abstract

This research was done to describe of form, meaning, and function of the expression the human’s trust in ceremony of corpse management in Nagari Selayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Data of this research were form, meaning and functions of the expression the human’s trust in Minangkabau especially in Kanagarian Selayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. The data was collected trough interview and then, recorded the result of interview with some informant in Kenagarian Selayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. In this research, it was found three results. The first, in Kanagarian Selayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok have 41 expressions of human’s trust in ceremony of corpse management. The second, in Kanagarian Selayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok have 41 expressions with implicit meaning that was got from orally and explicit meaning that was got from comprehended of the meaning in written. The third, the function of expressions human’s trust in ceremony of corpse management in Nagari Selayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. The expression of human’s trust in ceremony of corpse management in Nagari Selayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok was divided into four parts. First, when the corpse at home has 23 expressions. Second, when the corpse bathed have 6 expressions. Third, when the corpse prayed have 1 expression. Fourth, when in the grave have 11 expressions.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Masyarakat Dalam Membayar Pajak Bumi Dan Bangunan Di Nagari Pasir Talang Barat Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan Retna Sari; Fatma Yeni; Dakhyiar; O.P. Bismark; Riri Purnama Sari
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 12 (2024): GJMI - DESEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i12.968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran dari variabel pelayanan pajak, pengetahuan perpajakan, ketetapan SPPT dan kepatuhan masyarakat serta menguji pengaruh pelayanan pajak, pengetahuan perpajakan dan ketetapan SPPT terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu explanatory research. Explanatory research adalah metode penelitian yang menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta pengaruh variabel satu dengan variabel lainnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran dari variabel pelayanan pajak berkategori baik dengan rata-rata skor 4,29 dan TCR 85,9%, pengetahuan perpajakan berkategori baik dengan rata-rata skor 4,25 dan TCR 85,4%, ketetapan SPPT berkategori baik dengan rata-rata skor 4,12 dan TCR 82,5% serta variabel  kepatuhan masyarakat berkategori baik dengan rata-rata skor 4,19 dan TCR 82,6%. Pelayanan pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 dan t hitung 8,322 > t tabel 1,986, pengetahuan perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan dengan tingkat signifikansi 0,032 < 0,05 dan t hitung 2,178 > t tabel 1,986 dan ketetapan SPPT berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan dengan tingkat signifikansi 0,033 < 0,05 dan t hitung 2,163 > t tabel 1,986 serta secara simultan pelayanan pajak, pengetahuan perpajakan dan ketetapan SPPT berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 dan F hitung 42,640 > F tabel 2,7047.
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TAHU UD MANDIRI DI SIPANJANG PASIR TALANG KECAMATAN SUNGAI PAGU KABUPATEN SOLOK SELATAN Risqi Melanda; Fatma Yeni; Riri Purnama Sari; Sastria Nofrita; Asmy Febry Tama
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JEBWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jebwi.v1i2.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan persediaan bahan baku kedelai pada Pabrik Tahu UD Mandiri di Sipanjang Pasir Talang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan serta menentukan jumlah pemesanan yang paling ekonomis dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang dianalisis meliputi jumlah kebutuhan bahan baku, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, serta frekuensi pemesanan selama tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pembelian bahan baku kedelai yang paling ekonomis berdasarkan metode EOQ adalah 11.251 kg per kali pemesanan, dengan frekuensi pemesanan 5 kali dalam setahun. Titik pemesanan kembali (Reorder Point/ROP) ditetapkan sebesar 616 kg, dan safety stock yang disarankan adalah 28 kg. Total biaya persediaan dengan metode EOQ adalah Rp 3.308.979,14, lebih rendah dibandingkan dengan biaya persediaan menggunakan cara tradisional yaitu Rp 9.072.481,25. Dengan demikian, penerapan metode EOQ memberikan efisiensi biaya sebesar Rp 5.763.502,11 per tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode EOQ dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan bahan baku pada Pabrik Tahu UD Mandiri, baik dari segi biaya maupun frekuensi pemesanan. Penulis menyarankan agar pabrik menerapkan metode EOQ secara konsisten, menentukan titik pemesanan kembali, menjaga safety stock, serta melakukan evaluasi biaya persediaan secara berkala untuk memastikan pengelolaan persediaan tetap optimal.